Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian resmi meluncurkan Program “Kuatkan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Kesejahteraan” (AKSI KLIK) dan Gerakan “AKU BISA SEJAHTERA” di Jakarta, Jumat (6/3/2026). Sinergi ini bertujuan untuk memperkecil celah (gap) antara tingkat inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai angka signifikan sebesar 92,74%. Namun, capaian ini belum diimbangi dengan tingkat literasi keuangan yang masih berada di level 66,46%.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa akselerasi digitalisasi sistem pembayaran seperti QRIS, BI-FAST, dan SNAP harus diikuti dengan pemahaman masyarakat yang mumpuni agar penggunaan layanan keuangan digital tetap aman dan produktif.
BERITA TERKAIT
“QRIS kini telah digunakan secara masif oleh 59,98 juta pengguna, di mana 50 juta di antaranya adalah pelaku UMKM. Inisiatif hari ini adalah langkah bersama untuk mendorong inklusi dan literasi yang lebih berkualitas guna memperkuat ketahanan keuangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Perry.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, selaku Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), menambahkan bahwa pemerintah kini tengah menggeser orientasi kebijakan. Fokus utama tidak lagi hanya pada perluasan akses, tetapi menuju kerangka kesejahteraan keuangan masyarakat.
Airlangga menyebut inisiatif AKSI KLIK selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memberdayakan UMKM, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memberantas kemiskinan melalui pemerataan ekonomi.
“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi memastikan inisiatif ini berjalan konsisten. Kita ingin memastikan transformasi digital sektor keuangan memberikan manfaat nyata bagi ekonomi kerakyatan,” tegas Airlangga.
Peluncuran Tiga Buku Panduan Strategis
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah meluncurkan tiga buku panduan untuk mempercepat edukasi keuangan digital dan keberlanjutan UMKM:
-
Strategi dan Program Edukasi Literasi Keuangan Digital: Mengulas pendekatan komprehensif menuju kesejahteraan keuangan.
-
Panduan Modul Edukasi Keuangan Digital Tingkat Dasar: Instruksi praktis bagi masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital secara aman.
-
Pedoman Implementasi Model Bisnis UMKM Berkelanjutan: Panduan bagi UMKM dalam menerapkan prinsip mitigasi dan usaha berkelanjutan.
Program ini juga memperkenalkan “Kalkulator Hijau” sebagai alat sosialisasi bagi kelompok rentan dalam mengelola keuangan berbasis prinsip keberlanjutan. Melalui sinergi ini, BI dan Pemerintah optimis inklusi keuangan yang berkualitas akan menjadi kunci transformasi ekonomi nasional di era digital. ***
















