• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Kobexindo Tawar Saham Perdana Rp. 380 – Rp.520

by Sandy Romualdus
24 Mei 2012 - 00:00
8
VIEWS
Kobexindo Tawar Saham Perdana Rp. 380 – Rp.520
0
SHARES
8
VIEWS

Jakarta –  PT Kobexindo Tractor, salah satu distributor alat berat di Tanah Air, mengincar dana segar hingga Rp 500 miliar dari proses pelepasan perdana saham (Initial public offering/IPO). Adapun saham perdana yang mulai ditawarkan hari Kamis, 24 Mei – 7 Juni  2012 itu adalah sebesar 858 juta lembar saham, atau setara dengan 30 persen modal disetor setelah proses penawaran. Sementara harga yang ditawarkan kepada investor di kisaran Rp.380 – Rp.520 per lembar saham.

“Kita targetkan dana hasil IPO di kisaran Rp 400 miliar, up to Rp 500 miliar,” ujar Presiden Direktur Kobexindo Tractor, Humas Soputro dalam public expose Penawaran Umum Perdana Saham Kobexindo Tranctors di Jakarta, Kamis (24/5).

  • Baca juga: Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Dana hasil IPO tersebut direncanakan untuk pembiayaan belanja modal, capital expenditure (capex),  pembiayaan expansi cabang dan pelunasan utang. “Sebanyak 40% untuk modal kerja, 34% untuk pembangunan perluasan cabang dan depo serta infrastrukturnya, 21 % untuk pelunasan utang, dan 1% penyertaan modal di anak usaha kita, yakni PT Kobexindo Equipment,” ungkap Humas.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Direktur Keuangan Kobexindo Trartor, Martio, menambahkan, perseroan berencana menambah lima cabang baru, dan memperluas tiga cabang yang ada saat ini sehingga distribusi alat berat Kobexindo menjadi lebih luas. “Kita coba perluas distribusi ke area tabang, seperti di Makasar, Palembang, dan Jawa Timur,” ungkap Martio.

Sementara terkait dengan kewajiban utang perseroan, Martio menyebutkan, saat ini Kobexindo mempunyai utang senilai 10,5  juta dollar AS, yang masing-masing sebesar 3,5 juta dollar AS di Bank Resona Perdana, dan DBS senilai 7 juta dollar AS.

Menurut Martio, utang perseroan tersebut bersifat refolfing, sehingga kapan saja bisa dilakukan pelunasan oleh perseoran. “Nah sejalan dengan perolehan dana IPO, kita rencanakan untuk melunasi total utang tersebut di semester dua nanti,” tukas Martio.

  • Baca juga: Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Lebih lanjut Humas mengungkapkan bahwa, dengan adanya penambahan capex, maka dia berharap tahun ini penjualan alat berat Kobexindo bisa melampaui target yang 2012 sebesar Rp 2 triliun. “Artinya setiap ada penambahan modal, diharapkan berdampak pada penjualan. Dari Rp 2 triliun, bisa saja naik ke Rp 3 triliun,” jelas Humas.

Dia mengungkapkan, penjualan alat berat perseroan memang meningkat secara signifikan. Di tahun 2011, perseroan berhasil menjualan 975 unit alat berat. Dan tahun ini, lanjut Humas, perseroan menargetkan dapat menjual sebanyak 1.300 unit alat berat.

 “Hingga Maret tahun ini, penjualan kita sudah meningkat 130% dari periode yang sama tahun lalu,” imbuh Martio menambahkan. Dari total penjualan tersebut, lanjut Martio, Kobexindo menyumbang 6% dari total pangsa pasar alat berat nasional, yang tahun ini penjualannya ditargetkan mencapai kisaran 21-27 unit.

Dia menjelaskan, pihaknya akan terus memperkuat pangsa pasar yang selama ini telah menjadi fokus perseroan. Antara lain distribusi ekslusif excavator merek Doosan dengan kapasitas 60 ton yang menguasai pasar hingga 30 persen. ‘Produk yang kita pasarkan selalu melihat posisi kompetitor di pasar, di sisi lain persoalan produktivitas dan spesifikasi juga diperhatikan,” katanya.

Johanes Soetikno, Managing Direktur PT Valbury Asia Securities, selaku salah satu penjamin emisi penawaran perdana saham Kobexindo Tractor, mengatakan, pangsa pasar 6% bukanlah angka yang kecil. Pasalnya, Kobexindo juga market leader (40%) untuk excavator merek Doosan dengan kapasitan 50 ton.

  • Baca juga: Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

 “Ini diperkuat dengan kinerja Kobexindo yang memang tengah bertumbuh. Jika beberapa tahun lalu perseroan masuh fokus dengan inovasi, saat ini dan dalam tiga tahun kedepan kami perkirakan perusahaan ini akan mencatat pertumbuhan yang signifikan. Ini karena memang mereka terus fokus dan memperluas pangsa pasar yang selama ini sudah dipimpinnya,” tukas Johanes.

Dengan berbagai upaya investasi tersebut, Martio menambahkan, perseroan beraharap bias meraih peningkatan laba hingga akhir tahun ini menjadi Rp 155 miliar. Meningkat dari raihan laba 2011 yang  mencapai Rp 113,5 miliar.

 
 
 
 
 
Previous Post

Keppel Grup Bangun Rumah Warga Miskin

Next Post

Trade Finance Customer Gathering CIMB Niaga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 11:34

MSCI mengusulkan penurunan status bursa saham Indonesia langsung ke Standalone Market akibat isu transparansi free float dan dugaan transaksi terkoordinasi....

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 10:33

Rupiah terperosok ke level Rp18.000 per dolar AS bersamaan dengan trading halt IHSG, Bank Indonesia gelar intervensi terpadu di pasar...

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 09:19

IHSG dibuka anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada Jumat (16/10/2026), memicu penghentian sementara perdagangan BEI akibat sentimen usulan MSCI...

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

Ancam Arus Modal Ratusan Triliun Rupiah: MSCI Konsultasikan Status Bursa Efek Indonesia

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 08:12

MSCI membuka konsultasi usulan penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market yang diputuskan Juni 2027. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BII Luncurkan Diamanté Visa Infinite CARD

BII Rilis Program CR Melalui Micro Financing

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance