• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Danantara

Batu Pertama Holding Perhotelan

by Sandy Romualdus
24 November 2016 - 00:00
13
VIEWS
0
SHARES
13
VIEWS

PEMERINTAh menunjukkan bahwa kali ini mereka benar- benar membutuhkan sektor pariwisata untuk mengganjal pendapatan di tengah terus menurunnya ekspor komoditas dan melemahnya perdagangan global. Kementerian Badan Usaha Milik Negara akan mengoptimalkan rantai pasokan yang dimiliki dan mulai menginisiasi pembentukan jaringan hotel untuk menangkap peluang di sektor jasa tersebut.

Maraknya jaringan hotel asing berstandar internasional banyak mengeruk potensi keuntungan dari banyaknya wisatawan yang datang dan menikmati tempat pariwisata di Indonesia. Menghadirkan hotel milik sendiri dinilai bisa mendatangkan tambahan uang yang signifkan bagi pendapatan negara.

  • Baca juga: Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

Selama ini, hotel-hotel di Indonesia seolah kalah bersaing dengan hotel milik jaringan internasional seperti Aston, Hilton, Shangri La dan semacamnya. Untuk itu, Kementerian BUMN mendesak agar perusahaanperusahaan milik negara bersinergi untuk menghadirkan hotel bertaraf internasional.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

“Kebutuhan akomodasi jelas merupakan bagian penting dalam mendukung peningkatan jumlah wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara. Dan BUMN yang notabene memiliki banyak hotel di bawah jaringannya, harus hadir,” ujar Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Pemerintah mulai mengonsolidasikan seluruh hotel yang dimilikinya ke dalam Hotel Indonesia Group (HIG), perusahaan yang dicetuskan September lalu dan dipersiapkan untuk menjadi induk usaha (holding company) perhotelan. Melalui brand HIG tersebut, diharapkan hotel-hotel BUMN dapat saling bersinergi membangun daya saing dalam jasa perhotelan yang siap berhadapan secara kualitas dengan hotel-hotel jaringan internasional.

Saat diluncurkan, tercatat ada lima BUMN yang telah sepakat bergabung. Yaitu PT Aerowisata yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk, PT Hotel Indonesia Natour (HIN), PT Patrajasa (anak usaha PT Pertamina), Pegadaian yang memiliki sembilan hotel dengan brand Pesona Hotel dan satu hotel milik Taman Wisata Candi (TWC) yang terletak di Kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah. Secara bertahap nantinya hotel-hotel milik BUMN lain juga turut bergabung.

Dalam catatan HIG, saat ini sedikitnya ada 97 hotel yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang dimiliki oleh BUMN, baik itu secara langsung maupun melalui anak usaha, cucu usaha, maupun yang dikelola melalui perusahaan patungan (joint venture).

“Seperti BUMN Karya itu, kan banyak sekali yang punya hotel. Lalu PT Pos Indonesia. Ini menjadi target kami untuk bisa dirangkul dan memperkuat jaringan (HIG) ini,” ujar Direktur Utama HIN, Iswandi Said.

Hotel-hotel yang belum bergabung tersebut, menurut Iswandi, bukan berarti saat ini enggan bergabung, namun ada berbagai kendala di lapangan, misalnya sebagian pengelolaannya sudah terlanjur dikerjasamakan dengan asing. Lalu juga ada yang dimiliki melalui perusahaan joint venture, yang tentu membutuhkan persetujuan dari pihak rekanan. “Jadi memang harus dilakukan bertahap. Dan lagi kan kami tidak mau memaksa. Kami ingin benahi dulu kinerja di HIG ini. SOP (standard operational procedure)-nya ditingkatkan. Layanannya ditingkatkan. Nanti kalau sudah bagus, Saya yakin dengan sendirinya mereka pasti dengan suka rela akan gabung juga,” kata Iswandi.

Selain menggabungkan BUMNBUMN pemilik hotel, pemerintah juga meminta 16 perusahaan lainnya yang berperan sebagai penyedia berbagai kebutuhan supply chain, SDM dan hotel management untuk menandatangani nota kesepahaman. Misalnya saja PT Perusahaan Gas Negara Tbk yang bakal memasok kebutuhan gasnya, PT Perhutani yang akan memasok kebutuhan interior yang berbahan dasar kayu, hingga BUMN-BUMN lain yang akan mengalirkan dana corporate social responsibility (CSR)-nya untuk pembinaan dan pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar hotel tersebut.

“Nantinya kita ingin HIG ini menjadi perwakilan dari ‘wajah’ Indonesia dalam bidang perhotelan. Layanannya menggunakan keramahan khas Indonesia. Namun kualitasnya engga kalah dan siap bersaing dengan hotelhotel milik asing,” tutur Iswandi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, baru-baru ini mengaku telah berkirim surat secara resmi kepada Presiden Joko Widodo. Isinya mengenai potensi sektor pariwisata untuk tampil sebagai bisnis utama (core business) yang dapat diandalkan oleh pemerintah Indonesia dalam menjalankan perekonomian negara.

  • Baca juga: Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

Menurut Arief, sektor pariwisata merupakan kata kunci yang dapat berperan sebagai booster terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), devisa dan juga serapan tenaga kerja secara mudah, murah dan cepat.

Sayang selama ini, industri pariwisata nasional terkendala oleh sejumlah bottlenecking berupa kurang tersedianya sarana penunjang di sekitar daerah wisata.

Berantem Sendiri

Meski masih menggunakan ‘label’ sinergi, namun diakui bahwa tujuan jangka panjang dari HIG ini adalah sebuah perusahaan induk di bidang perhotelan. Setelah resmi diluncurkan, Menteri Rini pun secara tegas menyatakan kebanggaannya kepada BUMN-BUMN yang telah menyatakan bergabung dalam naungan HIG ini. Kebanggaan tersebut menurut Rini lantaran sudah saatnya saat ini BUMN sama-sama berpandangan ke depan dan tidak lagi ribut antar sesama perusahaan BUMN. “Kan kita sering dengar tuh, PGN berantem sama Pertagas (anak usaha Pertamina). Pertaminanya berantem dengan PLN. Mau sampai kapan begini terus?” keluh Rini.

Rini pun membandingkan semangat sinergi yang dimiliki oleh perusahaanperusahaan swasta. Sebagai entitas bisnis yang sahamnya sama-sama dikuasasi oleh satu holding, perusahaanperusahaan swasta pasti akan dengan semangat untuk bersinergi guna memaksimalkan nilai tambah bisnisnya.

“Kalian (direksi BUMN) sadar engga? Sinarmas (Group) saja juga bersinergi. Itu yang membuat mereka kuat. Masa kita nggak bisa?” tukas Rini.

Atas kebiasaannya berantem sendiri, Rini pun mengibaratkan jaringan BUMN saat ini seperti rumah kosong yang hanya terlihat besar dan megah saat dilihat dari luar, namun sama sekali tidak memiliki kekuatan di dalamnya. Padahal apabila bisa saling bersinergi, dampak dari kerjasama tersebut tidak hanya akan mendongkrak kinerja BUMN tersebut, namun juga pasti membawa dampak turunan (domino’s effect) terhadap masyarakat dan perekonomian nasional secara keseluruhan.

Berdasarkan riset dari Pusat Data dan Analisis Stabilitas (PDAS), dalam masa pertumbuhan lambat seperti dua tahun belakangan ini, masih ada celah yang dioptimalkan untuk menolong perekonomian. Salah satunya adalah dari sektor pariwisata. Pertumbuhan kelas menengah Indonesia yang besar telah menjadikan kebutuhan akan rekreasi semakin tinggi. Hal ini menjadikan sektor pariwisata menjadi sektor yang terkena dampak atas peningkatan kelas menengah tersebut.

Geliat sektor pariwisata yang salah satunya bisa dilihat dari angkutan udara menunjukkan pertumbuhan sektor ini sebesar 8,65 persen (kuartal pertama 2011 sampai kuartal pertama 2016). Selain itu sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman yang merupakan salah satu bagian pendukung pariwasata tumbuh sebesar 6,07 persen pada periode yang sama.

Oleh karena itu, Rini memastikan posisi pemerintah saat ini adalah senantiasa mendorong upaya sinergi antar BUMN, baik dalam bentuk kerjasama temporer maupun membentuk perusahaan induk sektor perhotelan secara permanen. Sejauh ini, dua holding BUMN yang telah resmi berdiri adalah di bidang industri kehutanan dan perkebunan, yang diluncurkan pada tahun 2014 lalu di era Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Di luar itu, ada juga BUMN-BUMN di industri semen yang sebagian besar telah bergabung dalam naungan PT Semen Indonesia Tbk. Sedangkan yang cukup alot dalam pendiriannya adalah holding di bidang perbankan.

  • Baca juga: Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Terakhir, target pemerintah yang akan menuntaskan pembentukan holding perbankan pada September 2016 dipastikan molor. “Draft revisinya sih sudah fnal,” ungkap Rini.   

***

 
 
 
 
 
Previous Post

Transformasi Mulus Manajemen KAI

Next Post

Tangan Dingin Seorang Indra Nooyi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

Himpun 131 CEO Global dan Peraih Nobel, Danantara Gelar Forum Investasi DTIIF 2026

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:21

Danantara menggelar DTIIF 2026 di Fairmont Jakarta dengan mempertemukan 131 CEO teknologi dunia dan peraih Nobel guna membiayai enam sektor...

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 14:09

BNI menggandeng InJourney Aviation Services (IAS) untuk menghadirkan layanan asistensi bandara Joumpa langsung melalui aplikasi digital wondr by BNI. Stabilitas.id...

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

Bedah Kriteria GRE Fitch: Ketergantungan Mutlak DIM pada Likuiditas Dividen BUMN

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:47

PT Danantara Investment Management (DIM), Fitch Ratings, peringkat utang BBB, prospek negatif, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, tata kelola...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

by Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Kontongi Ijin Efektif dari OJK, ADHI Optimis Kinerja Tumbuh Berkelanjutan Pasca Rights Issue

Konsolidasi 7 BUMN Karya Jadi 3 Entitas Dikebut, Dony Oskaria Jamin Tanpa Pemutusan Hubungan Kerja

by Stella Gracia
1 September 2026 - 11:34

Danantara percepat merger 7 BUMN Karya menjadi 3 entitas, termasuk penggabungan PTPP dan Adhi Karya. COO Danantara Dony Oskaria pastikan...

Perkuat Ekonomi hingga Literasi Warga Surabaya, Patra Logistik Gandeng Unair

Masuk Ekosistem Danantara, Semen Indonesia (SMGR) Pacu Penyediaan Bahan Bangunan Terjangkau

by Stella Gracia
31 Agustus 2026 - 11:14

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan inovasi Bata Interlock Presisi untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah dan efisiensi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

FWD Luncurkan Asuransi Jiwa Syariah Berbasis Digital

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance