Citi Foundation mengalokasikan dana hibah sebesar USD25 juta melalui Global Innovation Challenge 2026 guna membekali generasi muda dengan keterampilan AI dan daya saing kerja.
Stabilitas.id – Citi Foundation resmi meluncurkan Global Innovation Challenge keempat pada Selasa (10/9/2026). Program bergengsi ini mengalokasikan pendanaan masif senilai USD25 juta atau setara Rp443,7 miliar. Dana segar tersebut berfokus membekali generasi muda di seluruh dunia dengan keterampilan, pengalaman, dan peluang yang krusial untuk menembus pasar kerja berbasis kecerdasan buatan (AI).
CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menyoroti besarnya potensi talenta digital Tanah Air yang siap dikembangkan melalui inisiatif ini. Batara memaparkan bahwa lebih dari 80 persen populasi Indonesia telah terhubung dengan jaringan internet, sementara lebih dari 93 persen di antaranya rutin menggunakan perangkat AI setiap bulan.
“Global Innovation Challenge keempat ini mencerminkan komitmen Citi untuk memberdayakan generasi muda agar dapat memimpin masa depan AI secara bertanggung jawab,” tegas Batara dalam pernyataan resmi, Jumat (18/9/2026).
BERITA TERKAIT
Tren pergeseran lanskap tenaga kerja yang sangat radikal juga terekam kuat dalam riset World Economic Forum (WEF). Laporan tersebut memproyeksikan sekitar 66 persen perusahaan global akan segera merekrut talenta dengan keahlian khusus di bidang AI. Merespons ledakan permintaan tersebut, Citi Foundation menyiapkan kucuran dana hibah masing-masing sebesar USD500.000 atau sekitar Rp8,87 miliar yang akan disalurkan kepada 50 organisasi komunitas terpilih di berbagai negara.
Organisasi calon penerima hibah wajib memiliki rancangan program yang mampu menjangkau kelompok muda dari kelas ekonomi rentan. Program tersebut harus mampu mengasah kepiawaian teknis seperti rekayasa perintah (prompt engineering) dan penciptaan konten digital, sekaligus memperkuat pilar keterampilan esensial manusia (human-centric skills). Lebih dari 60 persen perusahaan rupanya turut mendambakan calon pekerja yang memiliki daya pikir kritis, ketangguhan (resilience), hingga fleksibilitas tinggi.
Organisasi yang berminat mengambil peran strategis ini dapat mengajukan proposal paling lambat 6 Oktober 2026, sebelum pemenang dana hibah diumumkan secara resmi pada 2027 mendatang. ***

















