Kuala Lumpur – Kekuatan pelayanan Smart Remittance & Cash Management PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI semakin diakui didunia dengan diraihnya dua gelar dari Alpha South East Asia Magazine sebagai The Best Remittances Provider of the Year in Southeast Asia lima tahun berturut-turut dan Best Cash Management Solution of The Year in Southeast Asia tiga tahun berturut-turut. Status Smart Remittance terbaik tidak pernah lepas dari BNI sejak 2009 hingga 2013, sedangkan peringkat Cash Management terbaik selalu diraih BNI sejak 2011 hingga 2013.
Kedua penghargaan tersebut disampaikan kepada BNI di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (23/1/2014). Hadir pada kesempatan tersebut Pemimpin Divisi Internasional BNI A Firman Wibowo dan Pemimpin Divisi Jasa Transaksional Perbankan BNI Iwan Kamaruddin.
Menurut Firman, Smart Remittance BNI unggul karena sukses memenuhi harapan dan kebutuhan nasabah melalui pelayanan remitan yang ditandai dengan peningkatan volume remitan di tahun 2013. BNI terus berkomitmen memberikan manfaat dan nilai lebih kepada nasabah setia melalui sejumlah keunggulan Smart Remittance BNI.
BERITA TERKAIT
Keunggulan pertama, jaringan yang luas di dalam dan luar negeri. Saat ini, ada lebih dari 60 Kantor Virtual tersebar di Arab Saudi, Abu Dhabi, Dubai, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Yordania, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Brunei, Singapura, Australia, dan Belanda. Smart Remittance BNI juga dapat dilayani di 5 cabang BNI di luar negeri (New York, London, Tokyo, HongKong, Singapore), BNI Remittance Limited di HongKong, serta Remittance Representatives di negara potensial penempatan TKI.
Jaringan Smart Remittance BNI juga diperkuat di dalam negeri. Smart Remittance BNI dapat dilayani di lebih dari 1.600 kantor cabang BNI serta di seluruh Kantor Pos, Alfamart, Pegadaian, Bank NTT, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang sudah bekerja sama dan mitra-mitra lainnya. Dengan demikian, terdapat lebih dari 15.000 outlet yang dapat melayani Smart Remittance BNI. Itu belum terhitung Remittance Representatives di daerah kantong Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Keunggulan lain adalah inovasi fitur produk yang variatif yang dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu Incoming transfer (ITR) atau kiriman uang dari luar negeri ke dalam negeri, Outgoing Transfer (OTR) atau kiriman uang dari dalam negeri ke luar negeri.
Produk ITR adalah produk Tunai (BNI Wesel PIN dan BNI Wesel PIN Dalam Negeri), Credit to BNI Account, dan Credit to Non BNI Account. Keunggulan produk ITR BNI yaitu mudah, cepat, dan aman. Produk Tunai BNI (BNI Wesel PIN dan BNI Wesel PIN Dalam Negeri) dapat menjangkau masyarakat Indonesia yang non-bankable karena kiriman uang dapat diambil secara tunai tanpa rekening.
Untuk mendekatkan diri dengan para TKI, BNI juga memiliki Program Corporate Community Responsibility (CCR) bernama BNI Sahabat TKI. Dalam program ini, BNI menjalankan kombinasi antara program promosi dan CCR secara berimbang untuk memberikan nilai lebih dan membedakan BNI Smart Remittance di antara para pesaing. Program-program BNI Sahabat TKI tersebut adalah Beasiswa Anak TKI, Pasar Murah BNI Rejeki Ramadhan, Kado Natal BNI Wesel PIN, Pelatihan Perencanaan Keuangan untuk TKI dan Keluarganya, Pelatihan Kewirausahaan untuk TKI dan Keluarganya, Edukasi Produk Perbankan kepada nasabah, Rumah Edukasi TKI, Tarif yang Fleksibel dan kompetitif, Remittance Call Centre melalui nomor 021-29946099 yang beroperasi 7 hari seminggu.
Nilai uang yang ditransfer melalui produk remitan yang dilayani BNI selama tahun 2013 meningkat, baik ITR maupun OTR. Jumlah uang yang ditransfer dari luar negeri ke Indonesia selama 2013 mencapai USD 40,44 miliar melampaui jumlah dana selama periode yang sama tahun 2012, yaitu USD 37,48 miliar. Adapun jumlah dana yang ditransfer dari Indonesia ke luar negeri mencapai USD 44.4 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar USD 36.75 miliar. Transaksi remitan BNI secara keseluruhan mencapai USD 84.84 juta atau meningkat 14,3% dari tahun 2012.
“Pelayanan transfer dana ini menghasilkan pendapatan untuk BNI yang meningkat 13,3% pada 2013 dibandingkan periode yang sama tahun 2012,” tutur Firman.

















