JAKARTA, Stabilitas — PT Sarana Multi lnfrastruktur (SMI) menerbitkan surat utang (obligasi) berdenominasi rupiah dengan nilai mencapai Rp5 triliun, yaitu Seri A dengan jangka waktu (tenor) tiga tahun dan kupon 7,25 persen sampai 8 persen, Seri B dengan tenor lima tahun dan kupon 7,5 persen hingga 8,25 persen, Seri C dengan tenor 10 tahun dan kupon 8,15 persen sampai 8,9 persen serta Seri D dengan tenor 15 tahun dan kupon 8,4 persen sampai 9,15 persen.
“Keseluruhan dana dari penerbitan (obligasi) ini akan kami gunakan sepenuhnya untuk pembiayaan infrastruktur,” ujar Direktur Utama SMI, Emma Sri Martini, di Jakarta, Rabu (12/10).
Selama tujuh tahun beroperasi, SMI memiliki total aset sebesar Rp34 triliun dan CAGR pertumbuhan sebesar 64 persen. Berkaca dari tingginya minat masyarakat atas penerbitan obligasi SMI sebelumnya, Emma pun optimistis penerbitan kali ini juga bakal menangguk kesuksesan serupa.
“Berinvestasi pada obligasi SMl merupakan pilihan bijak. Selain sektor infrastruktur merupakan sektor prioritas pemerintah, kami juga merupakan BUMN yang kepemilikannya 100 persen oleh negara, sehingga memiliki prospek yang baik dan resiko yang termitigasi,” tutur Emma.
Obligasi SMI kali ini telah memperoleh hasil pemeringkatan idAAA (Triple A) atas surat utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek lndonesia (Pefindo). Perusahaan telah menunjuk PT BCA Sekuritas, PT CIMB Securities lndonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Securities dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Penjamin Pelakasana Emisi.
Periode bookbuilding akan dilakukan pada tanggal 12-25 Oktober 2016, dengan perkiraan tanggal efektif pada 4 November 2016. Penawaran umum dilaksanakan pada 8-10 November 2016, sedangkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 16 November 2016. (Taufan)















