• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Pariwisata

Kemenhut Pastikan Pembangunan Pulau Padar Sesuai EIA dan Prinsip Konservasi

by Stella Gracia
16 September 2025 - 10:43
30
VIEWS
Kemenhut Pastikan Pembangunan Pulau Padar Sesuai EIA dan Prinsip Konservasi
0
SHARES
30
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id – Kementerian Kehutanan menegaskan seluruh kegiatan pembangunan sarana dan prasarana wisata alam di kawasan Taman Nasional Komodo (TN Komodo) harus mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku serta mengedepankan perlindungan satwa Komodo dan ekosistem sekitarnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Krisdianto, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, merespons perhatian publik atas rencana pembangunan oleh PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE) di Pulau Padar. Ia menilai isu ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian Komodo sebagai satwa endemik sekaligus pentingnya menjaga Pulau Padar yang telah menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO.

  • Baca juga: BPDLH dan Norwegia Tandatangani Contribution Agreement Pengurangan Emisi

“Setiap tahapan pembangunan resort di Pulau Padar wajib mematuhi peraturan perundang-undangan, rekomendasi dokumen Environmental Impact Assessment (EIA), serta kaidah konservasi satwa Komodo. Kami memastikan bahwa PT KWE harus mengikuti arahan teknis yang ditetapkan, termasuk pembatasan pembangunan di sekitar habitat dan sarang Komodo,” ujar Krisdianto dalam keterangan resminya, Senin (15/9/2025).

BERITA TERKAIT

BPDLH dan Norwegia Tandatangani Contribution Agreement Pengurangan Emisi

Menparekraf: Kenaikan Tarif Masuk Kawasan TN Komodo untuk Biaya Konservasi Jasa Ekosistem

Dasar Hukum dan Tahapan Pembangunan

PT KWE tercatat sebagai pemegang Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPSWA/PB-PSWA) sesuai Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor SK.796/Menhut-II/2014, dengan konsesi seluas 426,07 hektare di Pulau Komodo dan Pulau Padar. Dari total itu, rencana pembangunan di Pulau Padar terbatas pada 15,37 hektare atau sekitar 5,6% konsesi.

Pengembangan dibagi dalam tujuh blok dan lima tahapan pembangunan. Pada akhir 2020–awal 2021, PT KWE sempat membangun pondasi 148 tiang di Pulau Padar. Namun, setelah arahan resmi terkait penyusunan dokumen EIA disampaikan Dirjen KSDAE pada Juni 2022, pembangunan dihentikan hingga dokumen selesai.

Konsultasi Publik dan Rekomendasi

PT KWE telah menyusun dokumen EIA bersama tim ahli dari IPB dan menggelar konsultasi publik pada 23 Juli 2025 di Labuan Bajo, yang dihadiri pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan LSM.

Hasil konsultasi merekomendasikan sejumlah hal, antara lain pembatasan pembangunan maksimal 9–10% di Blok 1 hingga 6 untuk menghindari tumpang tindih dengan habitat dan sarang Komodo, pembangunan jalan yang lebih ramah lingkungan dengan konsep elevated tanpa penebangan pohon, serta perlindungan radius minimal 10 meter dari sarang Komodo.

  • Baca juga: Menparekraf: Kenaikan Tarif Masuk Kawasan TN Komodo untuk Biaya Konservasi Jasa Ekosistem

Selain itu, PT KWE juga diminta membangun kemitraan dengan pelaku pariwisata lokal, perguruan tinggi, serta sekolah pariwisata untuk memperkuat pengelolaan ekowisata secara berkelanjutan.

Mess Karyawan dan Pengawasan Kawasan

Kementerian Kehutanan juga menjelaskan mengenai pembangunan mess karyawan oleh PT Palma Hijau Cemerlang (PHC) berdasarkan perjanjian kerja sama dengan Balai TN Komodo pada Oktober 2024. Bangunan berbahan kayu ini bersifat non-permanen dan hanya digunakan sebagai tempat berteduh bagi karyawan yang bertugas menjaga kawasan, sehingga tidak memerlukan dokumen Amdal/UKL-UPL tambahan.

Kondisi Populasi Komodo Stabil

Balai TN Komodo bersama Yayasan Komodo Survival Program (KSP) memastikan populasi Komodo di Pulau Padar masih stabil dalam tiga tahun terakhir. Data monitoring 2025 bahkan menunjukkan indikasi peningkatan populasi, meskipun hasil lengkap masih menunggu analisis menyeluruh.

Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat

Menurut Krisdianto, pengelolaan wisata alam di TN Komodo juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. “Saat ini ada lebih dari 200 warga lokal yang terlibat langsung sebagai pemandu wisata, penyedia makanan, minuman, hingga souvenir. Lebih luas lagi, ekowisata di Labuan Bajo mendukung ribuan lapangan kerja sektor pariwisata,” jelasnya.

Secara regional, ekowisata di Labuan Bajo mendorong terbukanya 4.572 lapangan kerja sektor pariwisata, dengan 113 hotel/penginapan, 89 usaha makanan dan minuman, serta 537 kamar kapal wisata.

  • Baca juga: Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Komitmen Kementerian

Krisdianto menegaskan Kementerian Kehutanan akan terus mengawal agar pembangunan sarana wisata di Pulau Padar tidak melanggar prinsip konservasi. “Kami juga mengajak semua pihak menunggu hasil penilaian UNESCO/World Heritage Committee (WHC) serta bersama-sama menjaga integritas informasi dengan tidak menyebarkan kabar yang tidak akurat,” tutupnya. ***

Tags: EIA Komodoekowisata Labuan BajoKementerian Kehutanankonservasi satwa endemikpembangunan wisata alampopulasi KomodoPT Komodo Wildlife EcotourismPT Palma Hijau CemerlangPulau PadarTaman Nasional Komodo
 
 
 
 
 
Previous Post

Pemerintah Luncurkan Program Paket Ekonomi 2025, Perkuat Penyerapan Tenaga Kerja dan Pertumbuhan

Next Post

Beton Decking Jadi Investasi Efisien, Semen Merah Putih Tawarkan Solusi Konstruksi Andal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

Garuda – Citilink Indonesia Kuasai Pangsa Pasar Domestik

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 13:56

Garuda Indonesia, Kemenpar, dan Mastercard merilis program stopover bebas biaya terbang domestik guna memperluas distribusi turis asing ke daerah prioritas....

Mulai 23 Februari, Simak Jadwal Lengkap Kereta Panoramic Tambahan Rute Jawa Tengah

Mulai 23 Februari, Simak Jadwal Lengkap Kereta Panoramic Tambahan Rute Jawa Tengah

by Stella Gracia
25 Februari 2026 - 12:44

Stabilitas.id — PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) resmi menghadirkan perjalanan tambahan Kereta Panoramic untuk relasi Jakarta–Yogyakarta hingga Solo (PP)...

Kolaborasi BRI dan KAI Mudahkan Transaksi Digital di Loko Café dan Resto on Train

Kolaborasi BRI dan KAI Mudahkan Transaksi Digital di Loko Café dan Resto on Train

by Stella Gracia
23 Desember 2024 - 19:23

JAKARTA, Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan...

Wise Indonesia: Gisella Cindy Berikan Tips Bagi Warga Indonesia Yang Ingin Pindah ke Luar Negeri

Wise Indonesia: Gisella Cindy Berikan Tips Bagi Warga Indonesia Yang Ingin Pindah ke Luar Negeri

by Stella Gracia
18 Desember 2024 - 18:44

JAKARTA, Stabilitas.id – Tingginya gaji, peluang sosial-ekonomi yang lebih baik, serta prestise tinggal di luar negeri terus menarik minat banyak...

LPS Dukung Pariwisata Nasional dengan IQTC 2024

LPS Dukung Pariwisata Nasional dengan IQTC 2024

by Stella Gracia
1 September 2024 - 16:28

JAKARTA, Stabilitas.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berupaya untuk mendorong pariwisata berkualitas di Tanah Air, yang diimplementasikan dengan mendukung penuh...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Beton Decking Jadi Investasi Efisien, Semen Merah Putih Tawarkan Solusi Konstruksi Andal

Beton Decking Jadi Investasi Efisien, Semen Merah Putih Tawarkan Solusi Konstruksi Andal

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance