JAKARTA, Stabilitas.id – Ummi Salamah, produsen jamu Akar Jawi asal Pamotan, Rembang, Jawa Tengah, sukses mengangkat namanya ke tingkat internasional. Didampingi oleh Rumah BUMN (RB) yang dikelola PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Ummi Salamah mampu memperkenalkan produknya hingga ke Belanda dan Malaysia.
Merintis perjalanan usahanya pada 2011 dengan membuat masker wajah untuk mengatasi jerawat, Ummi Salamah menggunakan pengetahuan farmasi jamu yang didapat saat kuliah di Yogyakarta. Seiring waktu, ia mulai bereksperimen dengan minuman berbahan rempah tradisional. Pada 2013, karena kendala izin untuk masker wajah, ia berinovasi dan mulai memproduksi minuman rempah dengan modal awal hanya Rp200 ribu. (15/01)
“Awalnya saya titip produk untuk dijual di RB Rembang, syukurlah hasil penjualannya memuaskan. Saya juga dapat pendampingan pemasaran, pembukuan, membuat database pelanggan, sampai diajak ke pameran-pameran yang menambah pengalaman dan membuat produk saya dikenal luas. Bahkan produk minuman rempah Akar Jawi yang diikutsertakan dalam pameran Tong Tong Fair di Belanda pada 2022 lalu habis terjual,” ujar Ummi Salamah.
BERITA TERKAIT
Akar Jawi, yang awalnya diperoleh dari resep ibu mertuanya yang merupakan penjual jamu, kini telah mengalami perkembangan pesat. Dibantu oleh tiga karyawan, Akar Jawi memiliki beragam varian minuman rempah, melibatkan bahan-bahan seperti kunyit asem, jahe merah, kunyit, kunyit putih, temu lawak, jahe sereh, dan wejeh (jamu pelancar ASI).
Dengan pemasaran yang dilakukan secara masif, baik secara offline maupun online melalui media sosial dan marketplace, Akar Jawi telah berhasil memperluas pasar hingga ke luar Rembang, mencakup wilayah seperti Boyolali, Yogyakarta, Magelang, Purwakarta, dan Kalimantan. Bahkan, produknya diminati oleh reseller di Malaysia.
Menurut Ummi Salamah, keberhasilan Akar Jawi tak lepas dari bahan alami terbaik yang diperoleh langsung dari petani lokal dan proses kristalisasi yang menghasilkan minuman rempah tanpa endapan, bahan pengawet, atau tambahan lainnya, sehingga menghasilkan produk yang enak, segar, dan menyehatkan.
Dukungan dari RB Rembang, yang merupakan inisiatif PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, terbukti sangat efektif dalam mengembangkan UMKM di daerah tersebut. Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, menyatakan bahwa RB Rembang merupakan wadah pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang berhasil meningkatkan kompetensi dan daya saing usaha. Hingga saat ini, RB Rembang telah memiliki 371 mitra binaan yang semuanya telah naik kelas, memberikan lapangan kerja bagi 1,527 orang.
“RB Rembang merupakan bukti komitmen SIG dalam pemberdayaan UMKM yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia,” kata Vita Mahreyni. Dengan adanya pembinaan dan pendampingan komprehensif, UMKM didorong untuk menjalankan usaha secara profesional, melek teknologi, dan memanfaatkan infrastruktur digital untuk mendukung pemasaran dan penjualan secara online, sehingga produk-produk lokal dapat dijangkau oleh masyarakat lokal hingga mancanegara.
Penulis: Syahrani
















