• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Indonesia Tuntaskan Perundingan Perdagangan Bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia

by Stella Gracia
24 Juni 2025 - 10:56
17
VIEWS
Indonesia Tuntaskan Perundingan Perdagangan Bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia
0
SHARES
17
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id – Indonesia resmi menuntaskan perundingan substantif Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU), memperkuat posisi diplomasi ekonomi nasional di kawasan Eurasia yang strategis. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan Komisi EAEU Andrey Slepnev di sela forum internasional St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025.

Penyelesaian perundingan ini diumumkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan bilateral di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg. “Saya menyambut baik kesepakatan antara Indonesia dan Rusia dalam kerangka kerja sama kita di Uni Ekonomi Eurasia,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Selasa (24/6).

  • Baca juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

Kesepakatan ini menandai babak baru kerja sama ekonomi Indonesia dengan lima negara anggota EAEU: Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia. Sejak diluncurkan pada Desember 2022, perundingan telah melalui lima putaran serta sejumlah pertemuan intersesi. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan.

BERITA TERKAIT

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

Bawa 30 Perusahaan Tiongkok, Dubes RI Kantongi Komitmen Investasi US$ 2 Miliar

Gap Literasi Masih Tinggi, BI Perkuat Edukasi Keuangan Digital Lewat AKSI KLIK

Resmi! Prabowo-Trump Teken Kesepakatan Resiprokal: AS Pangkas Tarif Produk RI dari 32% Menjadi 19%

Menurut pernyataan resmi, seluruh aspek substantif dalam perundingan telah disepakati. Selanjutnya, kedua pihak akan segera menyelesaikan proses teknis dan ratifikasi untuk mempercepat pemberlakuan perjanjian.

Peluang Ekspor dan Akses Pasar Baru

FTA Indonesia–EAEU membuka potensi ekspor yang besar, terutama untuk produk unggulan nasional seperti minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya, kopra, kopi, karet alam, serta mentega kakao. Di sisi lain, Indonesia juga mengantisipasi peningkatan impor strategis dari kawasan EAEU, seperti gandum, fosfat, batu bara, bahan baku pupuk, dan besi setengah jadi.

Dengan populasi gabungan lebih dari 460 juta jiwa, perjanjian ini diproyeksikan memperluas akses pasar, mempermudah rantai pasok, serta mendorong peningkatan investasi dua arah antara Indonesia dan EAEU.

  • Baca juga: Bawa 30 Perusahaan Tiongkok, Dubes RI Kantongi Komitmen Investasi US$ 2 Miliar

“Dengan selesainya tahap substantif ini, saya harap kedua pihak dapat segera menyelesaikan tahapan akhir agar perjanjian dapat ditandatangani tahun ini,” ujar Menko Airlangga.

Mendag EAEU Andrey Slepnev menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. “Ini adalah langkah besar menuju hubungan perdagangan modern. Komisi Ekonomi Eurasia siap menandatangani perjanjian tahun ini dan menyelesaikan persyaratan teknis yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Diversifikasi Pasar Ekspor

Perjanjian ini menjadi bagian dari strategi besar Indonesia dalam mendiversifikasi pasar ekspor ke kawasan non-tradisional. Kawasan EAEU dinilai memiliki potensi ekonomi besar, dengan rata-rata pertumbuhan PDB mencapai 4,4%—lebih tinggi dari rerata global.

Berdasarkan Joint Feasibility Study, implementasi perjanjian diperkirakan akan mendorong ekspor Indonesia secara signifikan di sektor pertanian dan industri berbasis sumber daya. Pada triwulan I-2025, total nilai perdagangan Indonesia–EAEU tercatat sebesar USD 1,57 miliar, naik tajam 84,63% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain perdagangan, Indonesia juga mendorong investasi dari negara-negara anggota EAEU di sektor prioritas seperti industri pengolahan, transportasi, logistik, pertambangan, dan pertanian. Nilai realisasi investasi dari kawasan ini mencapai USD 273,7 juta sepanjang 2024.

  • Baca juga: Gap Literasi Masih Tinggi, BI Perkuat Edukasi Keuangan Digital Lewat AKSI KLIK

Dengan implementasi FTA ini, Indonesia berpotensi menjadi pintu masuk distribusi dan logistik ke Asia Tenggara, sementara EAEU membuka akses strategis ke pasar Eropa Timur dan Asia Tengah.

Turut hadir mendampingi Menko Airlangga dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono serta Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov. ***

Tags: Free Trade AgreementIndonesia - RusiaKemenko PerekonomianPerdagangan BebasUni Ekonomi Eurasia
 
 
 
 
 
Previous Post

BNI Raih Pengakuan Internasional sebagai Best Companies to Work for in Asia

Next Post

Dukung Pembiayaan Inklusif dan Berkelanjutan, BRI Terbitkan Social Bond Rp5 Triliun 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Dukung Pembiayaan Inklusif dan Berkelanjutan, BRI Terbitkan Social Bond Rp5 Triliun 

Dukung Pembiayaan Inklusif dan Berkelanjutan, BRI Terbitkan Social Bond Rp5 Triliun 

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance