PT Permodalan Nasional Madani (Persero) memperbarui struktur komisaris dan direksi guna memperkuat tata kelola serta efektivitas pemberdayaan ultra mikro.
Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mengumumkan perombakan struktur organisasi dan penguatan jajaran kepemimpinan di tingkat dewan komisaris maupun direksi. Langkah strategis ini ditempuh guna menjawab dinamika bisnis, percepatan digitalisasi, serta penguatan tata kelola korporasi (good corporate governance).
Penyesuaian struktur ini juga menandai fase baru PNM setelah resmi menyandang status sebagai Persero, yang menuntut efektivitas operasional lebih tinggi tanpa mengesampingkan mandat sosial pemberdayaan perempuan pengusaha ultra mikro.
Dalam jajaran manajemen terbaru, PNM memperkenalkan tiga sosok baru di jajaran dewan komisaris dan direksi:
BERITA TERKAIT
- Komisaris Independen: Marsudi Syuhud
- Komisaris: Temmy Satya Permana
- Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan: L. Dodot Patria Ary Suprianto
Adapun posisi puncak kepemimpinan tetap dijabat oleh Kindaris sebagai Direktur Utama dan Sunar Basuki sebagai Wakil Direktur Utama.
Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan bahwa keberhasilan transformasi organisasi tidak hanya bergantung pada pembaruan sistem dan proses bisnis, melainkan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kepemimpinan yang adaptif.
“PNM terus melakukan penguatan di berbagai aspek organisasi. Namun yang paling menentukan adalah perubahan pada manusianya, bagaimana kita terus belajar, beradaptasi, dan bertumbuh menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Kindaris dalam keterangan resmi, dikutip Senin (8/6/2026).
Sebagai lembaga pembiayaan berbasis pemberdayaan masyarakat prasejahtera, PNM menghadapi tantangan unik yang menggabungkan pencapaian target kinerja keuangan dengan misi sosial. Keseimbangan antara profesionalisme korporasi dan keteladanan menjadi kunci dalam mengawal program pembiayaan seperti Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).
“Kita bekerja dengan hati untuk memberdayakan jutaan perempuan prasejahtera. Setiap keputusan sebagai pemimpin harus selalu berpijak pada empati, keteladanan, dan keberpihakan pada kemajuan bersama,” tambahnya.
Manajemen optimistis bahwa perubahan status menjadi Persero serta penguatan jajaran direksi baru bakal memperkokoh posisi PNM sebagai pilar utama ekosistem holding ultra mikro nasional, dengan mengandalkan budaya kolaborasi yang telah terbangun selama lebih dari dua dekade. ***

















