• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Grab dan Gojek: Korporasi Swasta Kapitalis Ekploitatif

by Sandy Romualdus
19 September 2019 - 00:00
220
VIEWS
Gandeng KPAI, Grab Gelar Seminar
0
SHARES
220
VIEWS

AKHIR-akhir ini ada pernyataan pejabat pemerintah yang secara keliru dan menyesatkan dengan mengatakan bahwa Gojek, Grab, Tokopedia dll adalah sebagai konsep koperasi baru.

Mereka itu adalah model korporasi bisnis swasta kapitalis. Secara fundamental tak ada yang beda dari model perusahaan biasa.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Koperasi dan korporasi itu bedanya paling mendasar adalah dalam soal kepemilikkan dan pengambilan keputusan.

BERITA TERKAIT

No Content Available

Gojek dan Grab itu misalnya, mereka itu hanya libatkan para driver atau agen hanya sebagai obyek kebijakan bisnis pemiliknya bukan terlibat sebagai pemilik.

Kalau koperasi maka para driver itu juga menjadi pemilik dari saham perusahaan. Sehingga mereka juga terlibat sebagai pengambil kebijakan perusahaan.

Tujuan dari pelibatan kepemilikan dan pengambilan keputusan melalui model koperasi itu penting karena sumber eksploitasi itu muncul karena nihilnya dua hal tersebut.

Selama ini mereka yang menjadi agen atau sering disebut sebagai mitra itu khan hanya jadi obyek kebijakan dari pemilik bianis platform. Itu kenapa berulang kali Driver Gojek dan Grab itu demonstrasi. Ini jelas bukan koperasi.

Model bisnis platform koperasi itu adalah bisnis platform yang libatkan user, agen dan pekerjanya juga sebagai pemilik dari saham perusahaan selain investornya.

Contoh kongkritnya adalah Resonate, koperasi platform dalam bisnis content ini libatkan para viewwers ( penonton), artis ( agent) dan pekerjanya sebagai pemilik dari perusahaan.

Mereka itu didirikan karena ada proses pengambilan kebijakan yang tidak adil dan minus partisipasi dari bisnis platform content konvensional semacam Spotify.

Contoh paling mutakhir lainya adalah koperasi Stocksy. Ini adalah bisnis koperasi platform yang adil karena para fotografer dan filmaker menjadi pemilik dari perusahaan dan mereka turut mengambil keputusan.

  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

Pernyataan pemerintah di atas yang sebut Grab, Gojek, Tokopedia dll itu sebagai koperasi itu sangat menyesatkan. Apalagi bisnis itu khan dikuasai oleh perusahaan venture capital asing semua.

Dari segi pengamanan data, nilai tambah ekonomi, dan lainnya jelas justru sangat merugikan kepentingan nasional.

Saat ini misalnya, bisnis market place yang beroperasi di Indonesia itu 90 persennya isinya adalah importasi. Ini bagi negara ciptakan defisit neraca perdagangan.

Sekarang ini baru 2 persen kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto ( PDB) saja isinya produk importasi. Melihat penetrasinya yang ekspansif maka akan membahayakan ekonomi kita dalam jangka panjang.

Pertama, akan mempercepat proses ketergantungan ekonomi kita pada importasi yang berarti akan dorong defisit neraca perdagangan lebih parah karena pemerintah belum menunjukkan kebijakan untuk dukung persiapan content-nya. Ini juga hanya posisikan masyarakat kita hanya akan jadi pasaran empuk produk-produk inportasi.

Kalau pemerintah mau serius sikapi perkembangan bisnis platform mustinya concern dalam soal content. Buat kebijakan pengembangan industri basis rumah tangga dan pengembangan talent baru dan kelembagaannya.

Pernyataan pemerintah di atas itu bukan hanya menyesatkan tapi juga manipulatif. Masyarakat dibodohi hanya diberikan kebangaan atas karya bisnis plaformnya anak-anak negeri. Mereka dibiarkan liar diterkam oleh investor asing yang tujuanya mempenetrasi masyarakat semata sebagai pasar.

Satu saat kelak, kalau masyarakat sudah dalam posisi ketergantungan terhadap produk-produk dan jasa tersebut maka kita akan dihadapkan pada posisi dilema. Kalau lalukan suspend maka yang akan terjadi adalah inflasi dan ini akan tempatkan kita dalam posisi yang sulit.

Ini aksiomanya koperasi, apa yang tak kamu miliki itu tak akan dapat kamu kendalikan. Saya curiga pernyataan pejabat-pejabat itu muncul karena proses lobby terselubung pemilik bisnis platform korporatif asing itu.

Kalau pemerintah mau benar dalam menaruh kebijakan harusnya paksa mereka untuk jadikan korporasi bisnis platform itu agar di public servise obligation ( PSO) kan karena akan berdampak pada masyarakat luas. Selain dorong kebijakan pengembangan bisnis platform koperasi dengan siapkan inkubasi inovasinya, venture capitalnya dan juga kebijakan dukungan ke pengembangan content dan riset.

  • Baca juga: Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

***

Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Startegis (AKSES)

Tags: #Grab,#GOJEK
 
 
 
 
 
Previous Post

CNAF Kembali Raih Predikat Mutifinance Berkinerja ‘Sangat Baik”

Next Post

BI Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 5,25%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Puspayoga Lepas Ekspor Kopi Bali ke Korea

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance