Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor manufaktur. Emiten bersandi saham SMGR ini dianugerahi penghargaan predikat Excellent dalam ajang Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026.
Penghargaan tertinggi ini diberikan atas keberhasilan SIG menjalankan Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang berdampak langsung pada pencapaian zero fatality (nol kecelakaan fatal) sepanjang tahun 2025, sekaligus mendorong efisiensi biaya dan produktivitas kerja di seluruh lini produksi.
BERITA TERKAIT
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa prestasi ini merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan menempatkan aspek Health, Safety, and Environment (HSE) sebagai nilai fundamental dalam operasional bisnis.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras seluruh Insan SIG dalam meningkatkan budaya K3. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga keselamatan pekerja dan keberlanjutan bisnis,” ujar Vita dalam keterangan resminya, Sabtu (28/3/2026).
Inovasi Kepemimpinan: Dari VSL ke VFSL
Salah satu kunci sukses SIG dalam memperkuat budaya keselamatan kerja adalah penerapan strategi Visible Safety Leadership (VSL). Melalui skema ini, manajemen terjun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi dan intervensi konstruktif terhadap tindakan tidak aman.
Kini, SIG tengah bertransformasi menuju Visible-Felt Safety Leadership (VFSL). Dalam model ini, kepemimpinan keselamatan tidak hanya sekadar terlihat secara fisik, tetapi kepeduliannya juga harus dirasakan langsung oleh pekerja guna menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama.
Untuk mendukung operasional yang masif di enam anak usaha (Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa, SBI, Semen Baturaja, dan TLCC Vietnam), SIG mengandalkan beberapa instrumen strategis:
-
New CLSR: Penerapan Safety Golden Rules yang lebih implementatif.
-
Aplikasi SHESIG: Digitalisasi pelaporan K3 untuk seluruh karyawan dan mitra.
-
CSMS: Standarisasi ketat bagi seluruh kontraktor yang bekerja di lingkungan SIG.
Implementasi K3 yang ekselen tidak hanya berdampak pada keselamatan manusia, tetapi juga pada performa finansial. Pengurangan insiden kerja secara signifikan membantu SIG menekan biaya kompensasi dan meminimalisir downtime operasional, sehingga produktivitas bahan bangunan untuk pasar domestik maupun regional tetap terjaga optimal.
Sebagai holding BUMN semen dengan pangsa pasar luas hingga Asia dan Australia, SIG berkomitmen menjadikan aspek K3 sebagai pilar pendukung visi perusahaan dalam menyediakan solusi bahan bangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan pada kuartal II/2026 ini.***

















