JAKARTA, Stabilitas — Garuda Indonesia mendapatkan fasilitas kredit modal kerja dari tonga bank BUMN yakni Bank Mandiri, BNI dan BRI. Penandatanganan kerjasama fasilitas kredit tersebut dilakukan Garuda dalam rangka memperkuat strategi bisnis perusahaan melalui program ekspansi jaringan penerbangan, pengembangan basis operasional armada, manajemen pembiayaan bahan bakar hingga maintenance armada.
Adapun penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) yang dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto, serta disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di Jakarta, Kamis (25/2).
Ketiga Bank BUMN tersebut menyepakati pemberian fasilitas kredit modal kerja kepada Garuda Indonesia dengan nilai plafon mencapai Rp 4,7 Triliun yang terdiri dari fasilitas kredit modal kerja senilai Rp 1 triliun dari Bank Mandiri, USD 100 juta dari BNI, dan Rp 2 triliun dan USD 30 juta dari Bank BRI. Adapun masa tenor dari fasilitas kredit modal kerja tersebut adalah selama 1 tahun.
Pemberian fasilitas kredit modal kerja tersebut akan dilakukan dalam bentuk Kredit Modal Kerja Impor (KMKI), Penangguhan Jaminan Impor (PJI) dalam bentuk Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), Letter of Credit (LC), Sight/Usance/ Usance Payable at Sight (UPAS) hingga Standby Letter of Credit (SBLC).
Dengan adanya kerjasama fasilitas kredit perbankan oleh mitra Bank BUMN tersebut, Garuda Indonesia senantiasa akan meningkatkan dan memperluas kerjasama di berbagai bidang, khususnya yang terkait dengan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dalam rangka mewujudkan sinergi BUMN yang saling menguntungkan antar sesama BUMN.
Sebagai bagian dari program pengembangan armada yang berkelanjutan, sepanjang tahun 2016 Garuda Indonesia Group akan menerima kedatangan total 16 armada baru yang terdiri dari satu Boeing 777-300ER, empat Airbus A330-300, empat ATR72-600, dan delapan Airbus A320 untuk Citilink. Dengan demikian, hingga akhir 2016 ini Garuda Indonesia Group akan mengoperasikan total 188 armada yang terdiri dari 144 armada Garuda Indonesia dan 44 armada Citilink.
Sementara itu, beberapa waktu yang lalu pada ajang kedirgantaraan internasional “Singapore Airshow”, Garuda Indonesia kembali menerima predikat sebagai “Maskapai Bintang 5” dari SkyTrax. Penghargaan tersebut merupakan kedua kalinya setelah sebelumnya Garuda Indonesia berhasil meraih penghargaan yang sama pada akhir tahun 2014 yang lalu.
Pencapaian tersebut merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan konsitensi Garuda Indonesia atas transformasi yang dilaksanakan dalam mempertahankan kualitas produk dan layanan kepada pengguna jasa.

















