JAKARTA, Stabilitas–IKNB memegang porsi 20,8 persen dari total aset sektor jasa keuangan atau memiliki aset Rp1.845 triliun pada akhir 2016 walaupun tahun itu merupakan tahun yang sulit terlebih dalam beberapa waktu terakhir dinamika perekonomian global dan internasional berjalan begitu cepat.
Kepala Eksekutif Pengawas IKNB, mengatakan walaupun melewati masa-masa sulit, tentu ada beberapa kabar baik yang telah dicapai oleh perekonomian Indonesia. “Kami mencatat capaian kinerja Industri Keuangan Non Bank masih positif dan mengalami pertumbuhan lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Aset IKNB mengalami pertumbuhan,”kata Firdaus, pada keynote speech dalam OJK Dialog, Sosialisasi Peraturan mengenai Lembaga Penjamin, di Jakarta, Kamis (16/2).
LJKK dan BPJS cukup memberi kontribusi salam mengaplikasikan salah satu nawacita pemerintah yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perkembangan aset LJKK dan aset kelolaan BPJS selama setahun terakhir mengalami peningkatan masing-masing 16 persen dan 25,4 persen.
“Fungsi LJKK dalam perekonomian sangat vital dimana LJKK melayani masyarakat golongan menengah ke bawah atau UMKM, beberapa LJKK juga memiliki tugas khusus dari pemerintah,”lanjut Firdaus.
Beberapa tugas khusus dari pemerintah kepada LJKK adalah peningkatan ekspor dan menciptakan perumahan yang layak. Demikian juga BPJS yang memberikan perlindungan kesehatan dasar bagi masyarakat dan perlindungan terhadap tenaga kerja.
OJK menyadari pihaknya masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaan tugas dan kewenangannya. “Meskipun demikian kami berharap banyak memberikan kontribusi dalam pengembangan industri LJKK dan BPJS termasuk mensinergikan program pengembangan LJKK dan BPJS ke dalam program prioritas pembangunan Indonesia,”lanjut Firdaus.
Sampai saat ini BPJS Kesehatan telah melayani 171,9 juta rakyat melalui program jaminan kesehatan nasional. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan melindungi 22,6 juta peserta dalam Program Kecelakaan Kerja dan Program Jaminan Kematian . Selanjutnya untuk program Jaminan Hari Tua dan Program Jaminan Pensiun masing-masing mencapai 13,7 juta peserta dan 9,1 juta peserta.














