• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Advetorial

Menyongsong Bank Masa Depan

by Sandy Romualdus
30 Juni 2016 - 00:00
38
VIEWS
Menyongsong Bank Masa Depan
0
SHARES
38
VIEWS

Di era perubahan lingkungan bisnis yang sangat cepat, ditambah dengan perkembangan teknologi yang pesat, serta datangnya rezim suku bunga rendah (single digit); bank kini menghadapi tantangan yang semakin rumit.

Bagaimana manajemen bank merespons berbagai tantangan baru itu, menjadi kunci sukses selanjutnya. Langkah strategis apa saja yang diperlukan untuk mengantisipasi dan menjawab tuntutan para pemangku kepentingan, terutama nasabah dan regulatornya (yaitu Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia). Dengan langkah strategis yang tepat, diharapkan bank akan mampu mempertahankan dominansinya, tanpa khawatir digerogoti oleh virus risiko dan kerugian yang terjadi.

  • Baca juga: Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan

Lima Langkah Strategis

Setidaknya terdapat lima langkah strategis yang patut menjadi prioritas bank. Yang pertama adalah menggali berbagai model kolaborasi bisnis dengan para mitra kerja yang strategis, yakni lembaga keuangan (misalnya pegadaian, modal ventura, multifinance, asuransi) dan pelaku teknologi keuangan (Financial Technology). Kolaborasi bertujuan untuk menangkap peluang penciptaan dan pengembangan nilai tambah perusahaan, baik secara bisnis maupun kualitas manajemen. Kolaborasi diwujudkan oleh tim kerja bankir dan mitra yang mengerahkan kompetensi dan beragam talenta yang siap melahirkan terobosan out of the box.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Yang kedua adalah menggali dan memanfaatkan data-base nasabah, serta business intelligent yang mampu memperluas dan memperdalam hubungan bisnis antara nasabah dengan bank, mengadopsi total customer relationship concept. Dengan cara ini, bank bisa lebih fokus pada program prioritas tepat sasaran, yang menghasilkan nasabah berkualitas dengan loyalitas tinggi, hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan, produktif dan bernilai tambah. Kemitraan yang berorientasi jangka panjang tidak putus hanya karena salah satu pihak mengalami kesulitan.

Yang ketiga adalah meningkatkan perolehan fee-based income. Dengan berlakunya rezim suku bunga rendah, industri perbankan didorong beradaptasi dengan suku bunga rendah, baik sisi aset maupun liabilities. Bila bank tidak melakukan langkah baru, tentulah pendapatan bunga bakal menurun, margin bank menipis.

  • Baca juga: PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah

Peningkatan pendapatan non-bunga dan peningkatan efisiensi biaya menjadi suatu keniscayaan. Untuk itu dibutuhkan kreativitas dan inovasi pengembangan produk yang tiada henti, guna menggali sumber fee-based income, baik yang diperoleh dari transaksi yang terkait dengan kredit (seperti trade financing) maupun yang di luar kredit (seperti cash management dan digital banking transactions).

Yang keempat adalah penguatan praktik manajemen risiko yang baik. hal itu berarti mencakup menjamin keamanan dari serangan peretas, memperbaiki enterprise risk management (ERM), dan menyajikan dan mengolah data serta informasi yang lebih relevan, sehingga proses putusan strategis di bank melalui sistem pelaporan yang lengkap, akurat dan tepat waktu dapat diperoleh. Selain itu bank juga harus memastikan adanya technology risk governance yang menjaga standar etika dan tata kelola sistem yang baik, melalui pengendalian risiko teknologi dan operasional bank. Tak lupa juga membuat modelling penghitungan economic capital charge yang semakin mewakili gambaran profil risiko bank, dan memperkuat budaya risiko di setiap lini pertahanan bank.

Yang kelima: adalah mencegah keusangan segala sesuatu yang dilakukan bank, termasuk model bisnis yang bakal ketinggalan jaman dengan productive disruption. Terobosan penyela yang produktif ini menghasilkan model bisnis baru yang melahirkan inovasi produktif yang berbeda dengan model bisnis lama yang telah bertahun-tahun dilakukan bank. Dengan pendekatan ini bank berharap bisa menambah pangsa pasar yang baru, menurunkan biaya secara signifikan, sehingga harga produk dan layanan yang ditawarkan menjadi jauh lebih berkualitas. Terobosan ini menghindari bank mencapai dan menikmati zona nyaman yang menghambat ide dan kreativitas, serta mengikis paradigma lama: business as usual.

Catatan

Bank masa depan nampaknya bakal memanjakan nasabah habis-habisan dengan berbagai terobosan. Bank yang tidak mampu menuju target itu lambat atau cepat tentu bakal ditinggalkan oleh nasabahnya. Dengan lima langkah strategis tersebut bank akan mampu menjaga kestabilan kinerjanya, dalam era perubahan yang dahsyat ini. Bank tidak akan mengalami kejutan yang berarti atas perolehan pendapatan, laba, dividen akibat dari lonjakan risiko yang berfluktuasi.

  • Baca juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,50%

Dengan penanganan manajemen risiko yang konsisten, akan menjadikan profesi manajemen risiko di bank yang semula sekedar menjaga kepatuhan pada ketentuan dan peraturan, bergeser menjadi penasehat bisnis yang terpercaya. Selanjutnya, bila bank telah memiliki budaya risiko yang melekat, maka deteksi risiko secara dini, penilaian risiko, dan mitigasi risiko menjadi bagian pekerjaan sehari-hari yang melekat pada setiap pekerjanya.

Analisis risiko, metode dan keterampilan mengendalikan risiko dilakukan secara tepat dan cerdas, yang pada akhirnya menjadi keunggulan bersaing bank, yang membedakan dari para pesaingnya, serta menjadi kunci sukses bank yang memilikinya. Akhirnya manajemen puncak tinggal memantapkan konsistensi pentingnya manajemen risiko dengan tone from the top konsisten dengan visi misinya. Dipadu dengan stimulus pada iklim inovasi, investasi produktif, kreativitas, serta kemitraan aliansi dengan para pemangku kepentingan secara jangka panjang, maka bank masa depan sudah semakin nyata.

 
 
 
 
 
Previous Post

Terus Tumbuh di Tengah Perubahan

Next Post

Less Physical, More Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan

Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan

by Sandy Romualdus
15 Juni 2025 - 09:57

Bank Kalteng terus mengoptimalkan kekuatan lokal untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional dan bahkan global. Untuk  mewujudkan tujuan menjadi...

PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah

PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah

by Sandy Romualdus
28 Agustus 2023 - 13:22

Bank Aceh Syariah terus melakukan perubahan demi membangun ekonomi di Bumi Serambi Mekkah. Setelah berhasil melakukan transformasi digital, manajemen bank...

Gubernur BI Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,50%

by Stella Gracia
25 Mei 2021 - 16:11

JAKARTA, Stabilitas.id -- Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate pada level 3,5...

OVO dan Bosowa Taksi Jalin Kerja Sama Pembayaran Digital

OVO dan Bosowa Taksi Jalin Kerja Sama Pembayaran Digital

by Admin Stabilitas
13 Februari 2019 - 00:00

Mengukuhkan diri sebagai platform pembayaran digital terdepan, OVO jalin kemitraan dengan penyedia jasa transportasi terkemuka di Makassar.

Bank Ganesha Raih Rekor Muri

Employee Engagement: Program yang Membahagiakan

by Sandy Romualdus
25 April 2017 - 00:00

Ejob description semata.Para karyawan yang termasuk turn over) menurun secara signifkan.Harvard

Tantangan Perbankan 2017

Tantangan Perbankan 2017

by Sandy Romualdus
24 April 2017 - 00:00

P) perekonomian China mungkin tidak dapat dihindari. Pasalnya, selain pertumbuhan ekonomi yang melam

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Jamkrindo Gandeng Bank Mantap

Ulang Tahun, Jamkrindo Bagikan Sembako

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance