• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home BUMN

Membangunkan Raksasa Tidur

oleh Sandy Romualdus
15 Januari 2012 - 00:00
2
Dilihat
Membangunkan Raksasa Tidur
0
Bagikan
2
Dilihat

Perusahaan-perusahaan negara ibarat raksasa yang terus terlelap, memiliki aset besar namun minim perannya kepada negara maupun kepada perekonomian. Harapan mulai timbul untuk membangunkan raksasa tersebut di saat Dahlan Iskan menerapkan rencana besarnya.

Oleh : Ainur Rahman

 

BERITA TERKAIT

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Sejak Dahlan Iskan menggantikan Mustafa Abubakar sebagai menteri yang mengurusi badan usaha milik negara banyak optimisme merebak di berbagai kalangan. Itu tidak terlepas dari banyaknya terobosan kebijakan dan langkah kongkrit dari sang mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara itu.

Dahlan yang dilantik jadi orang nomor satu di kementerian yang membawahi perusahaan-perusahaan negara itu pada 19 Oktober lalu diakui telah membuat gerak BUMN menjadi lincah. Dia banyak menyederhanakan jalur pengambilan keputusan yang sebelumnya begitu rumit di perusahaan negara.

Bahkan dua bulan setelah dilantik, pria yang juga memiliki sebuah kelompok media ini mengemukakan mimpi besarnya untuk membuat BUMN Indonesia meraksasa dan disegani. “Saya punya rencana besar mewujudkan BUMN yang kuat dan mampu mengalahkan swasta,” kata Dahlan.

Apa saja mimpi besarnya itu? Setidaknya ada tiga yang bakal menjadi perhatian khusus dari sang menteri untuk membesarkan BUMN yang saat ini berjumlah 141 perusahaan. Dahlan ini memiliki BUMN sektor properti yang besar, BUMN sektor pangan yang handal, dan BUMN sektor transportasi yang mumpuni.

Dengan total aset Rp2.500 triliun, pendapatan sebesar Rp1.129 triliun dan laba bersih Rp93 triliun, dividen yang disetorkan BUMN kepada negara hanya Rp26,5 triliun. 

Banyaknya aset-aset yang tak produktif dan hanya jadi sumber biaya dinilai sebagai pokok penyebabnya. Jika aset yang tidak produktif tersebut dijumlahkan, angkanya mencapai sekitar Rp500 triliun, lebih besar dari pemasukan BUMN tiap tahunnya.

Inilah yang menjadi sumbu pemikiran dibutuhkan sebuah BUMN khusus properti. Saat ini terdapat sejumlah BUMN yang memang sudah mengurus properti, baik itu yang memang menjadi inti bisnisnya seperti Perum Perumnas, PT Pembangunan Perumahan (PP), maupun yang lini bisnisnya mengembangkan properti seperti PT Adhi Karya, dan Wijaya Karya. Sementara BUMN yang khusus menangani aset yaitu Perusahaan Pengelola Aset (PPA) termasuk semua aset BUMN yang tidak produktif.

Walaupun pengelolaan aset diserahkan kepada PPA namun sayangnya belum ada BUMN yang memang khusus ditunjuk untuk mengelola aset tidak produktif. Padahal ada tujuh BUMN yang aset tidak produktifnya paling besar dibanding BUMN lain dan saat ini ditangani PPA. Mereka adalah PT Pertamina, Perum Bulog, PT Kereta Api Indonesia, PT Perkebunan Nusantara II dan VIII dan PT Pos Indonesia. “Ini harus segera kita benahi,” kata Dahlan.

Jika aset tidak produktif ini dikelola dengan baik tentu beban negara akan banyak berkurang. Selain itu, pengelolaan itu bisa menjadi langkah pembenahan agar aset tersebut bisa lebih produktif untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Oleh karena itu pendirian BUMN properti yang khusus menangani aset tak produktif dianggap sebagai langkah mujarab. “Saat ini banyak aset BUMN yang masuk kategori menganggur (idle) sehingga jika disatukan akan dapat memberikan nilai tambah yang cukup besar,” kata Dahlan.

Untuk merealisasikan rencana, Kementerian BUMN sudah menyiapkan dua perusahaan untuk menangani BUMN sektor properti yaitu yaitu Perum Perumnas dan PT KAI.

Perum Perumnas ditunjuk karena dianggap sesuai dengan basis usahanya. Karena itu, Perumnas layak didorong agar menjadi perusahaan yang tidak saja sebagai penyedia rumah untuk rakyat tapi juga mengelola properti BUMN.

Sedangkan PT KAI sengaja dipilih untuk mengelola BUMN khusus ini karena banyak properti miliknya yang menganggur (idle) dan nilainya asetnya cukup besar. Jadi nantinya PT KAI akan banyak meraup dana dengan mengelola properti bukan dari penjualan tiket. “Sudah saatnya perusahaan ini mengubah paradigma bisnisnya agar bisa menjadi perusahaan yang lebih sehat sehingga mampu meningkatkan layanan kepada publik,” imbuh Dahlan lagi.

Dengan membangun BUMN properti, diharapkan perusahaan ini nantinya bisa menjadi perusahaan raksasa di bidangnya dan bisa menjadi salah satu perusahaan terkemuka di dunia. Mantan Dirut PLN ini ingin meniru apa yang berlaku di negara-negara maju yaitu selalu ada satu sampai lima perusahaan bidang properti dari deretan perusahaan-perusahaan terbesar di negara tersebut.

Ide pembentukan BUMN properti mendapat dukungan, salah satunya dari Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghada. Pengelolaan aset-aset tidak produktif dari BUMN itu diharapkan akan bisa membuka peluang pemenuhan kebutuhan hunian untuk rakyat berpenghasilan rendah.

“Sebesar lima persen saja tanah-tanah tak produktif BUMN itu dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat berpenghasilan rendah (maka itu sudah sangat bagus). Misalnya untuk penyediaan tanah untuk rusun murah di perkotaan,” ujar Ali.

Untuk itu, sebaiknya terlebih dulu dipastikan adanya komitmen dari BUMN yang akan dilebur menjadi BUMN properti untuk bisa menggunakan tanah-tanah yang tak produktif kelolaan mereka demi pengadaan hunian bagi masyarakat.

Meski demikian menurut dia, jika nantinya terbentuk BUMN properti, badan otonomi perumahan sebaiknya tetap ada agar konsentrasi kepentingan bisa dipisahkan. BUMN yang saat ini sudah menangani properti seperti Perumnas, menurut Ali bisa dilebur ke BUMN properti atau terlepas tersendiri sebagai badan perumahan nasional.

Mengingat pentingnya ide pembentukan BUMN properti sangat besar dampaknya, maka Ali berharap pemerintah serius merealisasikannya. “Ide pembentukan BUMN properti jangan hanya omong doang dari menteri mengingat banyaknya aset yang idle itu. Jadi kita tunggu kerja kongkritnya,” kata Ali.

Pangan dan Transportasi

Selain membangun BUMN properti yang kuat, mimpi Dahlan yang lain adalah BUMN pangan dan transportasi yang besar. BUMN pangan yang kuat dinilai sangat dibutuhkan negara ini demi menjaga ketahanan bahan-bahan pokok dari kemungkinan krisis pangan.

“Selama ini dalam kondisi normal kita masih mengimpor beras karena ketergantungan dari negara lain. Bagaimana jika Thailand, Vietnam, India, dan China tiba-tiba tidak bisa memenuhi permintaan beras dari Indonesia. Ini bisa membuat kita kesulitan pangan,” kata Dahlan di lain waktu.

Indonesia memang kerap mengalami kekurangan komoditas-komoditas pangan seperti beras, gula, garam dan beberapa bahan makanan lain. Tak pelak kondisi itu membuat pemerintah selalu memutuskan untuk mengimpor komoditas-komoditas tersebut sebagai langkah pintas memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Saat ini BUMN sejatinya sudah memiliki beberapa BUMN yang bergerak di sektor pangan. Karenanya langkah sinergi harus dilakukan jika ingin membuat perusahaan-perusahaan negara di bidang pangan itu bisa mencukupi kebutuhan nasional.

Dahlan tampaknya akan mensinergikan tiga BUMN yaitu Sang Hyang Seri, Pertani, dan Pusri terutama agar bisa mencetak 1 juta hektare lahan baru pertanian hingga 2014 demi memenuhi kebutuhan beras. “BUMN akan turun tangan dengan pendekatan korporasi untuk menyelesaikan berbagai kendala dalam pengembangan ketahanan pangan,” tukas dia.

Sementara itu dalam bidang transportasi, Dahlan akan membangun industri kapal pengangkut komoditi untuk bahan bakar minyak (BBM), minyak sawit, dan batu bara. “Sinergi BUMN di sektor transportasi dapat dilakukan antara PT Bukit Asam, dan BUMN perkapalan lainnya. Selama ini BUMN terlalu banyak yang menyewa kapal hingga triliunan rupiah untuk mendistribusikan hasil komoditi,” ujar Dahlan.

Apa yang sudah diutarakan Dahlan memang masih menjadi rencana di atas kertas hingga saat ini. Namun melihat visinya dan rekam jejaknya selama memimpin perusahaan listrik negara, tampaknya tak berlebihan kalau masyarakat menaruh keyakinan besar pada mimpi-mimpi Dahlan. Jika tidak, kapan lagi kita memiliki BUMN yang kuat? SP

 

 
 
 
 
Sebelumnya

Mengembalikan Kepak Sayap Garuda

Selanjutnya

Saatnya Kendalikan Harga Timah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI dan BNI Ventures Luncurkan Dropbox Kertas, Dorong Ekonomi Sirkular di Lingkungan Kantor

BNI dan BNI Ventures Luncurkan Dropbox Kertas, Dorong Ekonomi Sirkular di Lingkungan Kantor

oleh Sandy Romualdus
17 Februari 2026 - 13:51

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bersama anak usahanya, BNI Ventures, memperkuat komitmen keberlanjutan melalui peluncuran...

Jasa Marga Kenalkan Ekosistem Travoy di IIMS 2026, Siap Kawal Mudik Lebaran

Jasa Marga Kenalkan Ekosistem Travoy di IIMS 2026, Siap Kawal Mudik Lebaran

oleh Stella Gracia
12 Februari 2026 - 12:08

Stabilitas.id — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memperkenalkan ekosistem aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy) dalam ajang Indonesia International...

Bangkit dari PHK, UMKM Binaan BRI Rolly Bakery Tembus Pasar Global

Bangkit dari PHK, UMKM Binaan BRI Rolly Bakery Tembus Pasar Global

oleh Stella Gracia
11 Februari 2026 - 12:47

Stabilitas.id — Berawal dari pemutusan hubungan kerja (PHK), Natali berhasil membangun usaha roti dan kue kering rumahan bernama Rolly Bakery...

Permudah Pembayaran, BRImo Perkenalkan Fitur QRIS Tap

Permudah Pembayaran, BRImo Perkenalkan Fitur QRIS Tap

oleh Stella Gracia
9 Februari 2026 - 09:07

JAKARTA, Stabilitas.id – Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperluas kemudahan transaksi digital untuk mendukung mobilitas harian masyarakat Jakarta melalui pengembangan...

BNI Dorong Edukasi Lingkungan, Fondasi Keberlanjutan Aksi Bersih Pantai di Bali

BNI Dorong Edukasi Lingkungan, Fondasi Keberlanjutan Aksi Bersih Pantai di Bali

oleh Sandy Romualdus
8 Februari 2026 - 14:34

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui satu kali...

BNI Lanjutkan Aksi Bersih Pantai, Perkuat TPS3R Sekar Tanjung di Bali

BNI Lanjutkan Aksi Bersih Pantai, Perkuat TPS3R Sekar Tanjung di Bali

oleh Sandy Romualdus
7 Februari 2026 - 18:43

Stabilitas.id — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) melanjutkan aksi bersih Pantai Mertasari, Bali, dengan menyalurkan bantuan sarana pengelolaan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

Barter Tarif: 1.819 Produk Ekspor RI Jadi 0%, Gandum & Kedelai AS Bebas Bea Masuk

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Kerja Keras dan Semangat Norlent

Kerja Keras dan Semangat Norlent

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance