Stabilitas.id — Memasuki awal tahun, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mengajak masyarakat untuk kembali mengevaluasi dan menata ulang kondisi keuangan agar lebih efektif dan efisien dalam menghadapi kebutuhan setahun ke depan.
BNC menilai momen awal tahun menjadi waktu yang tepat bagi individu untuk menyusun resolusi, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan. Evaluasi keuangan dinilai penting agar pendapatan bulanan dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus mendukung pencapaian tujuan finansial jangka pendek maupun jangka panjang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pengeluaran rata-rata bulanan per kapita di Indonesia pada 2024 terbagi dalam dua kategori utama, yakni pengeluaran makanan dan bukan makanan. Provinsi DKI Jakarta tercatat memiliki pengeluaran per kapita tertinggi secara nasional, mencapai Rp2,79 juta per bulan, dengan porsi terbesar berasal dari pengeluaran bukan makanan sebesar Rp1,69 juta, seperti biaya tempat tinggal dan transportasi.
BERITA TERKAIT
Tingginya biaya hidup tersebut dinilai menjadi pengingat pentingnya perencanaan keuangan yang matang agar kondisi keuangan tetap sehat dan berkelanjutan.
Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan, Bank Neo Commerce membagikan sejumlah tips yang dapat diterapkan masyarakat dalam menata ulang keuangan di awal tahun. Langkah pertama yang disarankan adalah meninjau pendapatan dan pengeluaran selama satu tahun sebelumnya untuk mengidentifikasi pos pengeluaran yang kurang prioritas.
Setelah evaluasi dilakukan, masyarakat dianjurkan menyusun anggaran bulanan yang baru dengan memprioritaskan kebutuhan rutin dan wajib, seperti tagihan utilitas, biaya tempat tinggal, cicilan, pendidikan, serta kebutuhan harian. Selanjutnya, penetapan tujuan finansial yang jelas juga dinilai penting untuk memberikan arah dan motivasi dalam pengelolaan keuangan.
Selain itu, BNC menekankan pentingnya memiliki dana darurat sebagai antisipasi terhadap kondisi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau keadaan darurat lainnya. Idealnya, dana darurat disiapkan sebesar tiga hingga enam kali pengeluaran rutin bulanan, bahkan hingga satu tahun untuk kondisi yang lebih ideal.
Di sisi investasi, Bank Neo Commerce mendorong masyarakat untuk memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko, baik konservatif, moderat, maupun agresif, agar tujuan finansial dapat tercapai tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Sebagai bank berbasis digital, BNC menyediakan berbagai instrumen investasi yang dapat diakses melalui aplikasi neobank miliknya. Salah satunya adalah Deposito WOW dengan bunga kompetitif berkisar 5% hingga 7,5%, tenor mulai dari tujuh hari hingga satu tahun, serta nominal awal yang terjangkau mulai dari Rp100.000. Produk ini juga dilengkapi fitur rollover otomatis.
Selain deposito, BNC juga menyediakan instrumen reksa dana yang memungkinkan nasabah berinvestasi dengan nominal kecil secara mudah dan aman. Proses investasi dilakukan secara digital, mulai dari pembuatan Single Investor Identification (SID), penentuan profil risiko, hingga pemilihan produk.
Direktur Bisnis PT Bank Neo Commerce Tbk Aditya Windarwo mengatakan bahwa perseroan berkomitmen menyediakan layanan keuangan yang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, saat ini produk investasi seperti reksa dana sudah semakin terjangkau dengan nominal pembelian mulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000, sehingga masyarakat nonprofesional, termasuk mahasiswa dan ibu rumah tangga, dapat mulai membangun kebiasaan berinvestasi sejak dini melalui aplikasi digital.
Ke depan, BNC akan terus memperkuat posisinya sebagai bank digital dengan layanan keuangan yang lengkap, mulai dari transaksi perbankan, tabungan dan deposito, produk investasi, pembiayaan individu dan UMKM, hingga layanan korporasi, guna mendukung masyarakat dalam menata keuangan secara berkelanjutan di tahun yang baru. ***





.jpg)










