BI Rate naik 100 bps, BCA (BBCA) tahan kenaikan bunga kredit. Rata-rata bunga kredit BCA hanya naik 4 bps demi menjaga momentum kredit.
Stabilitas.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memilih tidak terburu-buru mengerek suku bunga kredit secara agresif. Kendati Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 100 basis poin (bps), transmisi kenaikan tersebut ke bunga pinjaman nasabah BCA tercatat masih sangat minim.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan bahwa secara kuartalan hingga Semester I 2026, rata-rata suku bunga kredit BCA hanya mengalami penyesuaian sekitar 4 bps.
“Jika ditanya apakah kenaikan BI Rate sudah ditransmisikan ke bunga kredit, jawabannya belum secara penuh. Secara kuartalan, rata-rata bunga kredit BCA hanya meningkat sekitar 4 bps. Kenaikan tersebut relatif kecil dan tidak material jika dibandingkan dengan kenaikan BI Rate sebesar 100 bps,” ujar Hendra dalam paparan kinerja perseroan, Selasa (28/7).
BERITA TERKAIT
Hendra menjelaskan, kebijakan ini sengaja diambil guna memperkuat daya saing penyaluran kredit serta menjaga ritme pertumbuhan bisnis di tengah bayang-bayang tantangan ekonomi.
Langkah penyesuaian bunga dilakukan secara bertahap dan selektif dengan mempertimbangkan profil risiko serta siklus fasilitas pinjaman nasabah. Penyesuaian umumnya baru terjadi saat fasilitas pinjaman memasuki masa jatuh tempo atau proses penentuan ulang harga (repricing).
Langkah penahanan bunga kredit tersebut terbukti menopang kinerja intermediasi emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini. Sepanjang Semester I 2026, penyaluran kredit BCA tumbuh 4,3% secara year-to-date (YtD) dibanding posisi Desember 2025. Adapun secara kuartalan (QoQ), penyaluran kredit pada kuartal II 2026 terkerek 4,2%.
Dengan hasil tersebut, BCA optimistis target pertumbuhan penyaluran kredit tahunan di kisaran 8% hingga 10% pada akhir tahun 2026 bakal tercapai.
“Fokus utama kami adalah menjaga momentum pertumbuhan kredit. Oleh karena itu, kami belum melakukan penyesuaian bunga kredit secara signifikan,” kata Hendra.
Berdasarkan data Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) resmi di situs BCA per 30 Juni 2026, SBDK segmen korporasi berada di level 6,81%, ritel 7,74%, menengah 8,10%, kecil 8,04%, dan mikro 6,95%. Sementara SBDK untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR/KPA) tercatat sebesar 9,14% dan non-KPR sebesar 8,55%. ***

















