• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Keuangan

AAJI Himbau Perusahan Kecil Segera Cari Partner Strategis

oleh Sandy Romualdus
28 Juni 2013 - 00:00
4
Dilihat
Pendapatan Industri Asuransi Jiwa 2012 Tumbuh 20,65%
0
Bagikan
4
Dilihat

Bandung – Belajar dari dicabutnya ijin usaha PT Asuransi Jiwa Nusantara (AJN) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 12 Juni 2013 lalu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indoesia (AAJI) kembali menghimbau anggotanya yang sulit memenuhi ketentuan modal minimum, hingga masuk pengawasan khusus OJK, agar segera meleburkan diri alias merger, atau mencari investor strategis.

"Kalau saya berpikir sebaiknya perusahaan asuransi yang kecil segera merger, atau jika ada ada perusahaan besar yang mau skema joint venture juga boleh. Demikian juga kalau ada perusahaan yang lebih besar yang mau beli juga bagus," kata Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI di sela perhelatan “Top Agent Award” AAJI ke-26 di Bandung, Rabu (27/6).

OJK sebelumnya mencabut ijin usaha PT Asuransi Jiwa Nusantra (AJN) pada 12 Juni lalu, setelah sekian lama berkutat dengan pengawasan khusus OJK. Nasib yang tak jauh berbeda juga di alami oleh PT Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ Life) yang sekian lama masuk ke dalam kategori Pembekuan Kegiatan Usaha (PKU). Adapun OJK melakukan PKU terhadap BAJ karena Risk Based Capital (RBC) yang sudah berada di titik negatif. Padahal berdasarkan ketentuan, RBC perusahaan asuransi normalnya berada di posisi minimum 120%.

BERITA TERKAIT

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Menanggapi hal tersebut, Hendrisman menilai ketegasan OJK patut diapresiasi. Namun demikian, dia menekankan pentingnya penyelesaian kewajiban kepada pemegang polis. "Itu harus dipikirkan juga." Dalam  surat pencabutan ijin usaha AJN, OJK memerintahkan AJN untuk menyelesaikan semua utang dan kewajibanya. Demikian pula dengan BAJ Life yang dalam kondisi PKU, tak bisa menerbitkan polis baru. Kendati hanya bisa mengurus bisnis lama dan boleh menerima premi lanjutan, BAJ Life tetap wajib membayar klaim bila ada yang jatuh tempo.

Hendrisman menegaskan, untuk meningkatkan penetrasi asuransi, selain mengandalkan tenaga pemasaran sebagai ujung tompak, kekuatan modal menjadi keharusan. "Dengan penetrasi yang masih berada di level 18% terhadap total populasi penduduk Indonesia, kita perlu kekuatan dari semua lini untuk tumbuh, agen dan modal," kata dia.

Dia mencontohkan, Jepang saat ini penetrasi asuransinya terhadap total penduduk sudah mencapai 340%. "Padahal di awal 2000-an jumlah perusahaan asuransi jiwa kita sekira 28, Jepang juga sama. Dan sekarang ketika perusahaan kita berkembang jadi 37, mereka juga di level yang sama. Tetapi penetrasi mereka sudah 340%," ungkap Hendrisman.

Menurut dia, jumlah perusahaan asuransi jiwa yang ideal untuk Indonesia adalah di kisaran 40 perusahaan. Sebelum krisis jumlah perusahaan asuransi jiwa menyentuh angka 45 perusahaan. Namun kini terus merosot jadi 37 perusahaan. "Idealnya mungkin sekitar itu (40 perusahaan). Tetapi semakin kecil supaya lebih fokus dan efektif," ujar Hendrisman.

Anggota Dewan Komisioner bidang Industri Keuangan Non Bank OJK, Firdaus Djaelani, mengungkapkan ada beberapa perusahaan yang asuransi yang saat ini berniat partisipasinya dalam bisnis asuransi jiwa di tanah air, seperti Insurance Australia Group (IAG) yang mengincar MAA General Assurance. Atau PT BNI Life yang saat ini mulai melemparkan proposal ke beberapa negara guna mendapatkan partner strategis dalam skema joint venture untuk mendukung ekspansi bisnisnya di sektor asuransi.

“IAG pernah bertemu dengan saya di Australia dan mengungkapkan niat mereka. Sementara Sumitomo sampai sekarang belum permohonan untuk masuk BNI Life. Yang pasti, BNI Life sudah lapor ke kita kalau mereka lagi mengirim surat penawaran ke beberapa investor besar seperti seperti di Korea, Jepang, Hongkong, Inggris. Nanti diseleksi yang terbaik untuk parter dalam bentuk joint venture,” papar Firdaus di kesempatan yang sama.

Ditanya apakah tidak ada arahan OJK untuk mendorong partner investor local, Firdaus menegaskan bahwa jika BNI Life masih mayoritas maka tidak menjadi masalah jika ada investor asing yang bergabung. “Mereka (BNI Life) pilih joint venture, tetapi BNI Life tetap pertahankan saham mayoritas,” ungkap Firdaus.

 
 
 
 
Sebelumnya

Semen Baturaja Akusisi 3 Lahan Baru

Selanjutnya

OJK Ingatkan Semangat Financial Planner ke Agen Asuransi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

Gandeng UNEJ dan AAJI, OJK Luncurkan Beasiswa Riset Asuransi Jiwa di Jember

oleh Stella Gracia
15 Februari 2026 - 09:17

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memacu tingkat literasi dan inklusi keuangan di sektor perasuransian, dengan membidik generasi muda...

Riset HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi

Menuju 2050, Sun Life Ingatkan Risiko Ledakan Populasi Lansia Tanpa Kesiapan Finansial

oleh Stella Gracia
13 Februari 2026 - 07:14

Stabilitas.id — Indonesia menghadapi ancaman kesenjangan kesiapan pensiun (retirement divide) yang kian lebar seiring dengan perubahan demografi. Riset terbaru Sun Life...

OJK Perketat Seleksi Bos Multifinance & Modal Ventura, Ini Alasannya

OJK Perketat Seleksi Bos Multifinance & Modal Ventura, Ini Alasannya

oleh Stella Gracia
10 Februari 2026 - 07:04

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan industri Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan LJK Lainnya...

Bidik Penjualan Otomotif 2026, Danamon dan Adira Finance Hadir di IIMS Jakarta

Bidik Penjualan Otomotif 2026, Danamon dan Adira Finance Hadir di IIMS Jakarta

oleh Stella Gracia
8 Februari 2026 - 18:24

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) bersama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), dengan dukungan MUFG Bank,...

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

oleh Sandy Romualdus
6 Februari 2026 - 21:55

Stabilitas.id — Analis pasar modal menilai kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) tetap solid hingga akhir 2025, ditopang...

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

AXA Mandiri Luncurkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

oleh Stella Gracia
4 Februari 2026 - 09:38

Stabilitas.id - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) meluncurkan Asuransi Mandiri Wealth Signature USD sebagai produk terbarunya di awal...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
CIMB Niaga Raih Indonesia Green Award 2013

CIMB Niaga Raih Indonesia Green Award 2013

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance