Jakarta – Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnis pembiayaan untuk sektor perdagangan (trade financing) baik perdagangan internasional, maupun perdagangan domestik. Untuk itu, Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) untuk mengasuransikan pembiayaan transaksi ekspor non-LC dan perdagangan domestik yang dilakukan Bank Mandiri.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Asuransi Pembiayaan Tagihan Ekspor dan perdagangan domestik dilakukan oleh Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri Sunarso dan Direktur Operasional ASEI Indra Noor di Plaza Mandiri pada Jumat (21/10).
Melalui kerjasama ini, ASEI sebagai BUMN yang bergerak di bidang usaha asuransi ekspor dan umum, akan memberikan pertanggungan kepada Bank Mandiri, baik terhadap risiko komersial maupun risiko politik, atas pengambil alihan tagihan nasabah eksportir Bank Mandiri
BERITA TERKAIT
Sunarso mengungkapkan sinergi antara solusi pembiayaan non LC yang komprehensif dari Bank Mandiri dengan produk asuransi pembiayaan tagihan ekspor dan perdagangan domestik dari ASEI akan memberikan nilai tambah terhadap kegiatan usaha pelaku bisnis yang pada akhirnya diharapkan dapat ikut membantu tumbuhnya perekonomian Indonesia.
”Kerjasama ini juga merupakan strategi bisnis Bank Mandiri dalam mengelola dan menimalisir resiko dalam pembiayaan ekspor non LC dan perdagangan domestik,” jelas Sunarso.
Ditambahkannya, Bank Mandiri berkeinginan untuk selalu dapat menjawab setiap kebutuhan nasabah baik dalam perdagangan internasional maupun lokal melalui solusi yang komprehensif dan layanan yang inovatif.
“Bank Mandiri diuntungkan dengan dominasinya di customer base segmen korporasi, luasnya jaringan correspondent banking dan ketersediaan akses terhadap rating counter-party nasabah ketika memberikan solusi pembiayaan non LC ini,” ungkap Direktur Commercial & Business Banking Sunarso.
Hingga akhir September 2011, volume transaksi perdagangan (trade) Bank Mandiri tercatat sebesar 94,5 miliar dollar AS, tumbuh 21,3 persen dari periode yang sama ditahun 2010 yang sebesar 77,9 miliar dollar AS.

















