• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

BI Rate Naik Jadi 5,25%, Gubernur BI Perry Warjiyo Himbau Bank Tahan Bunga Kredit

oleh Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 15:06
47
Dilihat
BI: Uang Beredar Naik 7,34%, Efek Pelonggaran Moneter dan Dorongan Fiskal Pemerintah
0
Bagikan
47
Dilihat

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) merespons keputusan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin (bps) ke level 5,25% dengan mengeluarkan imbauan keras kepada industri perbankan nasional. Bank sentral meminta perbankan untuk mempertebal efisiensi operasional agar tidak serta-merta mengerek suku bunga kredit, demi menjaga momentum penyaluran pembiayaan ke sektor riil.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa kebijakan pengetatan moneter ini tidak seharusnya mencekik gairah usaha. Terlebih, bank sentral menjamin bahwa kondisi likuiditas di pasar uang dan sistem perbankan saat ini berada dalam posisi yang lebih dari cukup.

  • Baca juga: Steroid Likuiditas Rp200 Triliun Kemenkeu: Ujian Tata Kelola Himbara dan Jebakan Maturity Mismatch

“Kami meminta bank-bank meningkatkan efisiensi supaya jangan menaikkan suku bunga kredit. Efisiensi harus terus dipacu agar perbankan tetap betul-betul mendorong penyaluran kredit untuk menyokong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, dikutip Kamis (21/5/2026).

BERITA TERKAIT

Steroid Likuiditas Rp200 Triliun Kemenkeu: Ujian Tata Kelola Himbara dan Jebakan Maturity Mismatch

Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun, BI Soroti Kesenjangan Literasi dan Darurat Anti-Scam

Rotasi Strategis BI: Destry Damayanti Tunjuk Mal Isnaini Nakhodai Kebijakan Makroprudensial

Ujian Likuiditas Akhir Tahun, BRI Tuntaskan Seri C Sebelum Hadapi Obligasi Jumbo Rp2,35 Triliun

Likuiditas Melimpah

Keyakinan BI atas tebalnya likuiditas domestik didasarkan pada strategi pemborongan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder yang dilakukan secara terukur. Langkah ini terbukti ampuh mengalirkan dana segar ke urat nadi perbankan. Tercatat, sejak awal tahun hingga 19 Mei 2026, akumulasi pembelian SBN oleh BI telah menembus Rp140,57 triliun, di mana sebesar Rp73,28 triliun di antaranya dieksekusi di pasar sekunder.

Di sisi lain, bank sentral konsisten menjaga pertumbuhan Uang Primer (M0) di level dua digit (double digit). Per April 2026, M0 dilaporkan tumbuh melesat 14,1% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari capaian bulan sebelumnya sebesar 11,8% yoy.

Dari indikator internal perbankan, kesehatan likuiditas juga berada dalam zona aman:

  • Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK): Bertengger kokoh di level 25,39%.

  • Pertumbuhan DPK: Tetap ekspansif dengan kenaikan sebesar 11,39% (yoy) pada April 2026.

  • Pertumbuhan Kredit: Merangkak naik ke level 9,98% (yoy) pada April 2026, lebih tinggi dari posisi Maret 2026 yang sebesar 9,49% yoy. Atas rapor positif ini, BI memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang tahun penuh 2026 akan tetap terjaga di koridor 8%–12%.

    • Baca juga: Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun, BI Soroti Kesenjangan Literasi dan Darurat Anti-Scam

Adapun kondisi suku bunga di pasar per April 2026 mencatat rata-rata suku bunga kredit berada di level 8,73%, sementara suku bunga deposito tenor 1 bulan parkir di posisi 4,16%.

Longgarkan Aturan RIM dan KLM 

Guna memastikan pasokan modal tidak seret, BI memperkuat bauran Kebijakan Makroprudensial yang akomodatif melalui revisi aturan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM):

  1. Pelonggaran RIM (Efektif 1 Juli 2026): BI memperluas cakupan kriteria surat berharga atau surat berharga syariah korporasi yang dimiliki dan diterbitkan bank sebagai komponen dasar perhitungan RIM. Langkah ini dirancang agar portofolio non-kredit bank tetap bernilai insentif.

  2. Optimalisasi KLM (Efektif 1 Agustus 2026): Bank sentral memberikan tambahan insentif pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) maksimal hingga 0,5% dari DPK. Insentif ini membidik bank-bank yang mampu memenuhi nilai target RIM namun belum menyentuh batas maksimum insentif KLM eksisting sebesar 5,5%.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menambahkan, bauran kebijakan baru ini bertujuan merangsang kreativitas perbankan dalam berburu sumber pendanaan alternatif di luar DPK (financing to funding channel), termasuk lewat penerbitan surat berharga.

Selain itu, BI membidik optimalisasi penyaluran kredit pada sektor-sektor yang masih mencatatkan credit gap negatif—artinya realisasi penyerapan kreditnya masih berada di bawah potensi ekonomi riilnya. Dua sektor yang disorot adalah pertanian dan perdagangan.

“Sektor pertanian dan perdagangan dinilai memiliki ruang ekspansi yang sangat besar. Sektor-sektor ini didukung oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga kuat, serta memiliki dampak multiplikasi (multiplier effect) yang masif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru secara nasional,” pungkas Destry. ***

  • Baca juga: Rotasi Strategis BI: Destry Damayanti Tunjuk Mal Isnaini Nakhodai Kebijakan Makroprudensial

Indikator Likuiditas & Kebijakan Makroprudensial BI (Mei 2026)

Parameter Finansial & Moneter Capaian Aktual / Regulasi Tren Perubahan (YoY) Target & Dampak Kebijakan
Suku Bunga Acuan (BI Rate) 5,25% Naik +50 bps Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah
Pertumbuhan Uang Primer (M0) +14,1% (April 2026) Akselerasi (Double Digit) Jaminan ketersediaan likuiditas pasar
Pertumbuhan Kredit Perbankan +9,98% (April 2026) Naik (Maret: 9,49%) Proyeksi akhir tahun 2026: 8%–12%
Rasio AL/DPK Perbankan 25,39% Berada di zona aman Bantalan bank menghadapi risiko rush
Inovasi Aturan RIM Cakupan Efek Diperluas Efektif 1 Juli 2026 Penguatan kriteria surat berharga korporasi
Insentif GWM via KLM Tambahan Bonus s.d 0,5% Efektif 1 Agustus 2026 Diskon GWM bagi pemenuh batas target RIM

Tags: Bank Indonesiabi rateDestry DamayantiKebijakan Insentif Likuiditas MakroprudensialKLMlikuiditas perbankanPerry WarjiyoRasio Intermediasi MakroprudensialRIMSBN Pasar Sekundersuku bunga kredituang primer
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

Selanjutnya

Gelar RUPST, Bank Raya (AGRO) Siapkan Cetak Biru RJPP Digital Periode 2026–2030

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BSI dan Jejak ESG: Membawa Syariah ke Panggung Keuangan Berkelanjutan

Perluas Literasi Investasi Lindung Nilai, BSI Bidik Ekosistem Muhammadiyah Lewat Co-Branding

oleh Stella Gracia
22 September 2026 - 10:47

BSI menggandeng entitas bisnis Muhammadiyah, Mentari Bayt Coin, guna memperluas ekosistem investasi emas safe haven berbekal integrasi tata kelola digital....

Investor Baru Wealth Management Meroket 280 Persen, BRI Perkuat Diversifikasi Syariah

Investor Baru Wealth Management Meroket 280 Persen, BRI Perkuat Diversifikasi Syariah

oleh Stella Gracia
22 September 2026 - 10:44

BRI Wealth Management dan Syailendra Capital menggelar Sharia Wealth Forum 2026 guna menawarkan strategi diversifikasi portofolio lewat instrumen investasi syariah....

Aset & Pendapatan CNAF 2024 Tumbuh Melesat, Deviden Ditetapkan 50% dari Laba Rp464,35 Miliar

Benteng Manajemen Risiko CNAF: Terapkan Early Warning System Kawal Kenaikan Pembiayaan Rp1,27 Triliun

oleh Sandy Romualdus
22 September 2026 - 10:23

Menghadapi tingginya NPL UMKM nasional, CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) memperketat tata kelola underwriting guna mengawal lonjakan pembiayaan Rp1,27 triliun....

Asing Borong SBN Rp15,3 Triliun, Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp128,8 Triliun

Aturan Main Demutualisasi Terbit, OJK Larang Keras Kepemilikan Mayoritas Saham BEI

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 12:27

OJK merilis POJK 13 Tahun 2026 sebagai landasan demutualisasi bursa. Aturan ini membatasi kepemilikan saham maksimal 5% tanpa izin khusus...

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

oleh Sandy Romualdus
21 September 2026 - 12:20

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan skema right issue dalam proses demutualisasi. Danantara membidik 40% saham bursa seraya menunggu restu dan...

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:47

KB Bank mencatatkan pertumbuhan total aset 12,71% yoy menjadi Rp86,11 triliun dan lonjakan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 54,44% pada...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Perluas Literasi Investasi Lindung Nilai, BSI Bidik Ekosistem Muhammadiyah Lewat Co-Branding

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Steroid Likuiditas Rp200 Triliun Kemenkeu: Ujian Tata Kelola Himbara dan Jebakan Maturity Mismatch

Investor Baru Wealth Management Meroket 280 Persen, BRI Perkuat Diversifikasi Syariah

Arus Asing Pasang Surut, Bobot MSCI Jadi Ganjalan Laju Pemulihan IHSG

Strategi Lindung Nilai Nasabah Tajir: Maybank dan Allianz Tawarkan Akses Investasi Dolar AS Multi-Style

Benteng Manajemen Risiko CNAF: Terapkan Early Warning System Kawal Kenaikan Pembiayaan Rp1,27 Triliun

IHSG Prapembukaan 22 September: Uji Demand Zone 6.460, Cek Rekomendasi Saham MEDC, BMRI, dan BBRI

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
36 Tahun Bank Raya: Menjadi Digital Attacker yang Konsisten Tumbuh dan Berinovasi

Gelar RUPST, Bank Raya (AGRO) Siapkan Cetak Biru RJPP Digital Periode 2026–2030

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance