JAKARTA, Stabilitas.id – Holding Ultra Mikro (UMi) telah terbukti menjadi solusi efektif dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat mikro dan ultra mikro di Indonesia. Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM di bawah naungan Holding UMi telah memberikan dampak positif dan menjadi sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan bagi BRI Group.
“Holding UMi telah menjadi sumber pertumbuhan baru karena BRI memiliki strategi mendorong nasabah untuk naik kelas, memperbesar customer base, dan melayani masyarakat dengan biaya se-efesien mungkin,” ungkap Sunarso, Direktur Utama BRI pada Jum’at (12/01/24).
Holding UMi memberdayakan masyarakat UMi melalui tiga tahapan: empower, integrate, dan upgrade. Pada tahap empower, PNM memberdayakan usaha kelompok masyarakat pra-sejahtera agar menjadi wirausaha mandiri. Pada tahap integrate, BRI menyediakan KUR Mikro dan Pegadaian menawarkan produk gadai untuk usaha yang berkembang. Pada tahap upgrade, BRI melayani ultra mikro yang naik kelas ke segmen mikro dengan produk kredit komersial seperti Kupedes.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, “Untuk membangkitkan masyarakat UMi masuk ke akses financing dan sustainable perlu tiga aspek pemberdayaan: menurunkan operating cost, perluasan penjaminan, dan pembinaan.”
Holding UMi menargetkan untuk melayani 45 juta masyarakat unbankable hingga 2024. Per September 2023, Holding UMi telah melayani 36,6 juta debitur, dengan total outstanding kredit mencapai Rp590,7 triliun.
Holding UMi memanfaatkan outlet fisik, channel digital, dan AgenBRILink untuk menyalurkan kredit. Per September 2023, Holding UMi memiliki 15.300 outlet fisik dan 1.016 Senyum (Sentra Layanan Ultra Mikro). Jaringan tersebut didukung oleh 74.200 tenaga pemasar mikro.
Holding UMi merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Penulis : Tsavirha Almara





.jpg)










