Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) melaporkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Februari 2026 tetap berada di level optimis. Berdasarkan Survei Konsumen terbaru, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat sebesar 125,2, tetap kokoh di atas ambang batas 100.
Meskipun sedikit melandai dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 127,0, kuatnya IKK Februari 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang justru meningkat menjadi 115,9 dari sebelumnya 115,1.
Peningkatan IKE dipicu oleh menguatnya persepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja naik signifikan menjadi 118,5 pada Februari 2026, dibandingkan 114,8 pada bulan sebelumnya.
BERITA TERKAIT
Selain itu, Indeks Penghasilan Saat Ini juga tetap stabil di level 121,1. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada dinamika ekonomi global, arus pendapatan rumah tangga di Indonesia masih terjaga dengan baik.
“Keyakinan konsumen yang tetap kuat didorong oleh optimisme masyarakat terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang meningkat, yang kemudian menopang daya beli,” tulis Bank Indonesia dalam laporan resminya, Selasa (10/3/2026).
Dari sisi pengeluaran, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (consumption to income ratio) tercatat sebesar 73,6%, sedikit meningkat dari bulan lalu. Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan pinjaman (debt to income ratio) berada di level 10,6%, dan proporsi pendapatan yang disimpan (savings to income ratio) tercatat sebesar 15,8%.
BI mencatat bahwa kenaikan porsi konsumsi terutama terjadi pada kelompok responden dengan pengeluaran Rp2,1 juta hingga Rp3 juta per bulan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi sektor ritel dan industri barang konsumsi (consumer goods) nasional.
Ekspektasi 6 Bulan ke Depan
Untuk jangka menengah, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada di zona optimis pada level 134,4. Masyarakat terpantau sangat optimis terhadap kondisi bisnis 6 bulan ke depan dengan indeks sebesar 136,1, serta ekspektasi penghasilan yang berada di level 136,6.
Kuatnya keyakinan konsumen ini juga didukung oleh kondisi moneter yang stabil. Berdasarkan data pendukung, posisi Uang Primer Adjusted nasional per akhir 2024 mencapai Rp2.027,32 triliun, yang menjamin ketersediaan likuiditas dalam sistem keuangan untuk mendukung aktivitas ekonomi domestik.
Dengan IKK yang tetap tinggi di awal tahun 2026, Bank Indonesia optimis konsumsi rumah tangga akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ketidakpastian global. ***
















