Cikole – Dalam kerangka perhelatan akbar Top Agen Award (TAA) ke-26, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar kegiatan sosial (Industry Social Responsibility/ISR) melalui aksi penanaman 1000 bibit pohon di area hutan lindung yang dikelola Perum Perhutani di kawasan Cikole, Lembang, Jawa Barat.
Aksi penanaman pohon secara simbolis dilakukan oleh petinggi dan top agen dari 37 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI. Ada pun 1000 pohon tersebut merupakan sumbangan dari para agen asuransi jiwa, juga dari 37 perusahaan asuransi jiwa yang menaunginya. Kegiatan penanaman pohon ini adalah yang kedua setelah sebelumnya dilakukan di Bantul, Jogjakarta, bekerjasama dengan UGM, dalam rangkaian kegiatan TAA 2010..
"Kita tahu bahwa saat ini hampir semua perusahaan, pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat giat kampanyekan go green. Kita juga memiliki semangat yang sama, dengan harapan para agen kita juga dapat berperan membantu masyarakat melalui aksi tanam 1000 bibit pohon di tanah Perhutani ini. Harapannya nanti bisa jadi penyangga air buat area Bandung, sekaligus mencegah banjir" kata Ketua AAJI, Hendrisman Rahim di sela-sela aksi penanaman pohon di kawasan hutan lindung Cikole, Lembang, Rabu (27/6).
BERITA TERKAIT
Adapun terdapat empat jenis pohon yang ditanam dalam kesempatan ISR AAJI kali ini, yakni Pinus, Damar, Gamelia, dan Puspa. Keempat jenis bibit pohon endemik yang total sumbangannya sebayak 1000 bibit pohon itu akan ditanam secara merata di sekira empat ribu hektar hutan lindung Perhutai Cikole, Lembang.
Eris Mulyana, Asper Perhutani Lembang di kesempatan yang sama mengatakan, ISR dalam rangka TAA AAJI kali ini sangat bermanfaat buat masa depan masyarakat Bandung, juga membantu penghasilan masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Cikole. Pasalnya, baik bibit dan pupuk, Perhutani membeli dari masyarakat sekitar.
"Bibit kita beli masyarakat sekitar, termasuk pupuk organik dari kotoran sapi juga dari masyarakat. Jadi ini memang sangat membantu untuk meningkatkan penghasilan mereka," ujar Eris.
Dia menguraikan, untuk setiap bibit harganya berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp25 ribu. Jika dihitung dengan biaya pupuk dan operasional lainnya, setiap tanaman menghabiskan biaya di kisaran Rp100 ribu. "Utuk AAJI ini asemua biaya sudah diaaerahkan ke kita," pungkas Eris.





.jpg)










