• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, September 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Lelang SUN Rp32 Triliun, Panggung Pertaruhan Yield di Kuartal Ketiga

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:24
11
Dilihat
Target Penerbitan Rp20 Triliun, Kemenkeu Resmi Tawarkan SBN Ritel Seri ORI030
0
Bagikan
11
Dilihat

Pemerintah memburu dana Rp32 triliun melalui lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) untuk membiayai APBN 2026. Lelang terbuka dengan metode harga beragam ini menawarkan tingkat imbal hasil obligasi hingga 7,25 persen.

Stabilitas.id – Mesin pembiayaan negara kembali dipanaskan. Untuk menambal kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, pemerintah bersiap turun gelanggang berburu dana segar di pasar modal. Lewat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) akan ditawarkan dalam etalase lelang pada Selasa, 15 September 2026.

  • Baca juga: Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Targetnya tak main-main. DJPPR mematok angka indikatif sebesar Rp32 triliun dari lelang instrumen berdenominasi rupiah ini. Jika selera pasar sedang tinggi dan penawaran membeludak, pemerintah bahkan telah menyiapkan ruang serapan maksimal hingga 150 persen dari batas indikatif tersebut.

Lelang yang difasilitasi oleh sistem Bank Indonesia ini ibarat etalase kilat yang hanya buka selama dua jam, tepatnya dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Setelah palu diketuk, tanggal setelmen dijadwalkan jatuh pada Kamis, 17 September 2026.

BERITA TERKAIT

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

Bantalan Suku Bunga Sudah Tebal, BI Diproyeksi Tahan Rem Moneter Pekan Depan

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

Kinerja Penjualan Eceran Menguat, BI Prediksi Tekanan Inflasi Melandai di Akhir Tahun

Bagi para pemburu yield, sembilan instrumen yang ditawarkan terbagi dalam dua keranjang utama. Keranjang pertama berisi tiga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tenor pendek bersistem diskonto, yakni seri SPN01261017, SPN03261216, dan SPN12270902.

  • Baca juga: Bantalan Suku Bunga Sudah Tebal, BI Diproyeksi Tahan Rem Moneter Pekan Depan

Sementara itu, keranjang kedua menyuguhkan enam seri Obligasi Negara (ON) yang menjanjikan tingkat imbal hasil tetap. Kupon terendah disematkan pada seri FR0105 di level 6,87 persen. Sebaliknya, daya tarik tertinggi ditawarkan melalui seri FR0110 dengan imbal hasil mencapai 7,25 persen. Empat seri lainnya—FR0111, FR0106, FR0107, dan FR0102—turut melengkapi bursa penawaran. Seluruh instrumen ini dapat dipinang dengan kelipatan nominal Rp1.000.000 per unit.

Dalam hajatan terbuka (open auction) bersistem harga beragam (multiple price) ini, aturan main telah ditetapkan secara ketat. Investor tidak bisa langsung bertransaksi menaruh penawaran. Permintaan pembelian (bids) dari investor individu maupun institusi harus melewati pintu gerbang para Peserta Lelang resmi. Barisan ini mencakup deretan diler utama dari 20 bank kakap dan perusahaan sekuritas, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Bank Indonesia.

Bagi pemenang lelang yang bertarung di jalur kompetitif, harga yang dibayar akan dipatok tepat sesuai yield yang mereka ajukan. Sebaliknya, bagi peserta non-kompetitif yang tak mau repot beradu angka, mereka harus rela membayar sesuai nilai rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran kompetitif yang dinyatakan menang.

  • Baca juga: Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI "Menagih" Kemenkeu di Senayan

Pada akhirnya, kendali utama tetap berpusat di tangan pemerintah. Sesuai hak prerogatif yang tertuang dalam pengumuman DJPPR, bendahara negara memiliki otoritas penuh untuk menyerap dana lebih besar atau justru lebih kecil dari jumlah indikatif yang dilempar ke pasar, bergantung pada selera risiko dan seberapa efisien biaya utang yang ditawarkan investor.  ***

Tags: #Surat Utang NegaraBank IndonesiaDJPPR KemenkeuFR0110Imbal Hasil ObligasiLelang SUNobligasi negaraPembiayaan APBN 2026SPNtarget pembiayaan
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Satu Tahun Kemudi Fiskal Purbaya: Taruhan Ratusan Triliun Mendobrak Stagnasi

Selanjutnya

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bukti Nyata Diversity, Direktur Keuangan Bank Jakarta Sabet Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026

Bentengi UMKM dari Fraud: Kemnaker Luncurkan Sertifikasi Manajemen Risiko Microbanking

oleh Stella Gracia
17 September 2026 - 14:02

Wamenaker Afriansyah Noor menegaskan pentingnya sertifikasi manajemen risiko berprinsip 4T bagi SDM microbanking guna mengelola risiko kredit hingga fraud. Stabilitas.id...

Bantah Isu Gaji Manajer Kopdes Rp16 Juta, Menkeu Purbaya: Ketinggian, Kisarannya Selevel UMP

Bom Waktu Rp240 Triliun: LPEM UI Peringatkan Ancaman Kopdes Merah Putih bagi APBN

oleh Sandy Romualdus
16 September 2026 - 15:00

LPEM UI menyoroti risiko fiskal dari megaproyek Kopdes Merah Putih yang menyedot pembiayaan hingga Rp240 triliun. Meski Danantara menjamin bebas...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Anomali Utang Luar Negeri: Saat Korporasi Menahan Diri, Asing Justru Guyur SBN Internasional

oleh Stella Gracia
16 September 2026 - 14:44

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2026 menembus US$454,8 miliar atau sekitar Rp8.004,5 triliun. Peningkatan ini didorong aliran masuk...

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

Tanjung Emas Menuju Gerbang Utama: Berlomba Melawan Arus Investasi

oleh Stella Gracia
15 September 2026 - 12:37

Pelaku usaha mendesak Pelabuhan Tanjung Emas segera naik kelas menjadi pelabuhan utama logistik Jawa Tengah. Diwarnai ancaman perpindahan ke Priok,...

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 15:52

Presiden Prabowo Subianto merombak susunan kabinet dengan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa per 14 September...

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

oleh Sandy Romualdus
14 September 2026 - 14:55

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeklaim tingginya kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia, didorong oleh masuknya modal asing Rp141,6 triliun, defisit...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

OJK Pacu Sustainable Finance: Siasat Berantas Greenwashing dan Rebut Pasar Karbon Asia

Sasar Pemilik Bisnis Jatim, CIMB Niaga Rilis Layanan Terpadu Preferred BOSS di Gelaran Wealth Xpo

Kawal Pengawasan Internal, Bank Danamon Tunjuk Wenny Ayupramesti Jadi Plt Kepala Audit

Kurang 1,26 Persen Lagi, Bank JTrust Kebut Ambang Batas Free Float BEI

Fitch Jatuhkan Peringkat Pos Indonesia ke Level ‘C’, Ancaman Gagal Bayar di Depan Mata

Bentengi UMKM dari Fraud: Kemnaker Luncurkan Sertifikasi Manajemen Risiko Microbanking

Bukti Nyata Diversity, Direktur Keuangan Bank Jakarta Sabet Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026

Bayang-bayang FOMC: Kenaikan Bunga The Fed Siap Beri Tekanan Jangka Pendek ke IHSG

Kejutan The Fed Kerek Suku Bunga, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.705

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI "Menagih" Kemenkeu di Senayan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance