• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Danantara

WIKA Umumkan Gagal Bayar Surat Utang Jumbo Rp4,64 Triliun

oleh Sandy Romualdus
24 Agustus 2025 - 13:34
707
Dilihat
WIKA Umumkan Gagal Bayar Surat Utang Jumbo Rp4,64 Triliun
0
Bagikan
707
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) resmi mengumumkan gagal bayar sejumlah instrumen surat utang dengan nilai jumbo mencapai Rp4,64 triliun. Kabar ini disampaikan perusahaan melalui iklan pengumuman kelalaian di surat kabar pada Jumat (22/8) dan telah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Sabtu (23/8).

Corporate Secretary WIKA, Mahendra Vijaya, menjelaskan bahwa perseroan mengalami kelalaian atas kewajiban pembayaran pokok obligasi maupun sukuk mudharabah dari berbagai seri. “Perusahaan sudah menyampaikan iklan pengumuman kelalaian dan juga melaporkan secara resmi kepada OJK,” ujarnya dalam keterangan resmi.

  • Baca juga: Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

Rincian Surat Utang Gagal Bayar

BERITA TERKAIT

Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Adopsi Kripto RI Tembus Peringkat 7 Global, Tokocrypto Sebut Pasar Domestik Masih Underrated

Lengkapi Ekosistem, Gadai Elektronik Jakarta Resmi Kantongi Izin Nasional

Berdasarkan pengumuman, instrumen yang mengalami gagal bayar meliputi:

  • Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 sebesar Rp281,85 miliar
  • Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahun 2021 sebesar Rp424,5 miliar
  • Obligasi Berkelanjutan II Tahun 2021 sebesar Rp1,179 triliun
  • Obligasi II Tahap II Tahun 2022 sebesar Rp1,750 triliun
  • Pokok Obligasi Seri A II-2022 dan Sukuk Seri A II-2022 sebesar Rp1,006 triliun

Dengan demikian, total nilai kelalaian mencapai sekitar Rp4,64 triliun.

Lanjutan Tekanan Keuangan

Pengumuman gagal bayar kali ini menambah panjang daftar persoalan keuangan WIKA. Sebelumnya, pada **18 Februari 2025**, emiten konstruksi pelat merah tersebut sudah gagal melunasi pokok obligasi dan sukuk senilai Rp1 triliun. Situasi itu membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung melakukan suspensi perdagangan saham WIKA.

  • Baca juga: Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Kondisi tekanan arus kas yang dialami WIKA disebut-sebut berkaitan dengan tingginya beban keuangan dan keterlambatan pembayaran proyek. Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas juga mendorong restrukturisasi menyeluruh agar beban utang perseroan bisa lebih terkelola.

Upaya Restrukturisasi

Manajemen WIKA mengungkapkan telah berkoordinasi dengan wali amanat dan pemegang surat utang untuk membahas opsi restrukturisasi. Sejumlah rapat umum pemegang obligasi dan sukuk sebelumnya juga telah digelar, meskipun hasil kesepakatan final belum tercapai.

“Perseroan berkomitmen menyelesaikan kewajiban kepada para investor melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan. Upaya restrukturisasi akan terus dijalankan agar kondisi keuangan perusahaan lebih sehat,” tambah Mahendra.

Tekanan Industri Konstruksi

  • Baca juga: Adopsi Kripto RI Tembus Peringkat 7 Global, Tokocrypto Sebut Pasar Domestik Masih Underrated

Kasus gagal bayar WIKA mencerminkan tantangan besar yang dihadapi BUMN karya di tengah beban utang jumbo, kenaikan biaya proyek, dan tekanan likuiditas. Beberapa analis menilai, restrukturisasi utang dan penyuntikan modal negara (PMN) bisa menjadi opsi penyelamatan bagi WIKA.

Pasar kini menanti langkah tegas pemerintah dan OJK terkait kelanjutan restrukturisasi utang, termasuk kepastian penyelesaian kewajiban WIKA kepada para pemegang surat utang. ***

Tags: 64 triliunBUMN karyagagal bayar Rp4obligasi WIKAojkrestrukturisasi utang WIKAsaham WIKAsukuk WIKAsurat utang BUMNWIKA gagal bayar
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Resiliensi Perbankan Kuat, Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Selanjutnya

Wujudkan Rencana Masa Depan dengan Tabungan Emas Pegadaian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Kontongi Ijin Efektif dari OJK, ADHI Optimis Kinerja Tumbuh Berkelanjutan Pasca Rights Issue

Konsolidasi 7 BUMN Karya Jadi 3 Entitas Dikebut, Dony Oskaria Jamin Tanpa Pemutusan Hubungan Kerja

oleh Stella Gracia
1 September 2026 - 11:34

Danantara percepat merger 7 BUMN Karya menjadi 3 entitas, termasuk penggabungan PTPP dan Adhi Karya. COO Danantara Dony Oskaria pastikan...

Perkuat Ekonomi hingga Literasi Warga Surabaya, Patra Logistik Gandeng Unair

Masuk Ekosistem Danantara, Semen Indonesia (SMGR) Pacu Penyediaan Bahan Bangunan Terjangkau

oleh Stella Gracia
31 Agustus 2026 - 11:14

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan inovasi Bata Interlock Presisi untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah dan efisiensi...

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

oleh Sandy Romualdus
16 Agustus 2026 - 10:52

BNI menghadirkan booth Danantara Housing Expo 2026 di Grha BNI, Jakarta, untuk memperkenalkan program serta solusi pembiayaan perumahan kepada karyawan...

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

Dua Tokoh Danantara Indonesia Masuk Radar Calon Gubernur PFII

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 15:29

Muliaman Hadad dan Pahala Mansury mengemuka sebagai calon kuat Gubernur Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Pemerintah finalisasi struktur & lokasi....

Tekan Angka Stunting di Lereng Merapi, BRI Peduli Pugar Posyandu Matahari di Desa Brilian Sleman

Tawarkan Bunga Fixed 2,75% dan DP 1%, BRI Pamerkan 200.000 Unit Hunian di NICE PIK

oleh Stella Gracia
11 Agustus 2026 - 14:40

BRI pimpin Himbara di Danantara Housing Expo 2026 pada 27–30 Agustus di NICE PIK. Tawarkan 200.000 unit rumah, DP 1%,...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

Berburu 380 Debitur Mikro, Menolak Godaan Kerja Sama Gelap Lintah Darat

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

Ironi Dana Daerah Rp195,2 Triliun: Tertidur di Bank Saat Ekonomi Butuh Stimulus

Ambisi Trump di Ladang Emas Hitam: Bayang-Bayang Skenario Venezuela di Tanah Persia

Nakhoda Baru di Tubuh SMF: Manuver Purbaya Susun Ulang Barisan Direksi

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

Lelang SUN Rp32 Triliun, Panggung Pertaruhan Yield di Kuartal Ketiga

Satu Tahun Kemudi Fiskal Purbaya: Taruhan Ratusan Triliun Mendobrak Stagnasi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Wujudkan Rencana Masa Depan dengan Tabungan Emas Pegadaian

Wujudkan Rencana Masa Depan dengan Tabungan Emas Pegadaian

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance