• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 08:16
29
Dilihat
BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil
0
Bagikan
29
Dilihat

DGS BI Destry Damayanti menilai Bursa Mineral dan Komoditas Strategis bakal menyapu bersih praktik nakal transfer pricing dan mendongkrak investasi sektor riil.

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Kehadiran bursa anyar ini dinilai menjadi instrumen krusial dalam membenahi tata kelola niaga sumber daya alam (SDA) Indonesia, sekaligus menyapu bersih berbagai praktik curang yang kerap merugikan kantong negara.

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa mekanisme perdagangan di bursa mineral ini nantinya akan mengadopsi sistem pasar modal. Dengan begitu, pembentukan harga komoditas akan terjadi secara terbuka dan terpantau secara seketika (real-time).

“Sama seperti di bursa efek, harga langsung tercermin. Berapa harga yang di-quote saat itu, transaksi terjadi dengan jumlah dan kuantitas yang jelas. Mekanisme seperti ini akan membuat perdagangan menjadi jauh lebih transparan,” ujar Destry dalam CNBC Investment Forum, Rabu (15/7/2026).

BERITA TERKAIT

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Melandai di Akhir Juli 2026, Ini Deretan Tren Cadangan Devisa Indonesia Sepanjang 2026

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

Menurut Destry, transparansi yang ditawarkan oleh sistem bursa komoditas ini akan menjadi penawar bagi penyakit menahun dalam ekspor-impor komoditas Indonesia. Selama ini, praktik manipulasi nilai transaksi masih marak terjadi dan memicu kebocoran penerimaan negara.

Hadirnya wadah ini, yang nantinya akan disokong oleh entitas Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), diyakini mampu memitigasi dua modus utama kecurangan:

  1. Under-Invoicing (manipulasi dengan menurunkan nilai faktur ekspor di bawah harga pasar riil).

    • Baca juga: Melandai di Akhir Juli 2026, Ini Deretan Tren Cadangan Devisa Indonesia Sepanjang 2026
  2. Transfer Pricing (pengalihan keuntungan ke perusahaan afiliasi di luar negeri guna menghindari pajak domestik).

Dengan harga yang langsung tercermin secara transparan di bursa, celah bagi pelaku usaha nakal untuk memanipulasi laporan transaksi dipastikan akan menyempit secara signifikan.

Obat Penawar Defisit Neraca 

Lebih jauh, Destry menggarisbawahi tantangan struktural ekonomi Indonesia yang saat ini masih bertumpu pada sektor eksternal. Walaupun neraca perdagangan barang konsisten mencatatkan surplus, neraca jasa Indonesia masih kerap didera defisit, yang pada akhirnya menekan keseimbangan transaksi eksternal.

Sebagai respons, integrasi kebijakan strategis pemerintah—mulai dari pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), DSI, hingga Bursa Mineral—dirancang untuk memperkuat struktur ekonomi dari hulu ke hilir.

Bauran kebijakan ini diharapkan mampu menggeser preferensi investor global, dari yang semula hanya menaruh modal di portofolio keuangan jangka pendek (hot money), menjadi masuk ke investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI) di sektor riil.

  • Baca juga: Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

“Kalau investasi masuk ke sektor riil, tentu dampaknya lebih panjang karena dana itu akan bergerak dan berputar di perekonomian. Dampaknya bukan hanya di kawasan tempat investasi itu berada, tetapi juga terhadap ekonomi Indonesia secara keseluruhan,” pungkas Destry. ***

Tags: Bank Indonesiabursa mineralDanantara Sumber Daya IndonesiaDestry Damayantiinvestasi sektor riiltransfer pricingUnder Invoicing
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

Selanjutnya

HUT ke-56, Jamkrindo Luncurkan Mobil PELITA untuk Jaga Kesehatan Mental Anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

oleh Stella Gracia
12 Agustus 2026 - 15:20

Rupiah pasar spot anjlok ke Rp17.861/US$ pada 11 Agustus 2026. Penurunan IKK ke 116,8 dan krisis Selat Hormuz jadi pemicu...

Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

Putus Siklus Impor Berantai, Otoritas Keuangan Kanalkan 1.800 Ton Emas Pribadi Bentengi Rupiah

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 14:07

Fenomena 1.800 ton emas rumah tangga memicu pendarahan devisa akibat impor batangan. OJK, BI, dan BUMN resmi kanalisasi emas lewat...

Implementasi POJK 19/2025, OJK dan Pemerintah Perluas Akses Kredit UMKM Tanpa Agunan Tambahan

Implementasi POJK 19/2025, OJK dan Pemerintah Perluas Akses Kredit UMKM Tanpa Agunan Tambahan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 20:26

Pembiayaan UMKM tembus Rp1.948,72 triliun per Juni 2026. Di UMKM Finance Summit 2026, OJK dan Kementerian UMKM bentuk Working Group...

Tekan Angka Stunting di Lereng Merapi, BRI Peduli Pugar Posyandu Matahari di Desa Brilian Sleman

Rombak Strategi Edukasi, Ketua DK LPS Anggito Abimanyu Beberkan 5 Pilar Literasi Penjaminan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 14:40

Hasil SNLIK 2026 tunjukkan 62,51% nasabah tahu simpanan dijamin, tapi baru 46,31% kenal LPS. Anggito Abimanyu dorong strategi literasi terarah...

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 14:06

Ekonom INDEF A. Hakam Naja bedah potensi ETF Emas Syariah sebagai alternatif investasi pasar modal. Simak keuntungan, aspek halal MUI,...

Lampaui Target RPJMN 2029 Lebih Cepat, OJK Beberkan 5 Strategi Tutup Gap Literasi-Inklusi

Lampaui Target RPJMN 2029 Lebih Cepat, OJK Beberkan 5 Strategi Tutup Gap Literasi-Inklusi

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 10:18

SNLIK 2026 catat literasi 69,57% dan inklusi 93,61%, lampaui target RPJMN 2029. OJK luncurkan 5 strategi tutup gap inklusi dan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Keras Dan Menghantam

    Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenkeu Monitor 490 Daerah Tertekan Fiskal, Siapkan Suntikan Dana Belanja Pegawai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Ekonomi Banyumas Raya Tumbuh Kuat di Triwulan I-2026, BI Waspadai Risiko Kekeringan

Ekspansi Global BUMN: K&K Advocates dan Bird & Bird Bedah Mitigasi Risiko Hukum Lintas Negara

Pacu Semen Hijau dan Bahan Bakar Alternatif, SIG Buktikan Competitive Advantage Berbasis ESG

Dominasi Sektor Pertanian 42,6%, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun per Juni 2026

Dari Den Haag hingga Amsterdam, BNI Dampingi Waroeng Padang Lapek Bawa Cita Rasa Minang ke Eropa

Pacu Ekonomi Syariah di Kawasan FTZ, CIMB Niaga Syariah Resmikan Syariah Digital Branch di Batam

Momentum Hari UMKM Nasional, Bank Mandiri Dorong 56 Ribu Debitur KUR Naik Kelas

BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO

Kesenjangan Tembus 24,04 Poin: Phi Institute Peringatkan Risiko Inklusi Keuangan Semu

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
HUT ke-56, Jamkrindo Luncurkan Mobil PELITA untuk Jaga Kesehatan Mental Anak

HUT ke-56, Jamkrindo Luncurkan Mobil PELITA untuk Jaga Kesehatan Mental Anak

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance