• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home BUMN

Menyalakan Keadilan dari Timur: Listrik untuk NTT, Maluku, dan Papua

oleh Sandy Romualdus
11 Oktober 2025 - 10:43
68
Dilihat
Menyalakan Keadilan dari Timur: Listrik untuk NTT, Maluku, dan Papua

Pekerjaan pemasangan jaringan listrik program listrik masuk desa daerah tertinggal. (Foto; Antara)

0
Bagikan
68
Dilihat

Bagi Indonesia, kedaulatan energi tidak hanya diukur dari jumlah megawatt yang dihasilkan, tetapi dari seberapa jauh listrik menjangkau mereka yang paling jauh. Melalui komitmen Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat, PLN menghidupkan semangat pemerataan dengan menghadirkan listrik di wilayah 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar—sebagai fondasi bagi ekonomi rakyat, pendidikan, dan kesehatan. Di bawah langit timur Indonesia, energi kini bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang terus menyala.

Oleh Romualdus San Udika

Malam di Desa Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, kini tak lagi sunyi gulita. Di beranda rumah kayu miliknya, Yosepha Lete (42) menyalakan lampu neon yang menggantung di langit-langit. Anak-anaknya bisa belajar tanpa harus berteman asap pelita minyak tanah. “Dulu gelap total, hanya pakai lampu botol. Sekarang terang sekali,” ujarnya tersenyum.

Perubahan itu terjadi sejak jaringan listrik PLN menjangkau desanya pada pertengahan 2024. Sejak saat itu, warung kecil miliknya tak hanya buka siang, tapi juga malam. Penjualan meningkat dua kali lipat. “Listrik membuat hidup kami maju, tidak takut lagi malam-malam,” kata Yosepha.

BERITA TERKAIT

Energi Kuat, Bangsa Berdaulat: Arah Baru Ketahanan Energi Indonesia

Mimpi Besar Energi Hijau: Akselerasi Janji Menuju Aksi Berkelanjutan

PLN Lunasi Obligasi dan Sukuk Ijarah Rp351 Miliar, Pefindo Cabut Peringkat Efek

CIMB Niaga – PLN Kolaborasi Tingkatkan Pemahaman Pembiayaan Energi Terbarukan

Kisah seperti Yosepha bukan satu-satunya. Di banyak titik terpencil Indonesia Timur—dari Pulau Lembata di NTT, Kei Besar di Maluku Tenggara, hingga Nabire di Papua—listrik telah menjadi jembatan keadilan sosial. Hadirnya energi di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) bukan sekadar menghidupkan lampu, melainkan menggerakkan ekonomi rakyat, mengubah pola pendidikan, hingga memperkuat layanan kesehatan dasar.

Inilah wajah nyata dari energi berkeadilan—konsep yang menempatkan akses listrik sebagai hak dasar warga, bukan kemewahan.

Menerangi Seribu Pulau

Di provinsi kepulauan yang terdiri atas 1.192 pulau ini, tantangan elektrifikasi bukan perkara kecil. Topografi bergunung, jarak antar-pulau yang berjauhan, dan kepadatan penduduk rendah membuat investasi infrastruktur energi kurang menarik bagi swasta. Namun bagi PLN, NTT justru menjadi laboratorium keadilan energi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut bahwa “pembangunan listrik di NTT adalah bentuk nyata komitmen menghadirkan energi berkeadilan. Kami tidak melihat dari sisi komersial semata, tetapi sebagai tanggung jawab negara untuk menghadirkan terang di seluruh pelosok negeri.”

Hingga September 2025, rasio elektrifikasi NTT mencapai 97,8 persen, naik signifikan dari 85 persen lima tahun lalu. Capaian itu didorong oleh program Listrik Desa (Lisdes) PLN dan Bantuan Penerangan Berbasis Energi Surya (BPBL) dari Kementerian ESDM.

Sebanyak 83 desa di NTT kini menikmati listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal berkapasitas 50–500 kWp. Di Pulau Adonara dan Sabu Raijua, PLN bahkan membangun sistem hybrid solar-diesel untuk menjaga kontinuitas pasokan.

Menurut General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko, strategi hibridisasi adalah solusi paling realistis. “Kami ingin tidak ada lagi daerah gelap di NTT. Teknologi hybrid memperkecil emisi dan menekan biaya bahan bakar di pulau-pulau kecil,” ujarnya, seperti dialporkan Antara, Juli 2025.

Dampaknya terasa nyata. Di Kecamatan Kobalima, Malaka, para petani kini menggunakan pompa listrik untuk irigasi sawah. Sementara di Lembata, kelompok ibu-ibu menenun malam hari untuk memenuhi pesanan dari Kupang.

“Dulu hanya kerja siang, sekarang malam pun bisa. Produksi kain bisa dua kali lipat,” kata Martha Doi, perajin di Desa Lamalera.

Listrik yang Menyatukan Pulau

Jika NTT dikenal dengan gugusan seribu pulau, maka Maluku adalah negeri ribuan dermaga kecil—setiap pulau nyaris menjadi sistem energi tersendiri. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan listrik secara efisien tanpa kehilangan keandalan pasokan.

PLN merespons tantangan itu dengan program Integrated Electrification for Archipelago (IEA), yang menggabungkan PLTS hybrid, jaringan mini-grid, dan baterai penyimpanan energi (BESS) di 23 titik terpencil di Maluku dan Maluku Utara.

Hasilnya, rasio elektrifikasi di Maluku meningkat menjadi 98,17 persen pada 2025, naik dari 92 persen pada 2020 (data PLN UIW Maluku & Malut).

“Kami ingin setiap pulau di Maluku merasakan manfaat pembangunan, dari Pulau Banda sampai Kei Kecil,” kata General Manager PLN Maluku & Maluku Utara, Awaluddin Hafid, dalam siaran pers medio Maret 2025.

Bagi masyarakat, cahaya listrik bukan hanya simbol kemajuan, tapi juga pintu rezeki baru. Di Pulau Kei Besar, kelompok nelayan kini memiliki freezer berdaya listrik tenaga surya untuk menyimpan hasil tangkapan. Sebelum ada listrik, ikan harus dijual cepat dengan harga rendah. Kini mereka bisa menunggu harga pasar yang lebih baik.

Di Pulau Seram, sejumlah sekolah dasar menggunakan laptop tenaga surya hasil kerja sama PLN dengan Kementerian Pendidikan. Guru-guru bisa mengakses materi digital dan mencetak laporan hasil belajar.

“Anak-anak sekarang bisa belajar lewat video edukatif. Itu kemewahan yang dulu tak terbayang di sini,” ujar Fitriani Sihasale, guru SD di Seram Timur.

Pemerataan listrik di Maluku memperkuat fondasi ekonomi berbasis kelautan dan perikanan, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas sektor untuk membangun desa tangguh energi.

Cahaya di Pegunungan dan Pesisir

Tidak ada wilayah lain yang lebih menantang dari Papua ketika berbicara tentang energi berkeadilan. Medan berat, jarak antardaerah yang ekstrem, dan logistik mahal membuat banyak kampung lama hidup dalam kegelapan.

Namun dalam lima tahun terakhir, capaian elektrifikasi Papua melesat. Berdasarkan data resmi Kementerian ESDM (2025), rasio elektrifikasi Papua meningkat dari 48,75 persen pada 2019 menjadi 95,62 persen pada 2024.

Lonjakan itu didorong oleh program “Papua Terang” yang dijalankan PLN dengan dukungan penuh pemerintah. Program tersebut menghadirkan sistem kelistrikan berbasis energi surya off-grid dan mikrohidro di lebih dari 400 distrik di Papua dan Papua Barat.

“Kami membangun sistem kelistrikan berbasis potensi lokal. Di Pegunungan Tengah, tenaga air dari sungai digunakan untuk mikrohidro, sedangkan di wilayah pesisir kami gunakan PLTS komunal,” ujar Darmawan Prasodjo, dalam rilis resmi PLN.

Salah satu kisah suksesnya ada di Kampung Karubaga, Kabupaten Tolikara, di mana PLTS berkapasitas 75 kWp kini menerangi lebih dari 200 rumah. Kepala kampung, Yulius Wenda, bercerita bahwa listrik membawa perubahan besar.

“Sebelum ada listrik, kami susah berobat karena alat kesehatan di puskesmas tidak bisa jalan. Sekarang ada kulkas vaksin, ada lampu untuk operasi kecil. Hidup terasa lebih aman,” katanya.

Tak hanya kesehatan, pendidikan pun ikut naik kelas. Anak-anak di Nabire dan Yahukimo kini bisa belajar malam hari, bahkan menonton video pelajaran lewat televisi di rumah.

Program Papua Terang menjadi tonggak penting pemerataan pembangunan di Tanah Cenderawasih—membuktikan bahwa listrik adalah instrumen keadilan sosial yang paling konkret.

Energi untuk Semua

Meski capaian elektrifikasi di wilayah 3T meningkat pesat, pekerjaan besar belum selesai. Menurut Kementerian ESDM, masih ada sekitar 460 desa di seluruh Indonesia yang belum teraliri listrik, sebagian besar di kawasan pegunungan Papua dan pulau-pulau kecil di NTT dan Maluku.

Selain tantangan geografis, masalah biaya operasional juga muncul. Banyak sistem PLTS di daerah terpencil memerlukan pemeliharaan rutin dan penggantian baterai setelah 5–7 tahun. Di sinilah pentingnya partisipasi masyarakat lokal.

“Transisi energi bukan hanya urusan teknologi, tapi juga penguatan kapasitas sosial. Kita perlu menyiapkan masyarakat untuk menjadi bagian dari sistem energi itu sendiri,” kata Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR).

Fabby menilai keberhasilan PLN dalam menghadirkan listrik di wilayah 3T harus diikuti dengan keberlanjutan. “Keadilan energi berarti memastikan masyarakat tidak hanya menikmati listrik, tetapi mampu mengelola dan memanfaatkannya untuk kemajuan ekonomi mereka,” ujarnya (IESR, Mei 2025).

Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Hijau 2025–2034, PLN menargetkan rasio elektrifikasi nasional 100 persen pada 2029, dengan porsi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 32 persen pada 2030. Program ini disokong oleh investasi PLTS skala kecil, microgrid, dan integrasi jaringan pintar di wilayah 3T.

Cahaya yang Menyatukan Negeri

Dari rumah kayu di Oenino, jaring nelayan di Kei Besar, hingga puskesmas di Tolikara, listrik kini menyala bukan hanya sebagai tanda peradaban, tetapi juga simbol persatuan. Setiap kilowatt yang dialirkan di wilayah 3T adalah bentuk nyata kehadiran negara.

Energi berkeadilan bukan retorika, melainkan proses panjang membangun kemandirian bangsa. Di Timur Indonesia, proses itu kini sedang berlangsung—perlahan tapi pasti, menerangi masa depan.

Sebagaimana kata Darmawan Prasodjo, “Kami ingin setiap anak Indonesia, di manapun ia lahir, memiliki kesempatan yang sama di bawah cahaya yang sama.”

Listrik tak lagi sekadar urusan daya, melainkan soal keadilan dan harapan. Karena di balik setiap lampu yang menyala, ada cerita tentang bangsa yang memilih untuk tidak meninggalkan siapapun dalam gelap. ***

Tags: #PLNBattery Energy Storage Systemenergi berdaulatgreen energy Indonesiainvestasi energi terbarukanKementerian ESDM rasio elektrifikasilistrik desa terpencilmicrogrid PLNPLTS hybridPLTS komunalRUPTL hijau 2025–2034smart grid PLN
 
 
 
 
Sebelumnya

Roadmap TPAKD 2026–2030 Diluncurkan, Fokus Perkuat Pembiayaan UMKM

Selanjutnya

Saat Kota Mencari Napas Baru: Di Persimpangan Gaya Hidup Sehat dan Ekonomi Sirkular

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI dan BNI Ventures Luncurkan Dropbox Kertas, Dorong Ekonomi Sirkular di Lingkungan Kantor

BNI dan BNI Ventures Luncurkan Dropbox Kertas, Dorong Ekonomi Sirkular di Lingkungan Kantor

oleh Sandy Romualdus
17 Februari 2026 - 13:51

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama anak usahanya, BNI Ventures, memperkuat komitmen keberlanjutan melalui peluncuran...

Jasa Marga Kenalkan Ekosistem Travoy di IIMS 2026, Siap Kawal Mudik Lebaran

Jasa Marga Kenalkan Ekosistem Travoy di IIMS 2026, Siap Kawal Mudik Lebaran

oleh Stella Gracia
12 Februari 2026 - 12:08

Stabilitas.id — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperkenalkan ekosistem aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy) dalam ajang Indonesia International...

Bangkit dari PHK, UMKM Binaan BRI Rolly Bakery Tembus Pasar Global

Bangkit dari PHK, UMKM Binaan BRI Rolly Bakery Tembus Pasar Global

oleh Stella Gracia
11 Februari 2026 - 12:47

Stabilitas.id — Berawal dari pemutusan hubungan kerja (PHK), Natali berhasil membangun usaha roti dan kue kering rumahan bernama Rolly Bakery...

Permudah Pembayaran, BRImo Perkenalkan Fitur QRIS Tap

Permudah Pembayaran, BRImo Perkenalkan Fitur QRIS Tap

oleh Stella Gracia
9 Februari 2026 - 09:07

JAKARTA, Stabilitas.id – Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperluas kemudahan transaksi digital untuk mendukung mobilitas harian masyarakat Jakarta melalui pengembangan...

BNI Dorong Edukasi Lingkungan, Fondasi Keberlanjutan Aksi Bersih Pantai di Bali

BNI Dorong Edukasi Lingkungan, Fondasi Keberlanjutan Aksi Bersih Pantai di Bali

oleh Sandy Romualdus
8 Februari 2026 - 14:34

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui satu kali...

BNI Lanjutkan Aksi Bersih Pantai, Perkuat TPS3R Sekar Tanjung di Bali

BNI Lanjutkan Aksi Bersih Pantai, Perkuat TPS3R Sekar Tanjung di Bali

oleh Sandy Romualdus
7 Februari 2026 - 18:43

Stabilitas.id — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) melanjutkan aksi bersih Pantai Mertasari, Bali, dengan menyalurkan bantuan sarana pengelolaan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Saat Kota Mencari Napas Baru: Di Persimpangan Gaya Hidup Sehat dan Ekonomi Sirkular

Saat Kota Mencari Napas Baru: Di Persimpangan Gaya Hidup Sehat dan Ekonomi Sirkular

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance