• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Internasional

Lima Tempat Perjalanan Bisnis yang Berubah Pasca Pandemi

BBC Travel menyoroti destinasi yang membuka perbatasan mereka dan mengeksplorasi hal-hal menarik yang dapat dilakukan wisatawan dengan aman dan berkelanjutan.

by Stella Gracia
2 Mei 2022 - 12:17
29
VIEWS
Lima Tempat Perjalanan Bisnis yang Berubah Pasca Pandemi
0
SHARES
29
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id – Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang signifikan di berbagai sektor bisnis, salah satunya bisnis perjalanan. Ini membuat para pebisnis utamanya dengan tujuan destinasi internasional, mengalami kesulitan di masa pandemi ini. Hal ini diperkuat dengan berkembangnya teknologi video call dan video konferensi yang dengan cepat menggantikan kunjungan di tempat dan pertemuan klien secara langsung.

Seiring dengan membaiknya kondisi pandemi ini, perlahan-lahan perjalanan bisnis yang berkaitan dengan perkerjaan, telah bangkit kembali secara massive di tahun 2022. Menurut data dari perusahaan manajemen perjalanan TripAction yang dikutip BBC, pemesanan tiket untuk perjalanan bisnis pada tiga bulan pertama tahun 2022 saja telah melampaui lebih dari setengah pemesanan tiket di tahun 2021.

  • Baca juga: Pacu Pariwisata dan UMKM, BI Catat Inbound QRIS Antarnegara Capai Rp 1,85 Triliun

Pemesanan ini mengalami peningkatan hingga 875% pada periode Maret 2021 hingga Maret 2022. Ditambah lagi, dengan pekerjaan yang bisa dilkukan secara jarak jauh, para business traveller ini biasanya menambah waktu perjalanan mereka hingga beberapa hari. Lebih dari sepertiga business traveller memesan akomodasi lebih lama empat hingga tujuh hari dari waktu yang diberikan.

BERITA TERKAIT

Pacu Pariwisata dan UMKM, BI Catat Inbound QRIS Antarnegara Capai Rp 1,85 Triliun

QRIS Resmi Bisa Digunakan di Jepang, Tandai Ekspansi Lintas ASEAN

CIMB Niaga dan Cathay Pacific Hadirkan World Cathay Card: Revolusi Gaya Hidup Traveler Modern

Wise Indonesia: Gisella Cindy Berikan Tips Bagi Warga Indonesia Yang Ingin Pindah ke Luar Negeri

Saat ini pembatasan pandemi dan kewajiban untuk melakukan karantina telah diangkat di berbagai negara, beberapa tempat bahkan mengalami peningkatan tajam di sektor perjalanan bisnis ini. Dilansir dari BBC.com, terpilih lima negara yang mengalami titik balik yang mengesankan di berbagai wilayah internasional. Hal ini dipilih berdasarkan jumlah pemesanan perjalanan bisnis internasional (yang mencakup penerbangan, hotel, kereta api dan mobil hitam) dalam platform TripAction.

  1. Britania Raya (UK)

Dengan pesanan perjalanan bisnis terbanyak di eropa, berdasarkan dari TripAction, Inggris menjadi tempat favorit para pebisnis melakukan perdagangan internasional. Pertemuan secara langsung menjadi hal yang penting dalam budaya mereka.

“Banyak perusahaan Global yang memiliki Headquarters di London,” ungkap Ioanna Karelia, Founder of Be Yout Maverick online business. “Membahas bisnis secara langsung terkadang diperlukan untuk menumbuhkan rasa kepercayaan dan mempermudah kesepakatan” lanjutnya. Inggris telah mencabut aturan pembatasan perjalanan Covid-19 (termasuk tes saat kedatangan dan pengisian formulir) di pertengahan Maret 2022 dan lonjakkan wisatawan yang melakukan perjalanan bisnis telah terbukti.

“Bisnis Traveller sudah mulai berdatangan dari penjuru dunia,” ungkap Harrison Sharrett, selaku Marketing Manager dari perusahaan penyawaan kantor Prime Office Space. “Kami melihat perubahan permintaan untuk co-working spaces dan pilihan tempat fleksibel lainnya agar kondusif untuk penyewaan jangka pendek,” jelasnya.

Sementara sebagain besar aturan pembatasan telah dicabut, setiap negaranya (Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara) memiliki aturannya sendiri-sendiri yang harus di periksa oleh wisatawan sebelum melakukan perjalanan

  1. Spanyol

Dengan pesanan perjalanan bisnis terbanyak kedua di benua eropa (setelah UK), Spanyol telah menjadi destinasi para wisatawan yang melakukan perjalanan bisnis, khusunya holiday gathering perusahaan dan meningkat cukup kuat selama pasca-pandemi, terutama di kawasan Catalonia yang memang pusat bisnis dan berkembangnya perekonomian.

“Di masa sebelum pandemi, kami biasanya menerima rata-rata dua hingga tiga acara perusahaan dalam sebulan,” ungkap Richard Calvin, selaku pemilik dari Charming Villas Catalonia. “Sejak Natal, kami sekarang menerima rata-rata delapan hingga sepuluh pesanan dalam sebulan” lanjutnya.

Gaya perjalanan pun juga mengalami perubahan. Sebelumnya, perusahaan meminta tempat yang dekat dengan Barcelona dan menghabiskan waktu di kota, sekarang kebanyakan dari mereka meminta untuk melakukan kegiatan yang lebih countryside-based.

  • Baca juga: QRIS Resmi Bisa Digunakan di Jepang, Tandai Ekspansi Lintas ASEAN

Perusahaan yang melakukan perjalanan bisnis ke spanyol juga memperhatikan lingkungan lebih serius dari sebelumnya. Lebih banyak perusahaan yang meminta mobil listrik atau hibrida dan memilih bisnis lokal daripada perusahaan global.

  1. Mexico

Sebagai negara dengan pesanan perjalanan bisnis di negara Amerika Latin, Mexico mempertahankan beberapa kebijakan perjalanan terbuka selama pandemi, dengan mengijinkan para wisatawan yang melakukan perjalanan melalui udara, baik itu dengan tujuan bisnis maupun liburan terlepas dari status vaksinasinya. Dengan ini, Mexico telah memanfaatkan teknologi digital yang meningkatkan pesanan retret perusahaan, karena karyawan mengambil kesempatan ini untuk berkumpul di luar ruang kantor pusat resmi.

Guadalajara sebagai kota terbesar kedua di Mexico setelah Mexico City, telah membuat investasi besar dalam dunia bisnis selama dua tahun terakhir. Convention Centre terbesar di negara itu, Expo Guadalaraja, menghasilkan lebih dari $23 juta Mexico pesos selama pandemi untuk memfasilitasi praktik higienis, menerapkan prosedur pengujian dan membangun area isolasi.

  1. India

Meskipun bisnis perjalanan mengalami kemunduran selama pandemi, India tetap menjadi pemimpin di pesanan perjalanan bisnis di kawasan Asia-Pasifik menempati urutan kedua setelah Australia. Faktanya, banyak maskapai yang menyediakan perjalanan baru tanpa henti antara kedua negara, yang akan mempermudah para business traveller.

Tanda-tanda kebangkitan bisnis di India ini dikonfirmasi oleh masyarakat lokal. “Jalanan kembali normal sekarang dan memakan banyak waktu untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain,” ungkap Seema Roy, Managing Director Area Preferred Hotels dan Resort yang juga penduduk New Delhi.

Roy juga mengatakan bahwa travellers harus mempersiapkan diri untuk perubahan signifikan yang dilakukan hotel agar meningkatkan keamanan dan keselamatan. Seperti, thermal scanning, contactless check-in dan check-out, dan digital menu di restoran.

Para wisatawan saat ini tidak harus melakukan tes PCR saat tiba di India, namun mereka harus mengunggah self-declaration form dan mengenakan masker di sebagian besar tempat dan aturan di berbeda di setiap negara bagian.

  1. Canada

Menempati peringkat ke-9 dalam pesanan perjalanan bisnis tahun ini, Kanada mengalami peningkatan dalam destinasi perjalanan bisnis. Sebagian besar pelaku wisata Kanada adalah masyarakat dalam negeri yang melaksanakan remote-working dengan lebih dari 27% karyawan di Kanada melakukan workcation tahun ini.

  • Baca juga: CIMB Niaga dan Cathay Pacific Hadirkan World Cathay Card: Revolusi Gaya Hidup Traveler Modern

Perjalanan internasional juga diharapkan mengalami peningkatan. Kanada mencabut aturan testing pada bulan April bagi para wisatawan yang sudah di vaksin. Diharapkan hal ini dapat meningkatkan minat para pencari kerja dan konferensi luar negeri.

“Kami menyadari bahwa perjalanan bisnis menjadi sektor yang mengalami peningkatan dalam usaha kami,” uangkap Connor Griffiths pemilik penginapan Lifty Life yang juga bertempat tinggal di Vancouver. Griffiths juga mengingatkan bahwa Kanada merupakan negara dengan harga mobile data termahal di dunia. Ia menyarankan para wisatawan untuk mempersiapkan layanan internet yang memiliki internasional plan, agar biayaya menjadi lebih murah.***

Tags: #PariwisataPasca-PandemiPerjalanan BisnisPerjalanan Wisata
 
 
 
 
 
Previous Post

Amazon Laporkan Kerugian dalam Penjualan Online Internasional

Next Post

Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Manfaatkan Alat Otomatis Artex AI: Peretas Tembus Sistem Tujuh Bank Raksasa di Seoul

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:49

Korea Selatan menyelidiki pembobolan data 68.000 nasabah di tujuh bank terkemuka akibat serangan siber otomatis berbasis Artex AI. Stabilitas.id - Pemerintah...

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:11

Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95 persen pada kuartal III/2026 ditopang ekspor dan investasi, memicu ADB merevisi proyeksi pertumbuhan tahunan menjadi 7,8...

Garuda – Citilink Indonesia Kuasai Pangsa Pasar Domestik

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 13:56

Garuda Indonesia, Kemenpar, dan Mastercard merilis program stopover bebas biaya terbang domestik guna memperluas distribusi turis asing ke daerah prioritas....

Setahun Berjalan, Bullion Bank Pegadaian dan BSI Himpun 153 Ton Emas

Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

by Stella Gracia
23 September 2026 - 10:36

Tiongkok membukukan rekor impor emas melampaui 1.000 ton senilai Rp2.811 triliun. Manuver ini menjadi langkah mitigasi risiko seiring kolapsnya properti...

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:49

IMF membunyikan alarm terkait rasio utang publik global yang akan melampaui 100% PDB pada 2029. Investor mulai rekalibrasi portofolio menjauhi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin

Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance