• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Advetorial

Employee Engagement: Program yang Membahagiakan

by Sandy Romualdus
25 April 2017 - 00:00
117
VIEWS
Bank Ganesha Raih Rekor Muri
0
SHARES
117
VIEWS

BERITA TERKAIT

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Tekanan Global, Kredit Perbankan Tembus Rp9.178 Triliun

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Ubah Sampah Jadi Biogas: DPRD DKI Apresiasi Inovasi Biodigester Bank Jakarta di Rusunawa Rorotan

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Employee Engagement ditemukan oleh kelompok peneliti Gallup pada tahun 2004. Dalam referensi akademik, hal itu pertama kali didefnisikan sebagai bentuk keterlibatan individu karyawan dan tingkat kepuasannya, yang tercermin pada tingkat antusiasme/gairah kerja mereka dalam menyelesaikan pekerjaan. Konsep ini diyakini mampu mendorong karyawan melakukan yang terbaik bagi perusahaan, tanpa suatu target-target yang menekan dan bersifat paksaan, yang secara kaku berpedoman hanya pada job description semata.
Para karyawan yang termasuk
highly engaged sanggup bekerja melampaui batas-batas tersebut. Karyawan bisa terlibat penuh dalam pekerjaannya, memiliki ide-ide cemerlang, bahkan kadang menggunakan waktu luang mereka dengan antusiasmenya, demi memuaskan tuntutan mereka sendiri untuk berkinerja prima.
Sehingga hasilnya dapat diprediksi bakal memacu peningkatan produktivitas karyawan, yang kemudian tercermin pada produktivitas perusahaan, dengan parameter kepuasan pelanggan, pembeli, klien dan mitra kerja, pemegang saham, serta para pemangku kepentingan lainnya. Tingkat absensi dan laju keluarnya karyawan (
turn over) menurun secara signifkan.
Harvard Business Review 2013, mempublikasikan riset yang menyimpulkan bahwa 
highly-engaged employee menjadi jawaban kunci strategi perusahaan untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang dalam bisnis.
Kendati strategi ini nampak mudah dan sederhana, namun masih merupakan tantangan
 yang berat bagi perusahaan. Pada umumnya, manajemen secara rules of thumb mengandalkan monetary reward and job punishment system dengan tolok ukur target bisnis yang ketat dan hukuman bagi yang melanggar atau tidak mencapai target-targetnya.
Daniel H. Pink, seorang penulis sekaligus pemikir bisnis, menemukan lima motor penggerak internal karyawan 
(intrinsic drivers), yaitu: keinginan mempunyai otonomi yang mengatur arah kehidupan dan cara mereka bekerja, mendambakan kerja lebih baik untuk sesuatu yang berarti buat perusahaan, dan melakukan pekerjaan yang menghasilkan perbedaan positif.
Juga untuk menciptakan kemajuan terus menerus dalam mencapai tujuan perusahaan, dan punya kebutuhan interaksi sosial. Bertolak dari lima motif ini, perusahaan bisa memanfaatkan dan kemudian mengeksplorasi strategi yang cocok (
matching). Bagaimana caranya menciptakan kondisi dan lingkungan kerja dimana para karyawan bisa mencurahkan kapabilitas dan potensi mereka, adalah pertanyaan mendasar.
Menarik untuk disimak, pendapat Eisenhauer T, (President Axero), tentang strategi untuk mewujudkan
engagement di perusahaan. Yang pertama adalah merekrut dan mempromosikan karyawan dengan kebiasaan dan karakter yang kuat, yang sesuai dengan budaya perusahaan masa depan. Yang kedua adalah menetapkan visi dan misi perusahaan yang jelas sehingga bisa dicerna oleh para karyawan.
Lebih bagus lagi bila karyawan pun memiliki kecocokan dengan visi dan misi perusahaan. Apa yang diharapkan perusahaan, bagaimana tujuan bisa dicapai, di mana peran karyawan di perusahaan, semua harus jelas, bisa dipahami jajaran karyawan. Sehingga peran mereka lebih optimal.
Yang ketiga adalah membentuk lingkungan kerja yang menawarkan kesempatan kepada karyawan bekerja yang memuaskan mereka sendiri, tanpa paksaan dari perusahaan. Untuk mencapai kepuasan karyawan, perusahaan juga harus mampu menyediakan jalur karier yang menantang, sistem yang
fair, dan diikuti dengan pelatihan yang mendukung suksesnya pelaksanaan tugas yang baru. Termasuk kesiapan pemimpin-pemimpin perusahaan untuk memberikan coaching, mentoring, job training yang membantu para karyawan meraih prestasi tertinggi.
Yang keempat adalah tersedianya pemimpin perusahaan yang berkualitas prima sebagai
role models. Pendeknya pemimpin yang menjadi inspirasi bagi karyawannya dan mengerjakan apa yang dikatakannya dengan konsisten dan dengan komitmen yang tinggi (walk the talk).
Yang
kelima adalah membangun perusahaan yang terpercaya. Kepercayaan dan citra positif kepada seluruh para pemangku kepentingan yang utama, baik regulator, pelanggan, karyawan, mitra kerja, pemasok dan komunitas perusahaan di industrinya.
Yang keenam adalah menciptakan perusahaan yang terbuka dengan kritik dan saran. Selain transparan dan siap dengan ide, inovasi dari bawah, perusahaan yang disukai karyawan adalah yang bisa menerima dan mengolah kritik serta saran menjadi sesuatu yang positif bagi perusahaan.
Yang ketujuh adalah
perusahaan yang peduli dengan lingkungan. Corporate Social Responsibility Program menjadi salurannya. Perusahaan yang demikian akan dihargai dan dijaga keberlangsungannya oleh lingkungannya pula. Keterlibatan karyawan dengan kegiatan sosial yang sesuai dengan visi misi perusahaan: penghijauan, kesehatan, pendidikan, pencegahan pemanasan global maupun kebencanaan, mampu menebarkan aura kepuasan bagi para pihak yang berkepentingan.
Employee Engagement sangat dianjurkan dan cocok bagi perusahaan yang sedang bertumbuh, berkembang, dan mencapai tingkat kematangan yang baik. Namun biayanya yang mahal harus juga menjadi pertimbangan untuk merancang dan melaksanakan Employee Engagement. Oleh karena itu, para pemimpin perusahaan sebaiknya mampu memilah dan memilih program Employee Engagement ini dengan tepat, mengkombinasikan program lain yang cocok dengan kondisi siklus perusahaan.

  • Baca juga: Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan
  • Baca juga: PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah
  • Baca juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,50%
 
 
 
 
 
Previous Post

Aset CIMB Niaga Syariah Tumbuh

Next Post

Solusi Jitu Bernama Employee Engagement

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan

Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan

by Sandy Romualdus
15 Juni 2025 - 09:57

Bank Kalteng terus mengoptimalkan kekuatan lokal untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional dan bahkan global. Untuk  mewujudkan tujuan menjadi...

PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah

PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah

by Sandy Romualdus
28 Agustus 2023 - 13:22

Bank Aceh Syariah terus melakukan perubahan demi membangun ekonomi di Bumi Serambi Mekkah. Setelah berhasil melakukan transformasi digital, manajemen bank...

Gubernur BI Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,50%

by Stella Gracia
25 Mei 2021 - 16:11

JAKARTA, Stabilitas.id -- Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate pada level 3,5...

OVO dan Bosowa Taksi Jalin Kerja Sama Pembayaran Digital

OVO dan Bosowa Taksi Jalin Kerja Sama Pembayaran Digital

by Admin Stabilitas
13 Februari 2019 - 00:00

Mengukuhkan diri sebagai platform pembayaran digital terdepan, OVO jalin kemitraan dengan penyedia jasa transportasi terkemuka di Makassar.

Tantangan Perbankan 2017

Tantangan Perbankan 2017

by Sandy Romualdus
24 April 2017 - 00:00

P) perekonomian China mungkin tidak dapat dihindari. Pasalnya, selain pertumbuhan ekonomi yang melam

Menyongsong Bank Masa Depan

Menyongsong Bank Masa Depan

by Sandy Romualdus
30 Juni 2016 - 00:00

Dibutuhkan kreativitas dan inovasi pengembangan produk yang tiada henti, guna menggali sumber fee-based income, baik yang diperoleh dari transaksi yang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Tekanan Global, Kredit Perbankan Tembus Rp9.178 Triliun

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Ubah Sampah Jadi Biogas: DPRD DKI Apresiasi Inovasi Biodigester Bank Jakarta di Rusunawa Rorotan

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Investasi Online Imbal Besar berpotensi Rugikan Masyarakat

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance