Jakarta – PT CIMB Niaga Tbk berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih konsolidasi tahun buku 2011 sebesar 25 persen dari posisi 2010 yang sebesar Rp2,55 triliun menjadi Rp3,17 triliun pada akhir 2011. Pencapaian laba itu didukung peningkatakan laba operasional perseroan sebesar 17 persen menjadi Rp10,3 triliun dari perolehan 2010 sebesar Rp8,37 triliun.
Dijelaskan Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Arwin Rasyid, peningkatan laba operasional ini oleh karena adanya pertumbuhan kredit sebesar 20 persen dari posisi 2010 sebesar Rp104,89 triliun menjadi Rp 125,7 triliun di 2011. Pertumbuhan kredit, lanjut dia, terjadi di semua segmen, antara lain komersial 23 persen, korporasi 19 persen, dan retail 14 persen. "Retail secara presentasi memang lebih rendah, itu karena memang di industri terjadi persaingan yang sangat ketat," ungkap Arwin.
Dia menambahkan, CIMB Niaga mencatat penyaluran kredit Mikro Laju dan pembiayaan otomotif anak usaha, PT CIMB Niaga Auto Finance yang tumbuh sangat signifikan dibanding pertumbuhan kredit di sektor lain. "Hingga akhir 2011, penyaluran kredit Mikro Laju perseroan dan pembiayaan otomotif CNAF tumbuh masing-masing sebesar 352 persen dan 111 persen menjadi Rp1,22 triliun dan Rp8,28 triliun," ujarnya Arwin dalam press conference di Jakarta, Rabu (22/2/2012).
BERITA TERKAIT
Menurut Arwin, penyaluran kredit tersebut juga didukung oleh pertumbuhan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada 2011 sebesar 12 persen menjadi senilai Rp131,81 triliun. Pertumbuhan DPK dan kredit itu, kata dia, menunjukkan konsistensi perseroan dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi. "Dibanding periode sebelumnya, dana murah termasuk giro dan tabungan (CASA/Current Account Savings Account) naik 14 persen menjadi Rp58,42 triliun pada 2011," tambahnya.
Sementara dari sisi Non Performing Loan (NPL), secara gross terjadi kenaikan menjadi 2,64 persen pada 2011 dari 2,59 persen pada 2010. Namun, namun secara net NPL turun menjadi 1,46 persen dari 1,92 persen. Net Interst Margin (NIM) perseroan turun menjadi 5,65 persen pada 2011 dari 6,43 persen pada 2010.
CIMB Niaga sepanjang 2011 meraih total aset mencapai Rp164,14 triliun atau naik dibanding 2010 sebesar Rp142,64 triliun. Namun total kewajiban perseroan juga naik menjadi Rp146,09 triliun pada 2011 dari Rp129,05 triliun pada 2010, sedang ekuitas naik menjadi Rp18,05 triliun dari Rp13,59 triliun.
Untuk pengembangan ekspansi sepanjang 2011, CIMB Niaga juga mencatatkan penambahan jaringan kantor cabang secara keseluruhan menjadi 901 dari sebelumnya 751 jaringan kantor pada 2010. Pertumbuhan kantor cabang ini juga dibarengi dengan bertambahnya jumlah ATM sebanyak 455 ATM menjadi 1.749 ATM pada 2011, dari 1.304 ATM pada akhir 2010.
















