Memasuki usia lima tahun, BCA Digital mencatat pertumbuhan DPK 20% yoy pada Semester I-2026, didorong oleh masifnya penetrasi nasabah Gen Z pada ekosistem blu 2.0.
Stabilitas.id – Memasuki usia setengah dekade, PT Bank BCA Digital (BCA Digital) sukses membukukan tren pertumbuhan bisnis yang sangat impresif. Penetrasi layanan perbankan digital blu kini semakin masif, terutama dalam merebut hati nasabah dari kalangan Generasi Z (Gen Z) dan milenial.
Performa Semester I-2026 merekam lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA Digital hingga 20 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan volume dana segar ini berbanding lurus dengan pertumbuhan nasabah bersih atau Net Open Customer (NOC) yang meroket 25 persen yoy. Komposisi nasabah perseroan saat ini sangat bertumpu pada dominasi Gen Z yang menyumbang porsi 56 persen, disusul oleh segmen milenial sebesar 35 persen.
Direktur Bisnis BCA Digital, Aditya Wahyu Windarwo, memandang fase lima tahun pertama ini sebagai momentum krusial bagi blu untuk membangun fondasi, kepercayaan publik, serta skala bisnis. Aditya menyebutkan bahwa BCA Digital mewarisi rekam jejak emas dan kepercayaan dari Grup BCA, namun tetap beroperasi dengan DNA perusahaan teknologi yang gesit dan adaptif.
BERITA TERKAIT
“Memasuki fase ekspansi ke depan, fokus kami adalah deepening ecosystem, di mana kami memastikan blu tidak sekadar menjadi aplikasi perbankan digital pilihan, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup finansial harian masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” papar Aditya melalui keterangan resminya, Rabu (16/9/2026).
Kalangan Gen Z sekaligus tampil sebagai mesin penggerak akuisisi nasabah baru dengan angka pertumbuhan tertinggi mencapai 30 persen yoy. Aktivitas transaksi melalui aplikasi blu juga terpantau terus mendaki seiring bertambahnya populasi pengguna. Merujuk pada data per 31 Agustus 2026, volume transaksi digital di luar transfer sepanjang tiga tahun terakhir sukses melompat 186 persen menyentuh angka Rp13,13 triliun.
Ekspansi transaksi blu rupanya telah menembus batas domestik. Penggunaan fitur bluValas untuk kebutuhan internasional sepanjang Semester I-2026 melonjak tajam hingga 435 persen yoy dari sisi jumlah transaksi, sementara volume transaksinya terbang 535 persen yoy. Fitur ini memanjakan nasabah untuk bertransaksi di mancanegara menggunakan kartu fisik, kartu virtual, maupun Garuda x bluDebit Card tanpa beban biaya konversi kurs untuk sejumlah mata uang utama dunia.
Pilar SIAP
Kinerja cemerlang turut mewarnai pilar simpanan dan investasi perseroan pada paruh pertama 2026. Pengguna fitur bluSaving tercatat tumbuh 38 persen yoy, sedangkan tabungan bersama bluGether menanjak 47 persen yoy. Segmen pelaku usaha juga merespons positif layanan bluBisnis yang menorehkan kenaikan pengguna sebesar 37 persen yoy. Lonjakan paling fantastis justru dicetak oleh layanan bluRDN yang meroket 225 persen yoy, membuktikan tingginya animo nasabah muda untuk terjun ke pasar modal melalui rekening dana nasabah.
Merespons dinamika kebutuhan finansial anak muda yang semakin kompleks, BCA Digital meracik ekosistem blu 2.0 melalui pendekatan finansial 360 derajat. Ekosistem ini bertumpu pada empat pilar utama bersandi SIAP, yakni Simpanan, Investasi, Asuransi, dan Pinjaman.
Pilar simpanan kini semakin komprehensif dengan kehadiran bluSaving, bluDeposit, bluGether, bluValas, hingga bluBisnis. BCA Digital bahkan memperluas jangkauan bluAccount for Teens agar dapat diakses oleh remaja mulai usia 10 hingga 17 tahun. Sektor investasi diakomodasi melalui kehadiran bluInvest untuk reksa dana dan emas digital, serta bluRDN hasil kolaborasi dengan BCA Sekuritas. Layanan proteksi turut memperkuat ekosistem lewat kehadiran bluInsurance, sementara kebutuhan likuiditas dana talangan dijawab secara taktis melalui fasilitas bluExtraCash.
Perayaan usia kelima ini juga menjadi tonggak keberhasilan BCA Digital menginfiltrasi ekosistem gaya hidup nasabah lewat integrasi Banking-as-a-Service (BaaS) bersandi blUnion. Rekapitulasi data hingga 31 Agustus 2026 membuktikan frekuensi transaksi melalui blUnion melesat lebih dari 50 persen di berbagai sektor. Lonjakan transaksi ini dipimpin oleh sektor belanja kebutuhan pokok yang tumbuh 70 persen yoy, disusul pembelian tiket bioskop 60 persen yoy, mobilitas transportasi 54 persen yoy, serta sektor kuliner (F&B) sebesar 51 persen yoy. ***

















