• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

Terus Tumbuh di Tengah Perubahan

by Sandy Romualdus
30 Juni 2016 - 00:00
9
VIEWS
Terus Tumbuh di Tengah Perubahan
0
SHARES
9
VIEWS

Tak ada sesuatu yang bisa diraih dalam satu malam. Pun demikian halnya ketika PT (Persero) Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) berhasil membalikan kondisi keuangannya dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Lima tahun ke belakang tidak ada orang yang menyangka bahwa perusahaan yang fokus dalam penjaminan kredit ini bisa mencetak laba yang menembus Rp1 triliun. Namun faktanya sepanjang 2015, PT Askrindo mencatat laba setelah pajak sebesar Rp1 triliun atau meningkat 50,16 persen dibanding laba yang dibukukan sepanjang tahun 2014 yang hanya mencapai Rp667,56 miliar.

  • Baca juga: Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Hasil kinerja yang sangat baik di sepanjang tahun 2015 ini juga ditopang oleh meningkatnya pendapatan underwriting. Ini menandakan bisnis inti Askrindo juga tumbuh dengan baik. Kontribusi meningkatnya pendapatan underwriting perseroan berasal dari premi dan jasa penjaminan bruto yang naik 16,11 persen, premi asuransi umum naik 2,49 persen dan dari premi reasuransi masuk naik 94,26 persen.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Sementara itu, di sepanjang 2015 perseroan juga mencatat adanya peningkatan pada hasil investasi sebesar 28,63 persen dari sebelumnya Rp504,80 miliar di 2014 menjadi Rp649,32 miliar di 2015. Sampai dengan akhir Desember 2015 total aset perseroan juga ikut meningkat, yakni menjadi Rp9,98 triliun dari total aset yang dibukukan hingga akhir 2014 sebesar Rp8,33 triliun.

Turn around sempurna itu tidak dicapai oleh manajemen dalam waktu sekejap karena Askrindo harus bekerja keras dan cerdas untuk membalikkan keadaan dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2011 perusahaan sempat diguncang kasus keuangan yang membuat Kementerian BUMN kala itu langsung merombak direksi Askrindo dan menggantinya dari kalangan profesional.

Saat itu pemerintah menunjuk Antonius Chandra Satya Napitupulu menakhodai Askrindo sejak tahun 2011, bersama tiga direksi baru lainnya. Keputusan itu adalah salah satu faktor penting berjalannya proses perbaikan di perusahaan negara Asuransi Kredit ini.

Manajemen baru mulai membenahi sumber daya manusia (SDM) dan me-recovery aset. Selain itu, pembenahan juga dilakukan terhadap organisasi, operasional, administrasi dan penyempurnaan serta manajemen resiko berbasis teknologi informasi.

Sepanjang tahun 2012-2014, Askrindo berupaya merestrukturisasi aset. Berturut-turut, Askrindo menargetkan perolehan recovery asset sebesar Rp50 miliar, Rp75 miliar, dan Rp100 miliar.

Alhasil, selama periode itu pertumbuhan bisnis perusahaan ini menggembirakan. Laba Askrindo tumbuh rata-rata di atas 20 persen. Bahkan pada tahun 2014, laba Askrindo melonjak 89,43 persen menjadi Rp663 miliar dari sebelumnya Rp350 miliar. Sedangkan aset tumbuh 26,15 persen menjadi Rp8,2 triliun dari Rp6,5 triliun.

Tidak hanya itu, manajemen juga menerapkan strategi transformasi yang terbilang jitu. “Transformasi nilai-nilai budaya dan Tata Kelola Perusahaan telah kami lakukan sejak tahun 2011 Perubahan itu kami lakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan terhadap pola pikir, pola pandang dan pola tindak perusahaan, strategi bisnis, budaya perusahaan maupun perilaku dan kemampuan organisasi agar memicu kinerja Askrindo semakin baik ke depannya,” kata Antonius Chandra.

Sejak beroperasi 6 April 1971, PT Askrindo telah mengecap masa-masa sulit. Perusahaan yang berperan sebagai penanggung atas risiko yang disalurkan perbankan bagi sektor usaha menengah kecil mikro (UMKM) tak urung juga pernah membukukan kerugian.

  • Baca juga: Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

Tepatnya sekitar periode 1983-1987, Askrindo sempat mengecap kerugian sebesar Rp201,97 juta. Berlanjut pada tahun 1992-1993 perusahaan juga menelan rugi Rp303,90 juta Kerugian perusahaan pelat merah ini terjadi karena banyak kredit usaha kecil mikro yang gagal bayar.

Perluas Bisnis

Akan tetapi ketika perubahan kinerja terjadi, pengalaman masa lalu seperti tidak terasa karena perusahaan kini bisa berdiri tegak dan berlari lebih kencang. Bahkan makin banyak mitra bisnis yang ingin bekerja sama dengan perseroan. Kini, Askrindo telah bekerjasama dengan hampir seluruh bank nasional di seluruh Indonesia. “BPD (Bank Pembangunan Daerah) juga telah bekerjasama dan sebagian BPR (Bank Perkreditan Rakyat). Hanya Bank asing yang masih kami kaji untuk bisa menjaminkan kredit mereka,” kata Anton.

Secara keseluruhan, saat ini terdapat 13 produk Askrindo, meliputi Penjaminan KUR, Asuransi Kredit, Surety Bond, Kontra Bank Garansi, Customs Bond, Asuransi Kredit Perdagangan, Asuransi Kecelakaan Diri, Asuransi Kebakaran, Asuransi Kontraktor, Asuransi Tanggung Gugat, Asuransi pengangkutan, Asuransi Uang dan Asuransi Properti.

Askrindo kini juga tercatat sebagai entitas utama dari konglomerasi keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagai entitas utama Askrindo juga memoles kinerja anak usaha yakni PT Reasuransi Nasional Indonesia (Nasional Re), PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) dan PT Usayasa Utama dengan tambahan modal mencapai Rp225 miliar.

Tak hanya itu, Askrindo juga tengah mengkaji kembali rencana untuk mengakuisisi Asuransi Jiwa. Perusahaan asuransi jiwa yang dincar Askrindo adalah yang masih berskala kecil. Baik itu asuransi jiwa konvensional maupun yang bermain di pasar syariah.

Untuk rencana akuisisi ini sendiri, Antonius mengatakan pihaknya memiliki dana sekitar Rp 200 miliar untuk ekspansi di tahun 2016. Dari dana tersebut akan diprioritaskan untuk rencana membeli asuransi jiwa ini.

Dan di tahun-tahun berikutnya dana untuk ekspansi bisa terus ada. Sehingga sejalan dengan upaya memperbesar anak usaha baru tersebut nantinya. Dengan rencana ini, maka perseroan bisa makin banyak menikmati setoran dari anak usaha. Selama ini kontribusi laba dari PT Reasuransi Nasional Indonesia dan PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah disebutnya cukup besar bagi hasil investasi Askrindo.

Setelah mencatatkan prestasi fantastis tahun lalu, tahun 2016 ini Askrindo menargetkan laba sebelum pajak sebesar Rp1,5 triliun, meningkat dari tahun 2015 yang mencapai Rp1,002 triliun. Sedangkan untuk pendapatan premi 2016 ditargetkan mencapai sekitar Rp3,6 triliun atau meningkat 56,52 persen dibandingkan realisasi pendapatan premi tahun 2015 yang mencapai Rp2,3 triliun.

Peningkatan premi 2016 sejalan dengan perkiraan melonjaknya Asuransi Mikro dan pengembangan penjaminan pembiayaan infrastruktur. Menurut Antonius, daya serap usaha mikro dalam beberapa tahun ini terus berjalan baik karena konsumsi domestik yang terus meningkat, serta potensi pengembangan proyek infrastruktur pemerintah. Ia menjelaskan, pendapatan premi sebesar Rp3,6 triliun tersebut, sebanyak Rp2 triliun di antaranya atau sekitar 55 persen berasal dari KUR, sedangkan selebihnya atau sekitar Rp1,6 triliun dari non-KUR.

Pengakuan dan Penghargaan

Di luar target laba dan premi, manajemen Askrindo juga terus melakukan perbaikan dalam Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik. Hasilnya, pada Agustus 2015 Majalah Economics Review dan IPMI International Business School memberikan dua penghargaan kepada PT Askrindo sebagai salah satu perusahaan dengan GCG terbaik.

  • Baca juga: Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

Dua penghargaan dimaksud, yakni Peringkat I pada kategori Jasa Keuangan (Asuransi) dan menjadi salah satu nominasi dengan kategori Sangat Baik dari total 55 perusahaan yang ikut serta pada acara Indonesia Good Corporate Governance Award 2015. Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui penilaian tim Juri dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria. Askrindo, sebagai perusahaan penanggung risiko yang memiliki tujuan untuk terus-menerus tumbuh dan berkembang bersama mitra kerja dan UMKM, maka penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) menjadi unsur penting, mengingat risiko dan tantangan yang dihadapinya juga semakin meningkat.

Bagi manajemen Askrindo penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi kepada perubahan PT Askrindo. “Transformasi nilai-nilai budaya dan Tata Kelola Perusahaan telah kami lakukan sejak tahun 2011 dan penghargaan ini akan memicu kinerja Askrindo agar menjadi semakin baik ke depannya” tandas Anton.

 
 
 
 
 
Previous Post

Panfic Insurance Buka Kantor Baru

Next Post

Menyongsong Bank Masa Depan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

Perkuat Lini Bancassurance, IFG Life Bidik Basis Nasabah Bank Sulselbar

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:50

IFG Life gandeng Bank Sulselbar perkuat bisnis bancassurance. Sinergi hadirkan proteksi asuransi jiwa terpadu bagi debitur di Sulsel dan Sulbar....

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

Apresiasi Inovasi Digital dan Kepatuhan PSAK 117: Media Asuransi Ganjar 82 Korporasi dan 31 CFO Terbaik

by Sandy Romualdus
6 Oktober 2026 - 23:47

Media Asuransi menggelar Top Digital Financial Award dan CFO Award 2026 bagi 82 perusahaan keuangan dan 31 direktur keuangan berprestasi....

Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif ‘Future by Design’ bagi Para CEO

Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif ‘Future by Design’ bagi Para CEO

by Stella Gracia
6 Oktober 2026 - 13:10

AAJI menyelenggarakan program eksekutif Future by Design bagi CEO asuransi jiwa guna mematangkan adopsi AI berprinsip human-in-the-loop. Stabilitas.id - Asosiasi Asuransi...

Sabet Empat Penghargaan hingga Juli 2026, BRI Life Perkuat Transformasi Digital dan GCG

Sabet Dua Penghargaan ICCA: BRI Life Pacu Inovasi Digital dan Layanan Nasabah

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 13:43

BRI Life meraih dua penghargaan Silver kategori Customer Experience dan Digital Innovation pada ajang The Best Contact Center Indonesia 2026....

Konflik Keluarga dan Pajak Hantui Warisan, Riset Sun Life Ungkap Urgensi Penasihat Finansial Profesional

Konflik Keluarga dan Pajak Hantui Warisan, Riset Sun Life Ungkap Urgensi Penasihat Finansial Profesional

by Stella Gracia
28 September 2026 - 12:14

Riset Sun Life Asia mengungkap 70 persen keluarga cemas aset tergerus akibat minimnya kesiapan ahli waris mengelola kekayaan lintas generasi....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Jamkrindo Gandeng Bank Mantap

Ulang Tahun, Jamkrindo Bagikan Sembako

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance