Jakarta – PT Bank Bukopin Tbk melakukan penandatanganan kerja sama pinjaman bilateral berjangka panjang senilai US$50 juta dari Agence Francaise de Development (AFD), untuk pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi yang memang semakin menjadi perhatian global.
Naskah kesepakatan (MoU) ditandatangani bersama Direktur Utama Bank Bukopin Bapak Glen Glenardi dan Country Director, Indonesia AFD Mr Vincent Rousset hari ini, Selasa (11/2) di Jakarta.
Direktur Utama Bukopin Glen Glenardi menjelaskan, pinjaman tersebut memiliki tenor panjang, yakni maksimum 10 tahun. Pinjaman itu merupakan nilai maksimum, namun Bank Bukopin dapat meningkatkan seiring dengan peningkatan kinerja bisnis terkait proyek-proyek energi terbarukan dan efisiensi energi.
BERITA TERKAIT
Ditegaskannya, bagi Bank Bukopin, tujuan pinjaman adalah untuk memperoleh pendanaan jangka panjang dan peningkatan pendapatan bunga dan pendapatan non-bunga (fee-base), sekaligus meningkatnya portofolio energi terbarukan.
Tujuan lainnya, peningkatan pendanaan dalam valuta asing (valas), serta peningkatan kapasitas kemampuan sumber daya manusia Bank Bukopin, termasuk nasabah Bank Bukopin), dalam rangka mengembangkan portofolio proyek-proyek energi terbarukan dan efisiensi energi di Bank Bukopin.
“Ini juga merupakan komitmen Bank Bukopin turut serta mendukung program pemerintah Indonesia di bidang energi,” ujar Glen.
AFD mulai beroperasi pada saat Jendral Charles de Gaulle mengungsi ke London dan mendirikan organisasi ini pada 2 Desember 1941 dengan nama The Central Fund of Free France (Caisse centrale de la France libre or CCFL). Peran utama organisasi ini sebagai tresuri negara dan bank sentral. Pada tahun 1943, Kantor pusatnya dipindahkan ke Algeria.
AFD adalah suatu institusi pengembangan keuangan publik Perancis yang bertugas untuk mengurangi kemiskinan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang dan masyarakat di luar Perancis selama lebih dari 70 tahun. Negara-negara yang telah mendapatkan bantuan: Sub-sahara Afrika: Benin, Burkina Faso, Rep. Afrika Tengah, Chad, Komoros, Kongo, Ghana, Guinea, Madagaskar dll.
Lembaga ini mempunyai banyak proyek di 70 negara dengan besaran pembiayaan EUR950 miliar. Proyek-proyek tersebut meliputi air minum, transportasi, pengurangan emisi, telekomunikasi, perlistrikan, pendidikan dasar, pinjaman mikro (microloans).
Di Indonesia sendiri, AFD memulai aktivitasnya sejak tahun 2007 dengan fokus untuk pinjaman program perubahan iklim (Climate Change Program), bantuan teknis dan keahlian dalam teknologi hijau (Green Technology), serta pendanaan publik dan swasta. Proyek-proyek yang akan dibiayai oleh AFD ini sejalan dengan program “Protokol Kyoto” yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan industri dunia, terkait dengan perubahan (perbaikan) iklim dunia.
Dengan keikutsertaannya dalam proyek-proyek ini, Bank Bukopin ikut berpartisipasi memperbaiki iklim dunia, dengan mendorong pembangunan berwawasan lingkungan. Selama ini Bank Bukopin telah menunjukan komitmen kepedulian terhadap perubahan iklim dan program energy nasional dengan membiayai proyek-proyek yang terkait dengan upaya perbaikan iklim dan lingkungan.





.jpg)










