JAKARTA, Stabilitas– PT Bank Pan Indonesia Tbk (Panin Bank) pada tahun buku 2018 mencatatkan kredit macet sebesar 3,04 persen, lebih tinggi dibandingkan posisi 2017 sebesar 2,84 persen. Meski demikian, Presiden Direktur Panin Bank, Herwidayatmo mengatakan pihaknya akan berusaha menurunkannya hingga 2 persen.
“Kita targetkan tahun ini lebih turun lagi. OJK sih minta di sekitar 2 persen gross. Kalau nett kita kecil, di bawah 0,6 persen,”kata Herwidayatmo, Selasa (5/3/2019).
Hingga saat ini, kata dia, ritel, komersial dan corporate masih menjadi penyumbang NPL di Bank Panin. Sementara ituhingga akhir 2018 Panin Bank berhasil menyalurkan Rp151,56 triliun kredit atau tumbuh 8,06 persen year-on-year dibandingkan pada tahun 2017 yang tumbuh sebesar Rp140,26 triliun.
“Kalau lihat di buku kita banyak 45 persen di komersial. Kita semua lini kita layani, tapi kekuatan Panin Bank dari dulu memang seperti itu. Target kita tahun ini 8-9 persen,”imbuhnya.
Menurutnya, target tahun ini tidak berbeda dengan tahun sebelumnya meningat tahun 2019 adalah tahun politik dan kondisi perekonomian nasional yang menyebabkan perusahaan ‘mengerem’ target penyaluran kredit.
Dirinya menambahkan, di tahun 2019 dirinya juga membuka kemungkinan Panin Bank akan ikut membiayai infrastruktur seperti tahun lalu. (Is)
“Tahun lalu walau bukan lead, sudah join sama bank. Kita lihat nanti.”kata dia.
Pada tahun 2018, Bank Panin berhasil mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang 2018. Bank Panin berhasil memperoleh laba Rp 3,18 triliun, tumbuh 59 persendibanding tahun sebelumnya senilai Rp2 triliun dengan ditopang pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp 8,97 triliun.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) Bank Panin turun 5,5 persen yoy menjadi Rp 137,69 triliun dibanding tahun 2017 senilai Rp 145,67 triliun.

















