JAKARTA, Stabilitas—Menutup tahun 2018, PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) mencatatkan kinerja yang gemilang. Diantaranya adalah total asset Bank Sampoerna mencatatkan pertumbuhan sebesar 20 persen yaitu dari Rp 8,2 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 9,8 triliun diakhir 2018. Peningkatan aset ini terutama didukung oleh peningkatan penyaluran kredit yang di akhir tahun 2018 tercatat berada di angka Rp 7,2 triliun atau meningkat 16 persen dibandingkan dengan angka pada tahun sebelumnya.
Fungsi intermediasi Bank berjalan dengan baik sebagaimana ditunjukkan dengan perolehan dana pihak ketiga dan penyaluran kredit yang mencatatkan kenaikan secara seimbang. Sementara penyaluran kredit meningkat 16 persen, perolehan dana pihak ketiga meningkat 17 persen. Dana pihak ketiga ditutup pada Rp 7,9 triliun di akhir tahun 2018.
“Kondisi perekonomian sepanjang tahun 2018 sudah terlihat membaik meskipun pertumbuhannya masih belum jauh di atas 5 persen. Hal ini mendukung kinerja Bank Sampoerna yang menutup tahun 2018 dengan cukup menggembirakan. Pencapaian Bank Sampoerna juga merupakan refleksi kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sampoerna”, ujar Ali Rukmijah, Direktur Utama Bank Sampoerna.
BERITA TERKAIT
Dengan pencapaian tersebut diatas, Bank Sampoerna menutup buku tahun 2018 dengan mencatatkan Laba bersih sebesar Rp 79,0 miliar atau meningkat sebesar 116 persen dibandingkan dengan Laba pada tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp 36,6 miliar. Peningkatan laba ini terutama didorong oleh peningkatan total pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya sebesar 22 persen menjadi Rp 668,9 miliar pada akhir tahun 2018.
Kinerja baik Bank Sampoerna juga ditunjukkan berbagai rasio keuangan. Marjin bunga bersih (NIM/ Net Interest Margin) mengalami peningkatan sebesar 0,99 persen dari semula berada pada level 6,76 persen di tahun 2017 menjadi 7,75 persen pada akhir tahun 2018. Demikian pula rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) membaik dari 93,92 persen di tahun 2017 menjadi 88,86 persen di tahun 2018. Sedangkan Return on Asset (ROA) berada pada level 1,21 persen, dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar 0,65 persen.
Kinerja Bank Sampoerna ini dicapai dengan tetap menjaga rasio kecukupan modal (CAR/ Capital Adequacy Ratio) tercatat pada level 19,51 persen, relatif sama dengan CAR di akhir 2017 yang berada pada level 19,93 persen dan jauh di atas ketentuan minimal yang ditetapkan oleh regulator. Demikian rasio NPL (Non-Performing Loan) bruto tetap terjaga di level 3,23 persen.

















