• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

by Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:43
32
VIEWS
Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan
0
SHARES
32
VIEWS

Gubernur BI Destry Damayanti memproyeksikan cadangan devisa RI melonjak tembus US$ 147,5 miliar berkat suntikan dana Kementerian Keuangan, memperkuat stabilitas rupiah dan ketahanan eksternal.

Stabilitas.id – Suasana rapat kerja gabungan di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jakarta, pada Senin, 14 September 2026, mendadak cair oleh sebuah lontaran yang setengah bercanda namun sarat pesan strategis. Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, di hadapan para senator, secara terbuka “menagih” tambahan dana kepada jajaran Kementerian Keuangan. Sasarannya jelas: Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Suminto.

  • Baca juga: Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

“Kalau ada tambahan lagi dana dari Kementerian Keuangan jadi naik lagi, jadi US$ 147,5 miliar. Ini ditagih nih di depan DPD sekalian biar enggak lupa, tolong ya Pak Suminto,” seloroh Destry.

Di balik celetukan di ruang sidang tersebut, tersimpan hitung-hitungan makroekonomi yang krusial bagi ketahanan sektor eksternal Indonesia. Otoritas moneter tengah memproyeksikan penebalan cadangan devisa (cadev) menuju level US$ 147,5 miliar. Angka ini akan menjadi lompatan lanjutan setelah pada akhir Agustus 2026, posisi amunisi dolar RI berhasil menanjak ke angka US$ 146,5 miliar—naik dari catatan bulan Juli yang berada di posisi US$ 145,3 miliar.

BERITA TERKAIT

Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

Tahan Gejolak Global: Cadangan Devisa Indonesia Stabil di Angka US$146 Miliar

Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

  • Baca juga: Tahan Gejolak Global: Cadangan Devisa Indonesia Stabil di Angka US$146 Miliar

Suntikan dana dari bendahara negara ini umumnya mengalir dari pos penerimaan pajak maupun penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Bagi BI, tambahan pundi-pundi ini adalah bantalan krusial. Destry memaparkan bahwa secara teoritis, ambang batas (threshold) keamanan cadev adalah kecukupan untuk membiayai tiga bulan impor. Saat ini, rasio Indonesia sudah berada di zona yang sangat aman, yakni setara 5,4 bulan impor. “Insya Allah kalau ada tambahan lagi dari Pak Menkeu Purbaya, kita bisa di atas itu,” tambahnya penuh optimisme.

Ketebalan benteng devisa ini menjadi modal fundamental di tengah cuaca pasar keuangan global yang masih diselimuti ketidakpastian. Sebelumnya, pada 7 September, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso telah menegaskan bahwa tren kenaikan cadev pada Agustus berhasil dicapai di tengah tingginya beban ganda. Otoritas moneter harus menjaga ekuilibrium saat pemerintah melakukan pembayaran utang luar negeri, sekaligus mendanai manuver kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar tak terhempas oleh volatilitas global.

  • Baca juga: Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Kini, dengan komitmen sinergi antar-lembaga yang semakin erat, amunisi devisa yang mendekati US$ 147,5 miliar diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi pasar, sekaligus menjadi sauh yang menjaga rupiah tetap stabil di tengah badai. ***

Tags: Bank Indonesiacadangan devisaDJPPR SumintoGubernur BI Destry Damayantikementerian keuanganMakroekonomiStabilitas Ekonomistabilitas nilai tukarUS$ 147.5 miliarUtang Luar Negeri
 
 
 
 
 
Previous Post

Lelang SUN Rp32 Triliun, Panggung Pertaruhan Yield di Kuartal Ketiga

Next Post

Nakhoda Baru di Tubuh SMF: Manuver Purbaya Susun Ulang Barisan Direksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:26

Uang Primer Adjusted Bank Indonesia tumbuh 9,3 persen mencapai Rp2.353,1 triliun pada September 2026 didorong kenaikan uang kartal 11,8 persen....

Cadangan Devisa Maret 2025 Meningkat Jadi 157,1 Miliar Dolar AS

Tahan Gejolak Global: Cadangan Devisa Indonesia Stabil di Angka US$146 Miliar

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:24

Cadangan devisa Indonesia September 2026 terjaga di level 146,3 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor dan pembayaran...

Tindak Lanjut Putusan MK: Menaker Beberkan Poin Kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan Anyar

Tindak Lanjut Putusan MK: Menaker Beberkan Poin Kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan Anyar

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:16

Menaker Yassierli membeberkan poin kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan mencakup larangan tahan ijazah, uang saku magang, hingga cadangan pesangon PHK. Stabilitas.id...

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:17

Inflasi IHK September 2026 terjaga di level 3,28 persen yoy berkat konsistensi kebijakan moneter BI dan pengendalian harga pangan nasional....

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:10

Pemerintah menawarkan 76 proyek KPBU senilai US$63,45 miliar dalam PPP Book 2026 mencakup jalan tol, kereta perkotaan, hingga tanggul laut...

Kekayaan RI US$343 Miliar Lari ke LN, Presiden Prabowo Tabuh Genderang Perang Lawan Fraud Ekspor

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

by Sandy Romualdus
5 Oktober 2026 - 14:08

Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi Rp31 triliun mencakup bansos beras 10 kg, BSU Rp300 ribu, dan insentif PPh 21 hingga 2027....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

Tahan Gejolak Global: Cadangan Devisa Indonesia Stabil di Angka US$146 Miliar

Perkuat Sistem Pembayaran Kawasan: SEACEN Rumuskan Tiga Prioritas Bank Sentral di Era AI

Tindak Lanjut Putusan MK: Menaker Beberkan Poin Kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan Anyar

Gandeng Pelita Jaya Basket: Bank Jakarta Padukan Edukasi Finansial dan Olahraga di SMAK 1 Penabur

Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

Siapkan 22 Pemimpin Cabang Pembantu: Bank NTT Gandeng LPPI Gelar Pelatihan Manajemen Eksekutif

Garap Ekonomi Sepak Bola: Bank BSN Gandeng Persikad dan Persiraja Perkuat Ekosistem Syariah

Bidik Target Gamers Muda, BRI Rilis Kartu Debit Junio Edisi Khusus Mobile Legends

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Kinerja SMF Semester I-2026: Laba Rp 391 Miliar, Pembiayaan Tembus Rp 14,09 Triliun, NPL Tetap 0%

Nakhoda Baru di Tubuh SMF: Manuver Purbaya Susun Ulang Barisan Direksi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance