Stabilitas.id — Kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal IV/2025 mengalami moderasi dibandingkan triwulan sebelumnya, meskipun secara umum masih berada pada level yang terjaga. Hal ini tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia yang mencatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha sebesar 10,61%, lebih rendah dibandingkan 11,55% pada kuartal III/2025.
Berdasarkan laporan Daily Economic and Market Review Kantor Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (20/1/2026), mayoritas lapangan usaha tetap mencatatkan kinerja positif pada akhir 2025. Kontribusi utama terhadap aktivitas usaha berasal dari sektor jasa keuangan, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor, industri pengolahan, administrasi pemerintahan, informasi dan komunikasi, serta akomodasi dan makan minum.
Dari sisi kapasitas produksi, tingkat utilisasi pada kuartal IV/2025 tercatat relatif stabil di level 73,15%. Angka tersebut sedikit menurun secara kuartalan, namun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja utilisasi terutama ditopang oleh lapangan usaha pengadaan listrik serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang.
BERITA TERKAIT
Kondisi keuangan dunia usaha juga menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari meningkatnya likuiditas dan rentabilitas perusahaan, yang mengindikasikan kemampuan pelaku usaha dalam menjaga arus kas dan profitabilitas di tengah tekanan biaya.
Dari sisi ketenagakerjaan, penggunaan tenaga kerja pada kuartal IV/2025 mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya berada dalam fase kontraksi. Peningkatan penyerapan tenaga kerja terutama terjadi pada sektor perdagangan, transportasi, serta jasa pendidikan.
Tren positif ketenagakerjaan tersebut diprakirakan berlanjut pada kuartal I/2026. SKDU memproyeksikan SBT tenaga kerja meningkat signifikan, sejalan dengan penguatan aktivitas ekonomi, masuknya musim panen, serta meningkatnya permintaan domestik selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Sementara itu, dari sisi harga jual, tekanan tercatat meningkat pada kuartal IV/2025. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya biaya bahan baku serta aktivitas promosi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tekanan harga diperkirakan masih berlanjut pada awal 2026, terutama berasal dari sektor industri pengolahan, pertanian, dan transportasi.
Di sisi investasi, realisasi penanaman modal pada kuartal IV/2025 menunjukkan penguatan dengan pertumbuhan yang berbasis luas di hampir seluruh lapangan usaha. Sektor-sektor yang mencatatkan peningkatan signifikan antara lain pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi.
Secara keseluruhan, hasil SKDU Bank Indonesia mengindikasikan bahwa ketahanan dunia usaha tetap solid hingga akhir 2025, dengan prospek perbaikan berkelanjutan pada awal 2026. Namun demikian, pelaku usaha masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari tekanan biaya, faktor cuaca, hingga dinamika permintaan domestik. ***





.jpg)










