Jakarta – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menargetkan omzet gadai emas sebesar Rp5,2 triliun pada 2014 atau naik 16,85% jika dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp4,45 triliun. Pencapaian itu akan dikontribusikan dari operasional konter layanan gadai (KLG).
Direktur Bank Syariah Mandiri, Hanawijaya, mengatakan perseroan akan membuka 15 konter layanan gadai di 2014. Penambahan itu melalui kemitraan dengan Bank Mandiri untuk mengembangkan layanan gadai emas. Bentuk layanan yang disepakati meliputi referral dan konter layanan gadai.
"Bank Syariah Mandiri ingin mengkonsolidasikan perkembangan harga emas yang masih fluktuatif yang berdampak pada omzet gadai tahun 2013," katanya dalam acara soft launching layanan BSM gadai emas di Jakarta, Jumat (24/1).
BERITA TERKAIT
Kerja sama ini memberikan manfaat bagi kedua perusahaan. Bagi BSM bersinergi dengan induk perusahaan, Bank Mandiri, yang memiliki lebih dari 1.800 cabang ini akan mempercepat pengembangan layanan gadai syariah untuk masyarakat. Sementara bagi Bank Mandiri, kerja sama ini meningkatkan pendapatan non bunga (fee based income/FBI). "Total fee based income Rp215 miliar di 2013, untuk tahun 2014 targetnya Rp230 miliar," ungkap Hanawijaya.
Hanawijaya mengungkapkan Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri sebelumnya membuka empat konter layanan gadai. Keempatnya berlokasi di Pasar Baru, Jakarta, Gedung Antam, Jakarta, Makassar, dan Surabaya. Hingga Desember 2013, omzet gadai emas dari empat gerai tersebut mencapai Rp10,7 miliar. "Surabaya Rp4,71 miliar, Makassar Rp2,48 miliar, Gedung Antam Rp3,3 miliar, dan konter layanan gadai pasar baru Rp208juta," ucapnya.
Selain bermitra dengan Bank Mandiri, imbuh Hanawijaya, Bank Syariah Mandiri juga membuka konter layanan gadai dengan PT Pos Indonesia sebanyak 42 outlet.
Adapun, jumlah outlet konter layanan gadai Bank Syariah Mandiri di PT Pos Indonesia sebanyak 32 di Indonesia per Desember 2013. Dengan omzet Rp114,23 miliar. "Bank Syariah Mandiri mendapatkan persetujuan untuk pembukaan 50 outlet konter layanan gadai 50 di kantor Pos Indonesia," jelas Hanawijaya.
BSM memulai pilot project layanan Gadai Emas BSM iB sejak 16 Maret 2009 lalu. Produk itu bertujuan membiayai kebutuhan keuangan jangka pendek bagi nasabah.
Objek gadai emas BSM merupakan emas batangan dan perhiasan dengan kadar 16 karat hingga 24 karat. Jangka waktu pembiayaan gadai emas yakni empat bulan. Serta dapat diperpanjang maksimal dua kali. Sedangkan nilai pembiayaan gadai berkisar Rp500 ribu hingga Rp250 juta dengan finance to value 90% dari nilai taksiran.
Lebih lanjut, Hanawijaya mengungkapkan Bank Syariah Mandiri akan menyediakan layanan cicilan untuk transaksi jual beli emas di konter layanan gadai. Kegiatan itu akan dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Mudah-mudahan triwulan pertama tahun 2014 sudah mendapat ijin," terangnya.
Ia menjelaskan Bank Syariah Mandiri mengusulkan jangka waktu pembayaran emas di atas lima tahun. Rencana itu disampaikan kepada OJK ataupun BI melalui asosiasi perbankan syariah. Kebijakan itu untuk meningkatkan angka penjualan emas di Tanah Air. "Respon pasar belum terlalu besar, apalagi harga emas yang masih fluktuatif," kata Hanawijaya.
Pada kesempatan yang sama, Group Head Distribution Network I Bank Mandiri, Agus Fuad, menambahkan perseroan juga mengembangkan kemitraan dengan Bank Syariah Mandiri untuk layanan tabungan. "Prosesnya sudah, sekarang menunggu ijin di OJK atau BI, tentunya akan di sosialisasikan ke kantor cabang," ucapnya.

















