IHSG berfluktuasi, hindari jebakan value trap! Simak daftar saham murah berfundamental solid di sektor perbankan, energi, dan defensif pilihan analis.
Stabilitas.id – Momentum koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kerap dimanfaatkan investor untuk mengoleksi saham-saham dengan harga nominal per lembar yang terjangkau.
Meski demikian, para pelaku pasar diimbau untuk cermat membedakan antara saham murah yang benar-benar berstatus salah harga (undervalued) dengan saham murah akibat penurunan kinerja fundamental atau jebakan nilai (value trap).
Analis Ajaib Securitas dalam riset harian mencatat bahwa lebih dari separuh emiten dengan harga di bawah Rp200 per lembar di Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan indikasi penurunan kualitas finansial. Oleh karena itu, penyaringan berbasis indikator kinerja keuangan—seperti Price to Earnings Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), Return on Equity (ROE), hingga kecukupan arus kas—menjadi sangat krusial.
BERITA TERKAIT
“Saham undervalued memiliki fundamental solid dengan tren laba yang terjaga, namun harganya tertekan oleh sentimen makro sementara. Sebaliknya, value trap adalah saham yang harganya terus merosot karena kinerja bisnisnya memburuk secara beruntun,” jelas Ajaib Securitas dalam ulasannya, Senin (8/6/2026).
Daftar Saham Pilihan Berfundamental Solid
Di tengah dinamika gejolak ekonomi global dan transmisi kebijakan suku bunga, sejumlah emiten dari berbagai sektor dinilai memiliki valuasi menarik yang ditopang oleh kinerja operasional yang tetap tumbuh:
1. Sektor Perbankan: Tekanan Sementara, Kinerja Solid
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Membukukan laba bersih kuartal I/2026 sebesar Rp15,49 triliun (tumbuh 13,73% YoY). Koreksi harga saham menjadi ruang akumulasi menarik menjelang tren penurunan suku bunga acuan.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS): Mencatatkan pertumbuhan laba bersih kuartal I/2026 sebesar 17,1% YoY menjadi Rp2,2 triliun, didorong oleh ekspansi pembiayaan syariah yang konsisten.
2. Sektor Energi & Komoditas: Efisiensi Internal dan Harga Global
PT Bukit Asam Tbk. (PTBA): Berhasil mencetak lonjakan laba bersih 105% YoY menjadi Rp801,79 miliar pada kuartal I/2026, mencerminkan daya tahan dan efisiensi operasional di tengah volatilitas harga batu bara dunia.
PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS): Mengantongi laba bersih US$17,5 juta pada kuartal I/2026 (naik 21,3% YoY) tersokong oleh rally harga emas global.
3. Sektor Defensif & Gas: Pembagi Dividen Jumbo
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM): Menawarkan proteksi defensif dengan membagikan dividen total Rp21,9 triliun (setara Rp221 per saham atau payout ratio 123% dari laba 2025).
PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS): Membukukan laba bersih kuartal I/2026 sebesar US$90,45 juta (naik 31,43% YoY) serta menebar dividen Rp125,6 per saham dengan yield kompetitif di kisaran 10,1%. ***

















