• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Maret 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Modal Asing Banjiri KFLN Indonesia, Posisi Investasi Internasional Tetap Resilien di 18,8% PDB

oleh Sandy Romualdus
10 Maret 2026 - 13:57
24
Dilihat
Modal Asing Banjiri KFLN Indonesia, Posisi Investasi Internasional Tetap Resilien di 18,8% PDB
0
Bagikan
24
Dilihat

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada akhir triwulan IV 2025 mencatatkan kewajiban neto sebesar US$272,6 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan posisi pada akhir triwulan III 2025 yang sebesar US$261,8 miliar, didorong oleh derasnya aliran modal asing yang masuk ke pasar domestik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa peningkatan kewajiban neto tersebut dipengaruhi oleh kenaikan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

“Posisi KFLN Indonesia meningkat menjadi US$831,1 miliar, terutama dipengaruhi oleh investasi portofolio dan investasi langsung yang mencerminkan terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia,” ujar Denny dalam keterangan resmi, Selasa (10/3/2026).

BERITA TERKAIT

Redam Volatilitas Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 4,75%

Dekati Nasabah di Jalur Mudik, Bank Jakarta Tebar Promo QRIS JakOne Mobile

Eskalasi Geopolitik dan Momentum Ramadan Dongkrak Harga Emas HRTA ke Rp2,89 Juta per Gram

Pasar Properti 2026: Rumah Tipe Kecil Dominasi Pertumbuhan, Tren Sewa di Jakarta Menguat

Di sisi aset, posisi AFLN Indonesia juga tumbuh menjadi US$558,5 miliar dari sebelumnya US$545,5 miliar. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan cadangan devisa, investasi langsung, serta pengaruh kenaikan harga emas dan indeks harga saham global.

Kondisi ini sejalan dengan data likuiditas domestik yang tetap ekspansif. Berdasarkan data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), posisi Uang Primer Adjusted nasional per akhir 2024 telah mencapai Rp2.027,32 triliun, tumbuh 9,35% (YoY). Melimpahnya likuiditas primer ini menjadi bantalan kuat bagi ketahanan sistem keuangan nasional di tengah dinamika PII.

Rasio PDB Tetap Terjaga

Meskipun kewajiban neto secara keseluruhan tahun 2025 meningkat dari US$245,7 miliar menjadi US$272,6 miliar, Bank Indonesia menilai risiko eksternal masih sangat terkendali. Hal ini terlihat dari rasio PII terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap stabil di level 18,8%.

Lebih lanjut, struktur kewajiban Indonesia dinilai sangat berkualitas karena didominasi oleh instrumen jangka panjang dengan porsi mencapai 93,2%, terutama dalam bentuk investasi langsung (Foreign Direct Investment).

“Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika global dan memperkuat respons bauran kebijakan guna memastikan ketahanan sektor eksternal tetap terjaga,” pungkas Denny.***

Tags: #Ekonomi IndonesiaAset Finansial Luar NegeriBank Indonesiacadangan devisaInvestasi LangsungKewajiban Finansial Luar NegeriPII Triwulan IV 2025Posisi Investasi Internasionalramdan denny prakosouang primer adjusted
 
 
 
 
Sebelumnya

Libur Lebaran: BI Hentikan Layanan RTGS dan SKNBI Mulai 18 Maret, BI-FAST Tetap ‘Gaspol’

Selanjutnya

BNI Tebar Dividen Rp13,03 Triliun, Analis Nilai Sinyal Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

oleh Stella Gracia
19 Maret 2026 - 11:15

Stabilitas.id — Buang jauh-jauh stigma kalau Lebaran itu wajib pakai baju baru dari ujung kepala sampai kaki. Riset terbaru dari...

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

oleh Stella Gracia
19 Maret 2026 - 11:07

Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak memiliki rencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam...

Sambangi Beringharjo, Menkeu Purbaya Bantah Pasar Tradisional Mati Suri: Omzet Tembus Rp2 Triliun

Sambangi Beringharjo, Menkeu Purbaya Bantah Pasar Tradisional Mati Suri: Omzet Tembus Rp2 Triliun

oleh Stella Gracia
19 Maret 2026 - 09:59

Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa pasar tradisional di Indonesia tengah mengalami kondisi "mati suri". Hal...

Mudik Tenang, Ini Tips Menjaga Keamanan Rumah ala Semen Merah Putih

oleh Stella Gracia
13 Maret 2026 - 18:40

Stabilitas.id — Tradisi mudik Lebaran menjadi momen yang paling dinantikan bagi masyarakat Indonesia untuk merajut kembali silaturahmi di kampung halaman....

Eskalasi Geopolitik dan Momentum Ramadan Dongkrak Harga Emas HRTA ke Rp2,89 Juta per Gram

Eskalasi Geopolitik dan Momentum Ramadan Dongkrak Harga Emas HRTA ke Rp2,89 Juta per Gram

oleh Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 11:16

Stabilitas.id – Harga emas domestik terus merangkak naik di tengah kombinasi panasnya tensi geopolitik global dan peningkatan permintaan musiman menjelang...

Pasar Properti 2026: Rumah Tipe Kecil Dominasi Pertumbuhan, Tren Sewa di Jakarta Menguat

Pasar Properti 2026: Rumah Tipe Kecil Dominasi Pertumbuhan, Tren Sewa di Jakarta Menguat

oleh Sandy Romualdus
11 Maret 2026 - 16:48

Stabilitas.id — Pasar residensial nasional menunjukkan kondisi yang relatif stabil di penghujung tahun 2025. Data terbaru dari Pinhome Home Sell...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

APBN Jadi Perisai, Menkeu Purbaya Sebut Harga BBM Bisa Bertahan Hingga Akhir 2026

Berbagi Kebaikan, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

Sambangi Beringharjo, Menkeu Purbaya Bantah Pasar Tradisional Mati Suri: Omzet Tembus Rp2 Triliun

Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat

Mudik Gratis Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Peserta Rasakan Manfaat

Pacu Kredit Properti Syariah, BSN Rangkul APSI

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Redam Volatilitas Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 4,75%

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
BNI Dukung Kebijakan Pemerintah Tarik Dana Rp200 T untuk Perkuat Likuiditas Perbankan

BNI Tebar Dividen Rp13,03 Triliun, Analis Nilai Sinyal Stabilitas di Tengah Gejolak Global

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance