Transaksi ALTO Network tumbuh 96 persen pada semester I/2026, ditopang ekspansi QRIS Tap transportasi dan transaksi lintas negara bersama lima mitra.
Stabilitas.id – PT ALTO Network mencatatkan lonjakan transaksi pembayaran digital sebesar 96 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada semester I/2026. Mengimbangi pertumbuhan tersebut, penyedia infrastruktur switching nasional ini resmi mengesahkan lima kerja sama strategis bersama mitra perbankan dan dompet digital dalam ajang FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta. Kolaborasi ini difokuskan pada perluasan adopsi transaksi nirsentuh QRIS Tap untuk moda transportasi massal hingga ekspansi pembayaran lintas negara (QRIS Cross Border).
Pertumbuhan signifikan perseroan terutama ditopang oleh transaksi QRIS yang melonjak 118 persen YoY dengan kenaikan volume sebesar 112 persen. ALTO menargetkan transaksi QRIS dapat tumbuh dua kali lipat atau meningkat 100 persen pada tahun ini, sejalan dengan target Bank Indonesia.
Chief Business Officer ALTO Network Rangga Wiseno menegaskan infrastruktur pembayaran harus mampu beradaptasi dengan tingginya dinamika transaksi nontunai.
BERITA TERKAIT
“Pertumbuhan transaksi berarti kebutuhan partner juga terus berkembang. Karena itu, fokus kami bukan hanya memperluas jaringan, tetapi memastikan konektivitas dan kapabilitas yang kami bangun dapat berkembang bersama kebutuhan masing-masing partner. Kolaborasi menjadi penting agar infrastruktur yang kami kembangkan tetap relevan dengan pertumbuhan dan kompleksitas transaksi digital,” ujar Rangga.
Dalam perhelatan tersebut, ALTO Network mengikat lima kemitraan dengan pelaku industri finansial terkemuka. Bersama blu by BCA Digital, perseroan mengembangkan fitur QRIS Tap untuk memfasilitasi transaksi tap in dan tap out pada moda transportasi publik, seperti MRT, LRT, Transjakarta, dan KRL. Kemudian bersama BNI, kolaborasi diperluas melalui implementasi QRIS Cross Border ke Malaysia yang memungkinkan nasabah berbelanja di luar negeri langsung dari rekening tabungan BNI.
Selanjutnya dengan Maybank Indonesia, perseroan mengoperasikan layanan transaksi outbound lintas batas dan penarikan uang melalui fitur QR Tarik Tunai (TTS) yang telah berjalan aktif (live). Juga bersama Bank Neo Commerce (BNC), kemitraan mencakup layanan QRIS MPM (issuer dan acquirer) serta pengembangan fitur transfer dana melalui QRIS Tuntas. Serta GoPay, ALTO Network bertindak sebagai switching provider pendukung transaksi QRIS MPM dan pembayaran lintas negara.
Rangga menambahkan bahwa kemitraan tidak sekadar menambah simpul koneksi, melainkan menciptakan nilai tambah bagi ekosistem pembayaran digital. Saat ini, ALTO telah terkoneksi dengan lebih dari 40 mitra industri.
Guna menjaga kelancaran transaksi berskala masif, ALTO Network memperkuat platform terintegrasi ASKARA Connect dan ASKARA Collab. Sistem ini mengelola pemantauan transaksi real-time, rekonsiliasi, penyelesaian dana (settlement), penanganan sengketa (dispute), hingga mitigasi potensi kecurangan (fraud).
CEO ALTO Network Gretel Griselda menegaskan komitmen perseroan dalam menjaga keandalan transaksi nasional. “Ke depan, ALTO akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder dan mengembangkan kapabilitas infrastrukturnya untuk mendukung pertumbuhan serta kompleksitas kebutuhan transaksi digital, sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha,” tutup Gretel.

















