JAKARTA, Stabilitas—Direktur Utama BTPN Ongky Wanadjati Dana memastikan tidak akan ada pengurangan jumlah karyawan pasca melakukan merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Hal ini disampaikannya seusai konferensi pers di Menara BTPN, Jumat (1/2/2019).
“Tidak sama sekali. Karena tidak ada tumpang tindih antara bisnis korporasi kita dengan ritel,”kata Ongky menerangkan.
Lebih jauh dijelaskan Ongky, hal ini disebabkan tidak ada tumpang tindih fungsi perusahaan sehingga tidak ada pengurangan jumlah karyawan yang saat ini dimiliki kedua perusahaan namun bisa dilihat sebagai peluang untuk menambah karyawan karena perluasan bisnis.
“Biasanya setelah merger ada perusahaan yang kurangi karyawan tapi kita istimewa. Justru ini bisa menjadi kesempatan tumbuh karena cabang kita akan lebih aktif. Kan cabang sudah bisa layani nasabah korporasi.”
Dengan resmi bergabungnya BTPN dan SMBCI, berikut susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi:
Komisaris Utama (Independen): Mari Elka Pangestu
Komisaris: Takeshi Kimoto
Komisaris (Independen): Ninik Herlani Masli Ridhwan
Komisaris: Chow Ying Hong
Dewan Direksi:
Direktur utama: Ongky Wanadjati Dana
Wakil Direktur Utama:Kazuhisa Miyagawa
Direktur Kepatuhan: Dini Herdini
Direktur: Yasuhiro Daikoku
Direktur: Henoch Munandar
Direktur: Adrianus Dani Prabawa
Direktur: Hiromichi Kubo
Direktur: Merisa Darwis
Pasca-merger, total aset BTPN akan menjadi Rp189,92 triliun, kredit mencapai Rp133,25 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) jadi Rp98,97 triliun. Modal naik menjadi Rp27,81 triliun.
Pendapatan operasional BTPN mencapai Rp12,08 triliun dengan biaya operasional sebesar Rp6,41 triliun yang membuat laba bersih perusahaan menjadi Rp2,96 triliun.
BTPN juga memiliki rasio permodalan atau capital adequaty ratio (CAR) di level 22,9 persen. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross 0,7 persen dan rasio likuiditas atau loan-to-funding ratio (LFR) 86 persen.

















