JAKARTA, Stabilitas— Bank Yudha Bhakti (BYB) telah menandatangani kerja sama dengan perusahaan fintech asal China, AkuLaku. Dilaporkan, AkuLaku menyuntikkan dana investasi sebesar Rp500 miliar. Melalui dana yang terkumpul, Bank Yudha Bhakti menargetkan akan menaikkan kelasnya menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II atau bank dengan modal inti berada di kisaran Rp1 triliun hingga Rp5 triliun.
Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/POJK.03/2016 tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank, yang masuk kategori BUKU II merupakan bank yang memiliki modal inti 1 triliun hingga kurang dari Rp5 triliun.
“Kehadiran investor ke dalam tubuh manajemen BYB tentunya menjadi berkah tersendiri selain bentuk prestasi yang menorehkan sejarah baru bagi BYB dan nasabahnya‚ disamping itu adanya investor baru akan mendorong bank semakin kuat dalam bertranformasi digital dan bergerak mengarah ke BUKU II,”kata Direktur Utama BYB, Denny Novisar Mahmuradi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/3/2019).
Saat ditanyai mengenai total jumlah modal yang telah terkumpul, dirinya mengaku masih dalam tahap penghitungan sehingga belum dapat diungkapkan besaran jumlahnya.
Lebih jauh dirinya mengungkapkan, pihaknya juga akan mengambil langkag lanjutan pasca mendapat suntikan dana dengan melakukan penambahan modal dengan penawaran melalui skema right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
“Right Issue akan diterbitkan sebanyak-banyaknya 3 miliar lembar saham,”imbuhnya.
Denny menambahkan, tak hanya menyuntikkan dana investasi, AkuLaku yang juga sahamnya dimiliki Alibaba Group ini juga akan berperan sebagai standby buyer yang akan membeli saham BYB jika tidak terjual.
“Dalam perjanjiannya (AkuLaku) juga akan jadi standby buyer,” jelas Denny. (Is)

















