• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

BI Rate Naik Jadi 5,25%, Gubernur BI Perry Warjiyo Himbau Bank Tahan Bunga Kredit

oleh Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 15:06
46
Dilihat
BI: Uang Beredar Naik 7,34%, Efek Pelonggaran Moneter dan Dorongan Fiskal Pemerintah
0
Bagikan
46
Dilihat

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) merespons keputusan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin (bps) ke level 5,25% dengan mengeluarkan imbauan keras kepada industri perbankan nasional. Bank sentral meminta perbankan untuk mempertebal efisiensi operasional agar tidak serta-merta mengerek suku bunga kredit, demi menjaga momentum penyaluran pembiayaan ke sektor riil.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa kebijakan pengetatan moneter ini tidak seharusnya mencekik gairah usaha. Terlebih, bank sentral menjamin bahwa kondisi likuiditas di pasar uang dan sistem perbankan saat ini berada dalam posisi yang lebih dari cukup.

  • Baca juga: BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

“Kami meminta bank-bank meningkatkan efisiensi supaya jangan menaikkan suku bunga kredit. Efisiensi harus terus dipacu agar perbankan tetap betul-betul mendorong penyaluran kredit untuk menyokong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, dikutip Kamis (21/5/2026).

BERITA TERKAIT

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Mandiri Sekuritas Patok Yield SBN 10 Tahun di 6,8%–7,0%, Pasar Mulai Didominasi Investor Domestik

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Likuiditas Melimpah

Keyakinan BI atas tebalnya likuiditas domestik didasarkan pada strategi pemborongan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder yang dilakukan secara terukur. Langkah ini terbukti ampuh mengalirkan dana segar ke urat nadi perbankan. Tercatat, sejak awal tahun hingga 19 Mei 2026, akumulasi pembelian SBN oleh BI telah menembus Rp140,57 triliun, di mana sebesar Rp73,28 triliun di antaranya dieksekusi di pasar sekunder.

Di sisi lain, bank sentral konsisten menjaga pertumbuhan Uang Primer (M0) di level dua digit (double digit). Per April 2026, M0 dilaporkan tumbuh melesat 14,1% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari capaian bulan sebelumnya sebesar 11,8% yoy.

Dari indikator internal perbankan, kesehatan likuiditas juga berada dalam zona aman:

  • Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK): Bertengger kokoh di level 25,39%.

  • Pertumbuhan DPK: Tetap ekspansif dengan kenaikan sebesar 11,39% (yoy) pada April 2026.

  • Pertumbuhan Kredit: Merangkak naik ke level 9,98% (yoy) pada April 2026, lebih tinggi dari posisi Maret 2026 yang sebesar 9,49% yoy. Atas rapor positif ini, BI memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang tahun penuh 2026 akan tetap terjaga di koridor 8%–12%.

    • Baca juga: Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Adapun kondisi suku bunga di pasar per April 2026 mencatat rata-rata suku bunga kredit berada di level 8,73%, sementara suku bunga deposito tenor 1 bulan parkir di posisi 4,16%.

Longgarkan Aturan RIM dan KLM 

Guna memastikan pasokan modal tidak seret, BI memperkuat bauran Kebijakan Makroprudensial yang akomodatif melalui revisi aturan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM):

  1. Pelonggaran RIM (Efektif 1 Juli 2026): BI memperluas cakupan kriteria surat berharga atau surat berharga syariah korporasi yang dimiliki dan diterbitkan bank sebagai komponen dasar perhitungan RIM. Langkah ini dirancang agar portofolio non-kredit bank tetap bernilai insentif.

  2. Optimalisasi KLM (Efektif 1 Agustus 2026): Bank sentral memberikan tambahan insentif pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) maksimal hingga 0,5% dari DPK. Insentif ini membidik bank-bank yang mampu memenuhi nilai target RIM namun belum menyentuh batas maksimum insentif KLM eksisting sebesar 5,5%.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menambahkan, bauran kebijakan baru ini bertujuan merangsang kreativitas perbankan dalam berburu sumber pendanaan alternatif di luar DPK (financing to funding channel), termasuk lewat penerbitan surat berharga.

Selain itu, BI membidik optimalisasi penyaluran kredit pada sektor-sektor yang masih mencatatkan credit gap negatif—artinya realisasi penyerapan kreditnya masih berada di bawah potensi ekonomi riilnya. Dua sektor yang disorot adalah pertanian dan perdagangan.

“Sektor pertanian dan perdagangan dinilai memiliki ruang ekspansi yang sangat besar. Sektor-sektor ini didukung oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga kuat, serta memiliki dampak multiplikasi (multiplier effect) yang masif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru secara nasional,” pungkas Destry. ***

  • Baca juga: Mandiri Sekuritas Patok Yield SBN 10 Tahun di 6,8%–7,0%, Pasar Mulai Didominasi Investor Domestik

Indikator Likuiditas & Kebijakan Makroprudensial BI (Mei 2026)

Parameter Finansial & Moneter Capaian Aktual / Regulasi Tren Perubahan (YoY) Target & Dampak Kebijakan
Suku Bunga Acuan (BI Rate) 5,25% Naik +50 bps Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah
Pertumbuhan Uang Primer (M0) +14,1% (April 2026) Akselerasi (Double Digit) Jaminan ketersediaan likuiditas pasar
Pertumbuhan Kredit Perbankan +9,98% (April 2026) Naik (Maret: 9,49%) Proyeksi akhir tahun 2026: 8%–12%
Rasio AL/DPK Perbankan 25,39% Berada di zona aman Bantalan bank menghadapi risiko rush
Inovasi Aturan RIM Cakupan Efek Diperluas Efektif 1 Juli 2026 Penguatan kriteria surat berharga korporasi
Insentif GWM via KLM Tambahan Bonus s.d 0,5% Efektif 1 Agustus 2026 Diskon GWM bagi pemenuh batas target RIM

Tags: Bank Indonesiabi rateDestry DamayantiKebijakan Insentif Likuiditas MakroprudensialKLMlikuiditas perbankanPerry WarjiyoRasio Intermediasi MakroprudensialRIMSBN Pasar Sekundersuku bunga kredituang primer
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

Selanjutnya

Gelar RUPST, Bank Raya (AGRO) Siapkan Cetak Biru RJPP Digital Periode 2026–2030

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Belanja Akhir Pekan Lebih Hemat, BRI Hadirkan Promo Diskon Rp100 Ribu di Tokopedia!

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 20:07

Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas KLM sebesar Rp446,5 triliun untuk mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor riil dan UMKM, didukung...

Perkuat Sinergi dengan Danantara, Kinerja Keuangan BTN Tumbuh Signifikan di Atas Rata-Rata Industri

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 19:55

RUPSLB BTN menyetujui perombakan lima posisi direksi, termasuk Direktur Finance & Strategy dan Consumer Banking, sementara Nixon Napitupulu tetap menjabat...

Perkuat Strategi Beyond Mortgage, BTN Caplok Kredit Konsumer SMBC Indonesia Rp20 Triliun

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 18:39

Pemerintah menunda penarikan dana SAL di bank Himbara hingga pertengahan 2027. Dirut BTN Nixon Napitupulu sebut kebijakan ini memberi ruang...

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 16:40

CIMB Niaga merayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 dan menyambut ulang tahun ke-71 dengan memperkuat fitur digital Ask OCTO serta menghadirkan...

Ekspansi Kredit BRI Tumbuh 16,2% di Triwulan II/2026, Rasio NPL Membaik Jadi 2,9%

Ekspansi Kredit BRI Tumbuh 16,2% di Triwulan II/2026, Rasio NPL Membaik Jadi 2,9%

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:38

Penyaluran kredit BRI mencapai Rp1.646 triliun pada Triwulan II/2026 atau tumbuh 16,2% yoy, melampaui pertumbuhan rata-rata kredit perbankan nasional sebesar...

Dorong Ekosistem GovTech, BNI Pangkas Proses Verifikasi Edukasi Hingga 70%

Dorong Ekosistem GovTech, BNI Pangkas Proses Verifikasi Edukasi Hingga 70%

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 20:50

BNI memenangkan tiga penghargaan internasional di GovMedia Awards 2026 Singapura berkat inovasi Integrated Financial Portal dan BNIsmart Education dalam mendukung...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
36 Tahun Bank Raya: Menjadi Digital Attacker yang Konsisten Tumbuh dan Berinovasi

Gelar RUPST, Bank Raya (AGRO) Siapkan Cetak Biru RJPP Digital Periode 2026–2030

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance