• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Bursa

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

oleh Sandy Romualdus
27 April 2020 - 10:36
26
Dilihat
Berharap Pada Prospek Saham BUMN
0
Bagikan
26
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas – Kondisi krisis di tahun 1998, 2008, dan 2020 ini memilki perbedaan karakteristiknya. Proses pemulihan krisis juga juga dinili dan dilakukan secara berbeda. Banyak kalangan menilai perlu adanya solusi bersama secara global untuk menekan polarisasi yang akan berdampak pada resesi berkepanjangan. Fundamental ekonomi yang goyah memberi efek domino berupa rontoknya harga saham.

Analisis Pasar Saham dari Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan menyatakan bahwa krisis ekonomi 2020 telah berdampak negatif pada penurunan pada IHSG (Indeks Harga saham gabungan) dimana pada bulan Maret terkoreksi hingga 38 persen.

“Koreksi IHSG hingga 38 persen ini akan mengalami pemulihan jika solusi global bisa dilakukan oleh negara-negara di dunia,” jelas Alfred dalam sebuah diskusi secara daring (Web Seminar/Webinar) bertema “Mendulang Profil dari Saham-Saham BUMN Pasca Covid-19”, Minggu (26/04/2020).

BERITA TERKAIT

Mudik Gratis Bersama BNI Disambut Antusias, Ribuan Peserta Rasakan Manfaat

BNI Berangkatkan 7.000 Pemudik dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026

Kelola THR Ramadan, BNI Dorong Nasabah Optimalkan Fitur Growth di Aplikasi wondr

Beli Sukuk Ritel SR024 Pakai wondr by BNI, Raih Cash Back Sampai Rp29 Juta

Ia membandingkan pemulihan yang terjadi dalam krisis-krisis ekonomi sebelumnya. Pada krisis ekonomi 1997-1998, IHSG terkoreksi pada angka 72 persen dan dibutuhkan waktu selama 8 bulan dari posisi terendah penurunan yang terjadi Oktober 1998. Sementara pada krisis ekonomi 2008 dimana IHSG mengalami koreksi sebesar 60 persen membutuhkan waktu selama 16 bulan dari level terendah IHSG.

Alfred menambahkan yang menjadi perhatian para investor di pasar saham saat ini adalah seberapa lama pandemi Covid-19 akan selesai dan durasinya seperti apa. Jika kepastian ini belum ada, kemungkinan pasar terkoreksi lebih dalam dibandingkan krisis ekonomi 1997-1998 akan terjadi.

Ia membandingkan pemulihan harga saham BUMN dengan emiten non BUMN antara krisis ekonomi 1997-1998 dengan krisis ekonomi 2020. Pada krisis 1997-1998, saham-saham BUMN lebih cepat pulih dan menjadi motor penggerak pemulihan IHSG. Sementara pada krisis ekonomi 2020 pemulihan saham-saham BUMN lebih lambat dibandingkan dengan emiten emiten non BUMN. “Saat ini kapitalisasi saham saham BUMN turun hingga 37,8 persen akibat pandemi Covid-19,”sebutnya.

Namun ia optimistis saham-saham Bank BUMN akan cepat mengalami pemulihan jika ada kepastian dalam penanganan pandemi Covid-19 di dunia. “Saham-saham Bank BUMN saat ini masih undervalue dibandingkan harga saham pada saat pasar saham tidak bergejolak. Tetapi saham saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN akan segera direspon positif oleh para investor pasar saham ketika wabah Covid-19 mengalami tren penurunan dalam penyebaran,” katanya.

Sementara, dia menyatakan buy back (pembelian kembali) saham-saham yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk melakukan stabilisasi harga namun tidak akan mendorong kenaikan saham saham emiten non BUMN jika kondisi pasar saham belum membaik. Namun ia yakin bahwa IHSG sudah mencapai pada tingkat terendah dari penurunan yakni 3.900 pada bulan Maret lalu. “Kecenderungannya pasar akan menuju tren positif jika tidak ada gelombang kedua wabah Covid-18,” katanya.

Alfred memperkirakan saham-saham di sektor Telekomunikasi, IT dan Konsumer tetap akan memiliki kinerja yang baik pada 2020. Pendapatan emiten di sektor tersebut akan positif meskipun wabah Covid-19 masih berlangsung. Pemulihan harga saham saham telekomunikasi dan konsumer akan terjadi lebih cepat dibandingkan dengan saham -saham sektor lainnya.

Solusi Global 

SementaraChief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean menegaskan solusi global diperlukan guna mengatasi krisis ekonomi 2020 yang terjadi akibat pandemi Covid-19. Krisis ekonomi 2020 memiliki tiga dimensi besar yakni wabah Covid-19, kebijakan sosio-politik untuk menekan penyebaran Covid-19 (social distancing dan phisical distancing) serta pengaruh negatif bagi perekonomian dunia.

“Krisis ekonomi global 2020 ini memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan krisis 1997-1998 maupun krisis ekonomi 2008,” kata Adrian dalam Webinar yang sama.

Adrian menjelaskan ketiga kombinasi tersebut saling berhubungan satu sama lain. Tingkat pengaruh ekonomi ditentukan oleh bagaimana kebijakan sosial distancing maupun phisical distancing akan dilakukan dan dalam jangka berapa waktunya. Sementara kebijakan social distancing akan ditentukan oleh kemampuan negara negara di dunia untuk mengatasi Covid-19.

Ia menyatakan berdasarkan dari keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diperkirakan vaksin untuk menangani pandemi Covid-19 baru bisa dilakukan 12-18 bulan ke depan. “Ini artinya solusi global terhadap krisis ekonomi sekarang baru akan terjadi pada pertengahan 2021 atau pertengahan tahun depan,” ujarnya.

Menurut Adrian, masalah yang dihadapi dalam menangani krisis ekonomi 2020 ini adalah terjadinya polarisasi di dunia. Polarisasi itu antara lain terjadinya persaingan antara Rusia dengan OPEC, rivalitas antara China dan Amerika Serikat, Eropa versus Eropa, negara kaya dan negara miskin. Polarisasi inilah yang membuat solusi secara global menghadapi sejumlah kendala yang harus terlebih dahulu diatasi.

 

Tags: #BNI#BUMN#Buyback Saham#IHSGPasar Modal
 
 
 
 
Sebelumnya

RI dan AS Sepakat Kerja Sama Tingkatkan Alkes

Selanjutnya

Kemendag Tingkatkan Kinerja Perdagangan Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

Buntut Skandal Dana IPO POSA, OJK Blacklist Benny Tjokrosaputro Seumur Hidup

oleh Stella Gracia
16 Maret 2026 - 10:07

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif dan larangan beraktivitas di pasar modal terhadap sejumlah pihak terkait pelanggaran...

BNI Dukung Kebijakan Pemerintah Tarik Dana Rp200 T untuk Perkuat Likuiditas Perbankan

BNI Tebar Dividen Rp13,03 Triliun, Analis Nilai Sinyal Stabilitas di Tengah Gejolak Global

oleh Sandy Romualdus
10 Maret 2026 - 14:05

Stabilitas.id - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar...

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

oleh Sandy Romualdus
9 Maret 2026 - 16:39

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun dalam Rapat Umum...

BNI Siap Melaksanakan Aturan Modal Minimum Baru

Rencana Buyback Saham BBNI Bisa Tingkatkan Kepercayaan Publik

oleh Sandy Romualdus
8 Maret 2026 - 14:01

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berencana untuk melakukan Pembelian Kembali (Buyback) saham beserta rencana pengalihan saham...

Bank Neo Commerce Raih Laba Rp 159,94 Miliar di Kuartal I 2025, Tertinggi Sejak Beroperasi secara Digital

BBYB Tembus Indeks Economic 30 BEI, Saham Bank Neo Commerce Jadi Incaran Investor

oleh Stella Gracia
5 Maret 2026 - 17:16

Stabilitas.id — PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) resmi ditetapkan sebagai anggota baru Indeks Economic 30 oleh Bursa Efek Indonesia...

Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

oleh Stella Gracia
4 Maret 2026 - 14:56

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah luar biasa dengan melakukan penggeledahan di kantor PT MASI yang berlokasi di...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran K/L Hingga 10 Persen

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Disrupsi LNG Qatar: Kapasitas Ekspor Lumpuh 17%, Pasokan Global Terancam 5 Tahun

Respons Keluhan Publik, Pemerintah Kaji Kebijakan Proteksi Marketplace Domestik

Stabilitas Edisi 221 : Ujian Serius Otoritas Kurs

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

Andalkan 1,2 Juta Agen BRILink, BRI Pastikan Transaksi Lebaran 2026 Lancar Hingga ke Desa

Rugi Garuda Indonesia (GIAA) Membengkak US$319 Juta, Tertahan Isu Rantai Pasok

Milenial vs Gen Z: Siapa yang Paling Boros Belanja Baju Sarimbit Lebaran Tahun Ini?

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Kemendag Fasilitasi Ekspor DenganTerbitkan Permendag Nomor 39 Tahun 2020

Kemendag Tingkatkan Kinerja Perdagangan Indonesia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance