• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, September 25, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Laba Bersih BRI Group Tembus Rp 31,2 Triliun di Triwulan II-2026, Kredit UMKM Capai Rp 1.235,4 Triliun

oleh Sandy Romualdus
31 Agustus 2026 - 12:21
50
Dilihat
Laba Bersih BRI Group Tembus Rp 31,2 Triliun di Triwulan II-2026, Kredit UMKM Capai Rp 1.235,4 Triliun
0
Bagikan
50
Dilihat

Laba bersih BRI Group tumbuh 17,5% yoy menjadi Rp 31,2 triliun pada Triwulan II-2026. Portofolio kredit UMKM mencapai Rp 1.235,4 triliun (75,1% dari total kredit).

Stailitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan kinerja keuangan yang positif dan solid hingga akhir Triwulan II-2026. Di tengah dinamika makroekonomi serta ketatnya kompetisi industri perbankan nasional, perseroan berhasil menjaga momentum ekspansi bisnis yang diimbangi dengan penguatan fundamental, perbaikan kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas.

  • Baca juga: Titik Balik Sang Petani Perempuan: Menyiasati Cuaca, Mengelola Permodalan

Hingga akhir Juni 2026, laba bersih secara konsolidasian (BRI Group) tercatat mencapai Rp 31,2 triliun. Angka ini meroket 17,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian positif tersebut ditopang oleh fokus perseroan pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga akhir Triwulan II-2026, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI Group ke segmen UMKM menembus Rp 1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% yoy. Porsi ini mencakup 75,1% dari keseluruhan total portofolio kredit perseroan, sekaligus mempertegas posisi BRI sebagai motor penggerak utama ekonomi kerakyatan.

BERITA TERKAIT

Titik Balik Sang Petani Perempuan: Menyiasati Cuaca, Mengelola Permodalan

Integrasi UMi Berhasil Angkat 2,3 Juta UMKM Naik Kelas, Ekosistem Emas Capai 153 Ton

Implementasi Sustainable Finance, Portofolio ESG BRI Tembus Rp842,1 Triliun di Triwulan II 2026

Kualitas Aset Membaik, LDR dan CAR BRI Terjaga Solid di Paruh Pertama 2026

Direktur Utama BRI Hery Gunardi, didampingi oleh jajaran direksi perseroan, menjelaskan bahwa hasil positif ini diraih seiring dengan kondisi perekonomian nasional yang resilien, dengan pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2026 berada di kisaran 5,30% dan inflasi terkendali di level 3,34%. Penguatan aktivitas usaha masyarakat juga tecermin dari Indeks Bisnis UMKM yang naik dari 102,5 pada akhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I-2026, menandakan para pelaku usaha masih berada dalam fase ekspansi.

“Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena UMKM merupakan core business sekaligus fondasi fundamental perekonomian nasional. Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan ekonomi kerakyatan Indonesia tidak pernah berubah,” ujar Hery dalam pemaparan kinerja di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Transformasi BRIVolution Reignite 

Peningkatan kinerja perseroan tidak terlepas dari eksekusi agenda transformasi bertajuk BRIVolution Reignite. Transformasi ini berfokus pada dua pilar utama, yaitu memperkuat basis pendanaan (funding franchise) serta melakukan pembenahan (revamp) bisnis inti mikro sembari membangun sumber pertumbuhan baru (new core).

Dari sisi pendanaan, BRI memperbesar porsi dana murah (CASA) berbasis ekosistem melalui optimalisasi saluran digital, seperti aplikasi BRImo, akuisisi pedagang (merchant), transaksi QRIS, jaringan Agen BRILink, hingga penetrasi One BRI Solution. Di lini bisnis inti mikro, perseroan menyempurnakan proses bisnis, meningkatkan kapabilitas tenaga pemasar (mantri), serta menerapkan manajemen risiko yang granular untuk memastikan perbaikan kualitas aset.

Sedangkan untuk sumber pertumbuhan baru, perseroan melakukan ekspansi pada akuisisi value chain, penyempurnaan penawaran produk, serta perluasan layanan bullion bank.

Dampak dari eksekusi strategi tersebut tecermin langsung pada neraca keuangan perseroan. Secara konsolidasian, total aset BRI melesat 11,7% yoy mencapai Rp 2.352 triliun per akhir Juni 2026. Lonjakan aset ini didorong oleh penyaluran kredit dan pembiayaan yang tumbuh 16,2% yoy menjadi Rp 1.646 triliun.

  • Baca juga: Integrasi UMi Berhasil Angkat 2,3 Juta UMKM Naik Kelas, Ekosistem Emas Capai 153 Ton

Ekspansi kredit tersebut disokong oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp 1.581 triliun atau tumbuh 6,7% yoy. Sejalan dengan itu, pendapatan bunga bersih (net interest income) naik 9,9% yoy dari Rp 73,3 triliun menjadi Rp 80,5 triliun. Sementara Laba Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) tumbuh 12,8% yoy menjadi Rp 65,7 triliun.

“Transformasi yang kami jalankan bukan semata untuk mengejar pertumbuhan yang tinggi, melainkan memastikan BRI memiliki mesin pertumbuhan yang terdiversifikasi, sehat, dan berkualitas. Capaian ini menunjukkan bahwa agenda transformasi mulai terkonversi menjadi kinerja keuangan yang riil,” kata Hery.

Fundamental Semakin Sehat dan Imbal Hasil Meningkat

Pertumbuhan profitabilitas BRI berjalan beriringan dengan perbaikan berbagai rasio keuangan penting. Dari sisi efisiensi pendanaan, biaya dana (Cost of Fund/CoF) secara bank only berhasil ditekan dari 3,0% pada Triwulan II-2025 menjadi 2,4% pada Triwulan II-2026.

Rasio efisiensi operasional (Cost to Income Ratio/CIR) membaik dari 41,9% menjadi 39,2%. Kualitas aset juga mencatatkan perbaikan dengan penurunan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) dari 3,0% menjadi 2,9%, diiringi penurunan biaya kredit (Cost of Credit/CoC) dari 3,4% menjadi 3,1%.

Penguatan aspek fundamental ini mendongkrak kemampuan perseroan dalam menghasilkan imbal hasil bagi para pemegang saham. Rasio imbal hasil aset (Return on Asset/ROA) berada di kisaran 2,7%, sedangkan imbal hasil ekuitas (Return on Equity/ROE) meningkat pesat dari 16,6% pada Triwulan II-2025 menjadi 18,8% pada Triwulan II-2026.

Pembiayaan KUR dan Program Pemberdayaan End-to-End

Selain menyalurkan pembiayaan ritel komersial, BRI terus menjadi penyalur utama Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selama periode Januari hingga Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur. Secara akumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, total penyaluran KUR BRI telah menembus Rp 1.539 triliun dengan jangkauan 48,4 juta nasabah.

Komitmen pembiayaan ini dilengkapi dengan program pemberdayaan berkesinambungan. Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan, program Klasterku Hidupku mencakup 44 ribu klaster usaha, platform digital LinkUMKM telah diakses oleh 17,3 juta pelaku usaha, dan pendampingan Rumah BUMN melibatkan 596 ribu UMKM.

“Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan, di mana UMKM memperoleh akses keuangan, pendampingan, meningkatkan kapasitas usaha, dan akhirnya naik kelas,” tutup Hery. ***

  • Baca juga: Implementasi Sustainable Finance, Portofolio ESG BRI Tembus Rp842,1 Triliun di Triwulan II 2026

Kinerja Keuangan & Rasio Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Triwulan II-2026)

Indikator Keuangan & RasioRealisasi Q2-2025Realisasi Q2-2026Pertumbuhan / Perubahan (yoy)
Laba Bersih Konsolidasian–Rp 31,2 Triliun
+17,5%
Total Aset Konsolidasian–Rp 2.352 Triliun
+11,7%
Total Kredit & Pembiayaan–Rp 1.646 Triliun
+16,2%
Portofolio Kredit UMKM–Rp 1.235,4 Triliun
+8,6% (Porsi 75,1%)
Dana Pihak Ketiga (DPK)–Rp 1.581 Triliun
+6,7%
Pendapatan Bunga Bersih (NII)Rp 73,3 TriliunRp 80,5 Triliun
+9,9%
Laba Operasional (PPOP)–Rp 65,7 Triliun
+12,8%
Cost of Fund (CoF – Bank Only)3,0%2,4%
Membaik (-60 bps)
Cost to Income Ratio (CIR)41,9%39,2%
Membaik (-270 bps)
Rasio NPL (Non-Performing Loan)3,0%2,9%
Membaik (-10 bps)
Cost of Credit (CoC)3,4%3,1%
Membaik (-30 bps)
Return on Equity (ROE)16,6%18,8%
Meningkat (+220 bps)
Penyaluran KUR (H1-2026)–Rp 103,8 Triliun
> 2 Juta Debitur

 

Tags: BBRI Kinerja Keuangan 2026BRIBRIVolution ReigniteHery Gunardi BRIKredit UMKM BRIKUR BRI 2026Laba Bersih BRI Q2 2026Laba BRI
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Ajaib Raih Investasi US$270 Juta dari SBI Holdings, Terbesar di Sektor Teknologi Indonesia

Selanjutnya

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Bukan Pengganti Bankir: BTN Beberkan Jurus ‘Digital Coworker’ Pangkas Beban Kerja hingga 80%

oleh Sandy Romualdus
25 September 2026 - 15:42

Division Head BTN Aldo Bimantoro menegaskan strategi AI sebagai rekan kerja digital terkelola guna mendongkrak efisiensi perbankan pada Seminar LPPI...

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI

oleh Stella Gracia
25 September 2026 - 15:20

Dirut LPPI Heru Kristiyana menegaskan perbankan memasuki era Human-AI Workforce di tengah ekspansi kredit Rp9.135 triliun pada Virtual Seminar LPPI...

Kerek 2,3 Juta Debitur Naik Kelas: Konsistensi Inklusi Finansial Antar BRI Raih Trofi WOTM 2026

Kerek 2,3 Juta Debitur Naik Kelas: Konsistensi Inklusi Finansial Antar BRI Raih Trofi WOTM 2026

oleh Stella Gracia
25 September 2026 - 15:12

BRI meraih penghargaan Advancing Women’s Economic Empowerment pada ajang WOTM 2026 atas keberhasilan memberdayakan jutaan UMKM perempuan. Stabilitas.id - PT...

Tepis Stigma Kaku Perbankan, Fitur Talent Check-In LPPI Sedot Antusiasme Siswa Vokasi

Tepis Stigma Kaku Perbankan, Fitur Talent Check-In LPPI Sedot Antusiasme Siswa Vokasi

oleh Sandy Romualdus
24 September 2026 - 13:24

LPPI memacu pembibitan talenta digital perbankan melalui ajang FEKDI X IFSE 2026. Fitur Talent Check-in sukses menarik minat Generasi Z...

Pacu Transaksi wondr by BNI, Perseroan Guyur Diskon Tiket MotoGP Mandalika 2026

Pacu Transaksi wondr by BNI, Perseroan Guyur Diskon Tiket MotoGP Mandalika 2026

oleh Stella Gracia
23 September 2026 - 19:48

BNI memacu transaksi digital wondr by BNI lewat diskon tiket MotoGP 2026. Strategi ini menyasar nasabah premium guna menjaga kualitas...

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

Laba Meroket 36 Persen, Tata Kelola Aset dan Ekspansi Digital Jadi Kunci Ketangguhan Bank BSN

oleh Sandy Romualdus
22 September 2026 - 17:13

Bank BSN sukses mencetak lonjakan laba 36,72% menjadi Rp721 miliar per Agustus 2026 berkat keberhasilan memitigasi risiko agresivitas pembiayaan melalui...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Adopsi Filosofi Sumpah Pemuda: BI Galang Sinergi ‘Satu Bahasa’ demi Efisiensi Sistem Pembayaran 2030

Hampir 95 Persen Pemda Masuk Era Digital: BI Beberkan Resep Pengungkit Produktivitas Ekonomi Daerah

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Bukan Pengganti Bankir: BTN Beberkan Jurus ‘Digital Coworker’ Pangkas Beban Kerja hingga 80%

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI

Kerek 2,3 Juta Debitur Naik Kelas: Konsistensi Inklusi Finansial Antar BRI Raih Trofi WOTM 2026

Pacu Jakarta Menuju Top 20 Kota Global: OJK Jabodebek dan TPAKD Kunci Sinergi Pembiayaan Ekonomi Kreatif

Uji Nyali Integrasi Keuangan Global: Bos Binance Beberkan Arah Baru Aset Digital di BBW Bangkok 2026

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance