• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kesenjangan Turun, RI Masih Sulit Hindari Jebakan Negara Berpendapatan Rendah

oleh Sandy Romualdus
18 April 2016 - 00:00
1
Dilihat
Kesenjangan Turun, RI Masih Sulit Hindari Jebakan Negara Berpendapatan Rendah
0
Bagikan
1
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kesenjangan pengeluaran penduduk di Indonesia yang diukur berdasarkan Gini Ratio ?Indonesia sebesar 0,40 pada September 2015, menurun 0,01 poin dibanding maret 2015 sebanyak 0,41.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, penurunan angka kesenjangan ini menunjukkan adanya kenaikan pendapatan dari berbagai kelas penduduk di Indonesia. Sehingga, ada perbaikan penerimaan penduduk.

“Gini ratio September 2015 yang 0,40 terjadi penurunan 0,01 poin dibanding maret 2015 sebesar 0,41. Artinya terjadi perbaikan pendapatan,” ujarnya di Jakarta, Senin (18/4/2016).

BERITA TERKAIT

Suryamin menjelaskan, penurunan gini ratio di perkotaan terjadi sebesar 0,01 poin dari 0,43 pada Maret 2015 menjadi 0,42 pada September 2015. Sementara di pedesaan tercatat sebesar 0,33, relatif tidak berubah.

Dia menambahkan, distribusi pengeluaran kelompok penduduk berpengeluaran rendah yang sebanyak 40% menunjukkan indikasi membaik. Naik dari 17,1 pada Maret 2015 menjadi 17,45 pada September 2015. 

“Kemudian untuk penduduk berpengeluaran menengah juga naik, dari 34,65 menjadi 34,70. Sementara, untuk 20% masyarakat dengan pengeluaran tinggi ?justru mengalami penurunan dari 48,25 menjadi 47,84,” pungkasnya.

Berpendapatan Rendah

Kendati kesenjangan penduduk menurun, Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri ?menilai, sejauh ini Indonesia masih sulit keluar dari jebakan negara dengan pendapatan rendah. Bahkan, peluang perekonomian Indonesia untuk terperangkap dalam negara berpendapatan rendah mencapai 80%.

Dia mengatakan, hal ini lantaran kinerja ekonomi Indonesia sangat sensitif terhadap krisis bersifat eksternal. Karena itu, memerlukan waktu lama untuk kembali memulihkan kondisi ekonomi di Tanah Air. Padahal, perekonomian Indonesia relatif tertutup jika dibandingkan pada 1960.

“Peluang perekonomian Indonesia terperangkap dalam pendapatan rendah adalah 80%, untuk menjadi pendapatan menengah peluangnya hanya 16%, sedangkan untuk masuk menjadi negara berpendapatan tinggi sangat kecil sekali hanya sekitar 3%,” katanya dalam Policy Dialogue Series: The Middle Income Trap-Indonesia’s Challenge Ahead, di Jakarta, Senin (18/4/2016).

Selain itu, sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air sangat lemah terutama jika dilihat dari konteks kualitas. Lemahnya kemampuan kognitif pelajar Indonesia harus segera diperbaiki, agar transformasi perekonomian Indonesia mampu bergerak mulus, dari ketergantungan kepada industri berbasis upah murah, menuj?u basis produksi dengan keahlian yang lebih tinggi.

Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) ini menambahkan, struktur ekspor Indonesia juga masih belum memperlihatkan perbaikan dalam meningkatkan peran dari ekspor berbasis teknologi tinggi. “Nilai kontribusinya (ekspor berbasis teknologi tinggi) sangat rendah dan semakin menurun. Sementara, kinerja sektor manufaktur juga lemah,” imbuh dia.

Faisal mengungkapkan, Indonesia semakin mustahil untuk memacu pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan. Karena, perkembangan stok modal (capital stock) tidak dapat mengimbangi kecepatan pertumbuhan ekonomi negara yang berada pada frontier teknologi.

“Untuk itu, peran kepemimpinan nasional sangat vital dan sangat menentukan. Untuk menghindari perangkap pendapatan rendah solusinya adalah penguatan sektor industri. Nawacita harus digunakan untuk menyukseskan kebijakan industri,” tandasnya.

Tags: Kesenjangan Turun,Negara Berpendapatan Rendah,BPS,faisal basri
 
 
 
 
Sebelumnya

MTF Gelar Pameran Otomotif MTF Autofiesta di Medan

Selanjutnya

Bank Muamalat Layani Transaksi Keuangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Filosofi “Satu Atap” di Balik Melegitnya Bandeng Juwana Elrina

Filosofi “Satu Atap” di Balik Melegitnya Bandeng Juwana Elrina

oleh Stella Gracia
23 Maret 2026 - 23:21

Stabilitas.id – Riuh rendah suara klakson dan deretan kendaraan berpelat luar kota menjadi pemandangan lazim di sepanjang Jalan Pandanaran, Semarang,...

Menkeu: Inflasi Kita Masih Relatif Moderat

Harga BBM RI Bertahan di Tengah Gejolak Timur Tengah, Singapura dan Filipina Mulai Kerek Harga

oleh Stella Gracia
23 Maret 2026 - 23:12

Stabilitas.id – Pemerintah Indonesia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU (Pertamina, Shell, bp, dan Vivo) tetap stabil...

Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi 2026 Lebih Kuat

Jaga Daya Beli, Menkeu Purbaya Siap Pangkas Anggaran K/L Hingga 10 Persen

oleh Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:52

Stabilitas.id– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna membentengi...

Indikator Ekonomi Membaik, Pemerintah Optimistis Capai Indonesia Emas

Respons Keluhan Publik, Pemerintah Kaji Kebijakan Proteksi Marketplace Domestik

oleh Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:33

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tengah menggodok langkah strategis untuk menyeimbangkan peta persaingan di industri e-commerce...

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Kaji Kebijakan WFH Satu Hari Seminggu Usai Lebaran

oleh Stella Gracia
20 Maret 2026 - 22:50

Stabilitas.id— Pemerintah tengah mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi Aparatur Sipil...

Garuda Indonesia Proyeksikan Kinerja Positif pada Semester II – 2022

Rugi Garuda Indonesia (GIAA) Membengkak US$319 Juta, Tertahan Isu Rantai Pasok

oleh Stella Gracia
20 Maret 2026 - 16:34

Stabilitas.id – Emiten maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), mencatatkan pembengkakan rugi bersih sepanjang tahun buku 2025...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Drama Selat Hormuz: Trump Klaim Negosiasi, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok 11 Persen

Krisis Minyak Terburuk Sejak 1970-an: Iran Siap Tutup Jalur Pasokan Jika AS Serang Fasilitas Listrik

Kisah BeeFam’s Menembus Pasar Digital Bersama LinkUMKM

Filosofi “Satu Atap” di Balik Melegitnya Bandeng Juwana Elrina

Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% Jelang Lebaran 2026

Harga BBM RI Bertahan di Tengah Gejolak Timur Tengah, Singapura dan Filipina Mulai Kerek Harga

Kisah Agen BRILink Sumbawa: Dari Solusi Transaksi Warga hingga Buka Lapangan Kerja Baru

Efek Domino Krisis Teluk: Inflasi Impor Mengintai Jepang, Suku Bunga BOJ Jadi Sorotan

Ekspansi Kredit Digital: Pengguna Paylater BCA Tembus 189 Ribu Nasabah

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Kemendesa dan BNI Sinergi Kembangkan Akses Ekonomi Pedesaan

Kemendesa dan BNI Sinergi Kembangkan Akses Ekonomi Pedesaan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance