Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 mencapai Rp10.311,1 triliun, atau tumbuh 9,6% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar 8,3% yoy.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, pertumbuhan M2 terutama didorong oleh akselerasi uang beredar sempit (M1) serta peningkatan uang kuasi.
“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,0% dan uang kuasi sebesar 5,5%,” ujar Denny dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (27/1/2026).
BERITA TERKAIT
BI mencatat M1 pada Desember 2025 mencapai Rp5.955,9 triliun, tumbuh 14,0% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,4% yoy. Pangsa M1 tercatat mencapai 58,8% dari total M2.
Lebih lanjut, Denny menyampaikan bahwa dinamika M2 pada akhir 2025 juga dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat serta penyaluran kredit perbankan.
Tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 13,6% yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan 8,7% yoy pada bulan sebelumnya. Sementara itu, penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh 9,3% yoy, lebih tinggi dibandingkan November 2025 yang sebesar 7,9% yoy.
Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih tercatat tumbuh 8,9% yoy, melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 9,7% yoy. ***





.jpg)










