• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Finance

Bank BJB Kehilangan Putra Kandungnya: Yusuf Saadudin, Pemimpin Berintegritas yang Menggerakkan Transformasi

oleh Sandy Romualdus
14 November 2025 - 07:05
56
Dilihat
Bank BJB Kehilangan Putra Kandungnya: Yusuf Saadudin, Pemimpin Berintegritas yang Menggerakkan Transformasi
0
Bagikan
56
Dilihat

Stabilitas.id — Jawa Barat kehilangan salah satu putra terbaiknya. Yusuf Saadudin, Direktur Utama Bank BJB, wafat pada Jumat dini hari, 14 November 2025. Di lingkungan perbankan daerah, sosok berusia 52 tahun itu dikenal bukan semata pemimpin puncak. Ia adalah “putra kandung” Bank BJB—lahir, tumbuh, menjalani sebagian besar hidup profesionalnya di institusi yang sama, dan akhirnya memimpin bank itu memasuki fase modernisasi paling intens dalam dua dekade terakhir.

Kepergian Yusuf terasa sebagai jeda mendadak dalam perjalanan BJB. Bagi banyak koleganya, ia adalah wajah perubahan: sosok tenang, rapi, dan bekerja dengan prinsip integritas yang tebal. Jejak itu yang membuatnya dihormati bukan hanya sebagai bankir, tetapi sebagai figur yang memahami BJB dari akar sampai pucuk.

Meniti Tangga Tanpa Meloncat

BERITA TERKAIT

Gandeng Taspen, bank bjb Targetkan Penyaluran Dana Pensiun Lebih Cepat dan Aman

Sabuk Ekonomi Jawa: Bank BJB Integrasikan Tangerang hingga Surabaya Lewat The Ultimate10K Series

Bank BJB Garap Segmen Lifestyle, Tawarkan Tiket Semarang Mountain Race 2026 Lewat Tabungan

Jabar Defisit Rp3 Triliun, Dedi Mulyadi Bidik Pinjaman Rp2 Triliun dari SMI dan Bank BJB

Lahir di Bandung pada 1973, Yusuf menamatkan Sarjana Akuntansi di Universitas Padjadjaran, lalu meraih Magister Hukum Ekonomi dan Bisnis di kampus yang sama. Ia bergabung dengan Bank BJB sebagai pegawai muda dan sejak itu menempuh perjalanan panjang: mulai dari divisi pembiayaan konsumer, memimpin Divisi KPR & KKB (2019–2021), berlanjut menjadi Kepala Divisi Kredit Konsumer, hingga kemudian menjabat Direktur Konsumer & Ritel.

Kariernya menanjak bukan karena lompatan besar, melainkan rangkaian langkah terukur. “Yusuf itu tidak melewati tahapan,” kata seorang mantan koleganya. “Dia menapaki tangganya satu per satu.” Karakter itu membuatnya dianggap sebagai pemimpin yang tumbuh bersama institusi—seseorang yang benar-benar memahami denyut operasional bank daerah terbesar di Jawa Barat dan Banten itu.

Dalam memimpin, Yusuf tidak dikenal sebagai orator. Ia berbicara seperlunya, menghindari sorot kamera, dan lebih betah duduk dalam rapat-rapat yang membahas angka, risiko, serta ketahanan portofolio. Namun, keputusan-keputusannya terukur dan berdampak.

Ketenangan itu membuatnya dihormati: pemimpin yang tidak tergesa, tetapi selalu tepat waktu; tidak banyak bicara, tetapi tetap menjadi titik temu dalam setiap perselisihan pandangan. Integritasnya menjadi fondasi kepemimpinan.

Arsitek Transformasi Bank BJB

Ketika Yusuf diangkat menjadi Direktur Utama pada 16 April 2025 melalui RUPS, ia datang dengan mandat besar: mempercepat transformasi digital, memperkuat bisnis ritel, dan menjadikan BJB sebagai bank daerah yang mampu berkompetisi secara nasional.

Di bawah komandonya, BJB menjalin kerja sama strategis dengan universitas dan lembaga publik untuk memperluas implementasi layanan digital. Ia mempercepat penyempurnaan platform digital BJB, mendorong peningkatan layanan bagi guru ASN dan non- ASN, serta memperkuat infrastruktur perbankan yang mendukung inklusi keuangan.

Di hadapan para pegawai, ia beberapa kali mengulang satu prinsip: “Bank daerah harus bisa berlari seperti bank besar.” Prinsip itu kemudian menjadi roh perubahan dalam organisasi.

Dalam tujuh bulan kepemimpinannya, kinerja BJB menunjukkan kombinasi antara pertumbuhan, ekspansi ambisius, dan tantangan profitabilitas:

Pertumbuhan Aset dan Kredit
Aset BJB naik sekitar 10,2 persen (YoY) menjadi Rp223,1 triliun, sementara total kredit tumbuh 11,4 persen (YoY) mencapai Rp145,4 triliun, ditopang oleh segmen konsumer—wilayah bisnis yang memang menjadi keahlian Yusuf sejak lama.

Produk digital seperti KGB Pisan menunjukkan traksi kuat, mendekati 4.000 rekening dalam waktu singkat dan menunjukkan bahwa jalur digital ritel yang ia dorong mulai membentuk basis baru bagi pertumbuhan.

Pada sisi lain, ambisi transformasi membawa konsekuensi. Beban operasional melonjak sekitar 18,3 persen, yang berdampak pada penurunan laba bersih hingga 32 persen. Sebagian besar beban itu datang dari perbaikan infrastruktur, penguatan SDM, dan percepatan digitalisasi—dua hal yang memang menjadi fokus Yusuf sejak hari pertama menjabat.

Meski begitu, beberapa analis melihat lonjakan beban ini sebagai “harga sebuah loncatan”. Transformasi digital, perbaikan tata kelola, dan ekspansi kredit yang sehat membutuhkan fondasi yang tidak murah.

Warisan Seorang Pekerja Sunyi

Di tengah ambisinya, Yusuf tetap sederhana. Ia tak pernah membesarkan keberhasilan, tak pernah menyembunyikan tantangan. Bagi banyak pegawai BJB, ia mewakili sosok pemimpin yang bekerja senyap—tidak mencolok, tetapi terukur.

Yang ditinggalkan bukan sekadar laporan keuangan, melainkan arah panjang: modernisasi, disiplin risiko, perbaikan struktur kredit, serta budaya kerja yang lebih adaptif terhadap perubahan teknologi.

Kepergian Yusuf menutup perjalanan seorang “putra kandung” BJB yang pulang terlalu cepat. Namun jejaknya—ketenangan, integritas, dan keberanian menata ulang bank daerah menjadi lebih modern—menjadi warisan yang akan terus hidup di institusi yang ia cintai sejak awal kariernya.***

Tags: #Bank BJBDirut BJBYusuf Saadudin
 
 
 
 
Sebelumnya

Maybank Indonesia Jadi Bank Kustodian KIK EBA Syariah Pertama di RI

Selanjutnya

BNI Dukung Kebangkitan Ekosistem Kreatif Lewat ICCF 2025 di Malang Raya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

oleh Sandy Romualdus
20 Mei 2026 - 19:46

Stabilitas.id — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim mencatatkan lompatan aset konsolidasi yang signifikan mencapai...

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

oleh Sandy Romualdus
20 Mei 2026 - 19:17

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan cetak biru manfaat strategis dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) bagi penguatan jangkar...

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

oleh Sandy Romualdus
20 Mei 2026 - 19:05

Stabilitas.id — Emiten bank digital milik Kredivo Group, PT Krom Bank Indonesia Tbk (IDX: BBSI), memutuskan untuk tidak membagikan dividen...

Genjot Inklusi Keuangan Pelajar, Bank Jakarta Kelola Dana Simpanan Rp1,81 Triliun

Genjot Inklusi Keuangan Pelajar, Bank Jakarta Kelola Dana Simpanan Rp1,81 Triliun

oleh Sandy Romualdus
19 Mei 2026 - 19:49

Stabilitas.id — Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) DKI Jakarta 2026 yang diorkestrasi oleh Bank Jakarta bersama Otoritas Jasa Keuangan...

Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

oleh Sandy Romualdus
19 Mei 2026 - 16:34

Stabilitas.id - Bank Mandiri memperkuat komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Otoritas moneter dan fiskal memperkuat fondasi arsitektur keuangan berkelanjutan (sustainable finance) tanah air demi memitigasi dampak risiko perubahan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%

Tekan Kebocoran Finansial, KPR Takeover Jadi Solusi Hemat Cicilan Hingga 40%

Pasca-Lebaran: Penjualan Mobil Melonjak 55%, Optimisme Ekonomi Kuartal II Menguat

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
BNI Dukung Kebangkitan Ekosistem Kreatif Lewat ICCF 2025 di Malang Raya

BNI Dukung Kebangkitan Ekosistem Kreatif Lewat ICCF 2025 di Malang Raya

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance